Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 41 (Kecelakaan 2)


__ADS_3

Esok paginya setelah selesai mandi dibantu para suster dan hani, anya pergi ke kamar bayi.


"Mbak lihat deh itu anak kamu" kata hani menunjuk ke salah satu boks inkubator


"Masyaallah, sus apa saya tidak boleh masuk, saya ingin sekali memegang putra saya" pinta anya ke pada salah satu suster


"Boleh bu, sentuhan ibu membuat baby nya semakin semangat untuk cepat pulih" kata suster, akhirnya suster itu mendorong kursi roda anya masuk kedalam kamar bayi


Didalam putra anya tidak sendiri ada beberapa bayi yg berada di inkubator, malah ada yg lebih kecil dari pada putranya.


"Assalamu'alaikum anak umma, anak sholeh ganteng cepet sehat ya nak, biar umma bisa gendong adek" kata anya kepada anaknya, bayi itu merespon dengan menggenggam jari anya, sontak anya menangis, putranya tau jika dia berada di situ saat itu


setelah cukup lama akhirnya suster membawa anya keluar, karena takut mengganggu bayi-bayi yg lain.


Hani pun mengantar anya mengelilingi rumah sakit, karena hari masih pagi mereka memutuskan untuk pergi ke taman dan mencari makan di kantin.

__ADS_1


"Han bagaimana kondisi mas kasya" tanya anya saat mereka sudah berada dikantin


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar mbak, tapi hani belum menjenguk mas kasya sama sekali, mbak tau kan sedari tadi malam hani,umik dan bang faiz berada di kamar mbak anya" kata hani menjabarkan


"Iya, apa tadi malam Buya dan Abi ke kamar mbak Han" tanya anya, hani pun mengangguk


"Setelah ini aku ingin melihat mas kasya han, apa kamu mau mengantarkan ku" tanya anya


"Baiklah akan hani antar, tapi mbak Anya harus janji untuk tidak bersedih dan terlalu stress, karena kesehatan mbak anya juga harus dijaga" kata hani, anya pun tersenyum sambil mengangguk setuju


"Kamu sedang apa disini nduk" tanya yai dhim


"Anya pengen lihat mas kasya bi, bolehkah anya masuk" pinta anya


"Apa kamu yakin nduk, buya takut nanti kondisi mu semakin drop" kata yai dhim

__ADS_1


"Insyaallah anya akan baik-baik saja" kata anya menyakinkan yai dhim , akhirnya yai dhim membolehkan anya masuk.


"Mas,, apa kabar, mas apa kamu tau anak kita sudah lahir, dia laki-laki persis seperti mu, bahkan dia tidak mirip sama sekali denganku" kata anya yg sudah berada disamping kasya


"Mas sampai kapan kamu tidur, tidakkah kamu ingin melihat anak kita, maaf aku tidak bisa menjaganya sampai 9 bulan, aku masih tidak bisa membawanya ke sini, tapi aku janji akan membawanya bertemu dengan buya nya" kata anya sambil memegang tangan kasya, anya pun melihat sedikit air mata di pelupuk mata kasya


"Mas apa kamu bisa mendengarkan aku, mas bangunlah aku takut kehilanganmu untuk ke dua kalinya, sudah cukup aku kehilanganmu kemarin" kata anya sambil menggoyangkan badan kasya


"Nak" panggil yai Jazuli


"Mas kasya bisa denger anya ngomong bi, abi lihat dipeluknya ada air mata" kata anya kepada abinya sambil menunjuk ke arah mata kasya, yai Jazuli pun mengangguk dan tersenyum


"Sudah, biarkan suamimu istirahat nak, kamu juga butuh istirahat, berdo'alah agar dia segera sadar" kata yai jazuli, akhirnya hani pun masuk untuk menyusul anya


Hani pun mengantarkan anya ke kamarnya, karena hari sudah sore.

__ADS_1


__ADS_2