Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 42 (Membaik)


__ADS_3

Sudah tiga hari anya,kasya dan putranya berada dirumah sakit, anya hari ini sudah diperbolehkan pulang, dan untuk putranya harus menunggu hingga Bb normal, sedangkan kasya kian hari kian membaik tapi belum juga sadar.


"Assalamu'alaikum mas" salam anya


"Hari ini aku sudah diperbolehkan pulang, kapan kamu akan bangun, putra kita semakin gendut dan sehat, aku ingin saat putra kita bisa dibawa pulang kamu sudah sadar, dan kamu tau mas aku masih belum memberinya nama karena aku ingin kamu yg memberikannya nama" kata anya sambil memegang tangan kasya


"Nya ayo, besok kita akan kesini lagi" kata faiz


"Mas apa anya tidak boleh disini, anya gak mau jauh dari mas kasya dan anak anya mas" kata anya memohon kepada faiz


"Kamu kan baru aja pulih, jangan terlalu kecapekan, kasya dan putra mu tidak sendiri disini, masih ada yai dhim dan abi disini Nya" kata faiz meyakinkan anya agar mau pulang


"Baiklah, apa mas faiz nanti akan kembali ke rumah sakit" tanya anya


"Sepertinya begitu" jawab faiz sambil berjalan ke arah mobil, anya pun berjalan dibelakang faiz dengan hatinya yg gelisah karena harus terpisah dari anak dan suaminya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dirumah Sakit


Yai dhim dan yai jazuli tengah melaksanakan shalat ashar di musholla rumah sakit, saat sudah selesai beliau segera kembali ke kamar kasya.


"Yai ini tadi faiz belikan makanan untuk yai dan abi" kata faiz sembari memberikan kantong plastik berisi nasi


"Terimakasih iz, apa anya baik-baik saja dirumah", tanya yai dhim


"Apa dimas bersamamu tadi iz" tanya yai Jazuli


"Iya bi, dimas ada didepan, abi jangan capek-capek ingat kesehatan abi" kata faiz mengingatkan yai Jazuli, yai Jazuli akhirnya berpameran kepada yai dhim dan langsung pulang untuk menemani anya sekaligus istirahat.


Tak selang berapa lama datang para dokter dan suster untuk mengecek kondisi kasya.

__ADS_1


"Sus tolong tensinya" kata dokter


"Baik" jawab suster


"Dokter apa cucu saya tidak bisa dibawa kemari, karena beberapa hari lalu anya menantu saya mengajak kasya berbicara dan dia merespon dengan menitihkan air matanya" kata yai dhim


"Saya tidak tau yai, coba nanti saya tanyakan kepada dokter spesialis anak, apa bisa putra gus kasya dibawa kemari, tapi mungkin jika bisa tidak akan lama, karena kondisi dari sang putra yg prematur dan masih membutuhkan alat bantu nafas" kata dokter


Yai dhim pun mengangguk paham, akhirnya setelah memeriksa kasya, dokter Adzim pergi untuk menemui dokter spesialis anak.


Akhirnya dokter Adzim kembali.


"Maaf yai, setelah kami coba ternyata cucu anda masih tidak bisa bernafas jika tidak memakai alatnya, jadi kami putuskan untuk tidak membawanya kemari" kata dokter Adzim, yai dhim pun paham dengan kondisi cucunya


"Yai apa boleh faiz mengajak anya kemari, karena hanya anya suara anya saja yg direspon oleh gus Kasya"kata faiz memberikan pendapat

__ADS_1


"Iya sepertinya begitu, tapi tidakkah besok saja, anya juga butuh istirahat dia baru saja pulang tadi pagi kan" kata yai dhim, faiz pun mengangguk setuju.


__ADS_2