
Hari ini dirumah akan ada acara, sedari pagi aku sibuk membantu mbak-mbak pondok dan bik Sari didapur.
"Anya" panggil mas faiz
"Iya mas, Anya di dapur" jawabku
"Nya, kamu siap-siap gih, takut sebentar lagi keluarga besar Yai Dhim datang kamu belum siap" kata mas faiz
"Baiklah, bik Anya tinggal bersiap dulu" bik sari pun mengangguk, aku pun segera pergi ke kamar
Aku pun segera berkemas dan bersiap, sembari membersihkan kamar takutnya nanti ada salah satu keluarga yai Dhim yg akan tidur dikamar ku, ya memang sebetulnya ada kamar khusus tamu.
Tak lama setelah semua selesai dan aku sudah selesai mandi juga, keluarga Yai Dhim pun datang, ku pandang sebuah mobil yg tak asing.
'Bukankah itu mobil mas azka?, Ah tapi bukan hanya mas azka saja kan yg mempunyai mobil seperti itu' kata batinku.
Mas Faiz dan abi pun sudah sedari tadi menunggu didepan, dan ketika keluarga Yai Dhim datang abi dan mas faiz langsung mempersilahkan masuk.
Aku juga langsung turun kebawah guna menyambut tamu wanita.
Para tamu laki-laki duduk diruang tamu depan, sedangkan tamu wanita dipersilahkan masuk ke ruang tamu tengah.
"Assalamu'alaikum Nyai" salamku kepada Nyai Ulfa sambil mencium punggung tangan beliau
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam Nduk, Masyaallah cantik sekali kamu nduk" kata Nyai Ulfa
"Silahkan" kataku mempersilahkan tamu yg lain.
"Nafis,Hani ini Anya calon Mas Kasya" kata Nyai Ulfa memperkenalkan aku kepada dua wanita yg duduk disampingnya
"Aku Hani ning, adik terakhir mas Kasya" aku pun tersenyum ke arahnya
"Aku Nafis, dan ini anakku Rafa" kata nafis, aku melihat rafa yg tertidur digendong nafis
"Mari tidurkan rafa di kamar ku" kataku menawari nafis, dia pun mengangguk setuju, aku takut jika nanti dia terbangun karena suara berisik diruang tamu depan dan tengah
Aku pun berjalan lebih dulu menuju kamar diikuti nafis dan juga hani.
"Ya Allah, kamarnya besar banget, bersih juga bakal kerasan mas kasya kalo gini" kata hani, nafis pun hanya menggeleng dengan tingkah adiknya yg kadang bar-bar
"Maafkan Hani ya Ning jangan kanget" kata nafis aku hanya tersenyum melihat tingkah hani.
Setelah menidurkan Rafa kami pun segera kembali ke ruang tamu tengah.
"Ning, apa kamu sudah pernah bertemu dengan mas Kasya" tanya Hani
"Belum" jawabku
__ADS_1
"Sungguh kamu belum pernah bertemu dengannya, tapi mas Kasya bilang dia sering sekali tak sengaja bertemu denganmu" kata Hani, aku pun mulai mengingat kapan pernah bertemu dengan Gus Kasya
"Benarkah, tapi sampai sekarang aku belum pernah berjumpa dengannya" kataku sambil mengingat-ingat
"Hmmm, Baiklah siapa yg benar sekarang" tanya Hani
"Entah, atau aku saja yg tidak tau" jawabku, Nafis hanya mendengar obrolan kami dan sedangkan Nyai Ulfa sibuk berbicara dengan para tamu yg lain.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah para tamu keluarga besar Yai Dhi selesai makan, tak lama mereka berpamit untuk pulang.
"Mas Yai kalo begitu saya pamit undur diri, terimakasih untuk jamuannya, dan semoga menjadi saudara seterusnya" kata yai Dhim kepada abi
"Sama-sama Yai, titip salam kepada Mas Kasya" kata abi, aku pun bersalaman dengan mereka tak lupa kepada Nyai Ulfa
"Nduk, kapan-kapan kalo ada waktu luang main ke rumah ya" kata nyai ulfa
"Kamu ini gimana toh mik, orang udah tinggal 2 minggu lagi, Kalo kata orang dulu itu dipingit jadi gak boleh main ke rumah mempelai pria" kata yai Dhim menggoda istrinya, diiringi dengan tawa keluarga yai Dhim
"Umik sudah gak sabar buya" sambil mengelus pipiku
"Ya sudah kalo begitu kami pamit, assalamu'alaikum" kata yai Dhim
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam" jawab ku dan abi bersamaan