
Hari ini mereka memutuskan untuk pulang ke rumah yai Jazuli, tapi sebelum itu anya meminta untuk diantarkan ke supermarket sebentar.
"Mas kamu tunggu disini aja, biar aku yg turun" kata anya sembari mengendong Khalif
"Baiklah, hati-hati ya sayang" kata kasya, kasya pun melihat istrinya berjalan masuk ke dalam supermarket.
Sudah satu jam lebih anya dan Khalif tidak kunjung kembali, akhirnya kasya memutuskan untuk menyusul mereka.
"Dimana kalian" kata kasya sembari memutari tiap sudut supermarket, tapi tidak terlihat anya dan khalif
Kasya pun memutuskan untuk menuju kasir untuk melihat CCTV
"Maaf saya sedang mencari istri dan anak saya, tadi dia masuk kemari, apa boleh saya melihat CCTV kalian beberapa jam yg lalu" kata kasya
"Maaf pak saya tidak berani, karena saya hanya karyawan biasa" kata sang penjaga kasir
"Tolong, saya minta tolong, dimana manager supermarket ini" kata kasya, akhirnya salah satu karyawan mengantarkan kasya menuju ruang manager
"Maaf pak perkenalkan saya kasya, beberapa jam yg lalu istri dan anak saya masuk kemari, tapi sampai sekarang belum juga kembali, apa saya boleh melihat rekaman CCTV beberapa jam yg lalu" kata kasya memohon
"Baik, silahkan anda duduk dulu mas" kata manager, sebelum manager memutar rekaman CCTV kasya lebih dulu menelfon temannya, tak lama akhirnya dia datang.
__ADS_1
Terlihat direkaman ada beberapa orang yg membekap mulut anya, dan membawa mereka pergi melalui pintu belakang.
"Apa kalian kenal diantara orang-orang itu tadi" tanya kasya kepada manager
"Sepertinya tidak" jawab manager
"Tapi bagaimana bisa dia keluar melalui pintu belakang, bukankah itu pintu khusus para karyawan saja" tanya teman kasya yakni Hans
"Iya benar, tapi sepertinya saya tidak mengenal mereka tidak tahu lagi jika salah satu karyawan ada yg mengenali mereka" kata manager tersebut
"Bagaimana ini hans" kata kasya khawatir
Kasya memutuskan untuk tidak pulang ke rumah yai Jazuli ataupun rumah yai Dhim, dia memutuskan untuk pulang ke apartemennya yg tidak jauh dari supermarket
Selama diperjalanan kasya benar-benar tidak fokus, sesekali dia berhenti memikirkan anak dan juga istrinya.
'Aku yakin ini ulah wanita itu' batin kasya, dia pun langsung memutar balik mobilnya dan melaju dengan sangat kencang.
"Hallo hans, sepertinya aku tau ini ulah siapa" kata kasya ditelfon "Aku tengah menuju ke kantormu, tunggu aku disana" kata kasya kembali dan langsung menutup telfonnya.
Sesampainya dikantor hans
__ADS_1
"Hans gimana" tanya kasya
"Seperti yg kamu katakan tadi, sepertinya istri mu dibawa oleh mantan istrimu itu" kata hans yg masih menatap layar laptopnya
"Lalu apa kamu sudah tau dia membawanya kemana" tanya kasya lagi
"Untuk saat ini belum, sebaiknya kamu istirahat dan tenangkan diri mu, setelah mendapatkan kabar posisi istrimu aku akan segera menemui mu" kata hans
"Baiklah temui aku di apartemen" kata kasya berlalu pergi.
Diperjalanan yai Jazuli menelfon kasya, karena sudah sedari tadi menunggu.
[Hallo nak, kalian sudah sampai mana, apa hari ini jadi pulang ke rumah abi] kata yai Jazuli ditelfon
"Maaf abi, untuk beberapa hari kedepan kasya dan anya memutuskan pulang ke apartemen" kata kasya
[Kenapa mendadak sekali nak, apa anya tidak apa-apa] tanya yai jazuli
"Anya sudah tidur bi, nanti kasya sampaikan kalo abi habis telfon" kata kasya
[Baiklah, telfon abi jika anya sudah bangun ya nak] kata yai jazuli langsung menutup sambungan telfonya
__ADS_1