Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 31 (Kedekatan Mas Faiz)


__ADS_3

Setelah aku menghabiskan sate ayam yg tadi dibeli mas faiz, aku tak sengaja melihat mas faiz tersenyum sembari melihat ke arah ponselnya.


"Mas" panggil ku


"Iya" jawabnya tapi masih fokus dengan ponselnya


"Ihs, kamu lagi lihat apa sih" tanyaku penasaran


"Udah selesai makannya, lagi chatan aja" kata mas faiz


"Udah" kataku sembari duduk disampingnya


"Nya menurut mu aini itu gimana?" tanya mas faiz


"Mmm.. baik,rajin,cantik,cerdas pokoknya is the best lah"kataku memuji aini, memang benar


"Yakin nih, kamu bela dia bukan karena dia sahabat mu kan nya" tanya mas faiz


"Ya enggak lah" kataku "Emangnya kenapa mas" tanyaku


"Aku pengen dateng meminang aini, tapi aku belum bilang ke abi" kata mas faiz


"Sungguh, bagus donk lebih cepat lebih baik, buru ngomong sama abi, nanti keburu si aini diambil orang" kataku Menakut-nakutinya


"Kamu ini ya, bukannya kasih semangat kek, eh malah nakut-nakutin mas" kata mas faiz sebal

__ADS_1


"Aininya tau gak kalo mas faiz suka sama dia" tanyaku


"Belum sih nya, Kamu istirahat gih, udah malam kasihan anakmu" kata mas faiz


Aku pun segera pergi ke kamar, ya sebetulnya hari belum begitu malam, karena badanku yg mudah lelah akhirnya aku putuskan untuk tidur saja.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Keesokan paginya mas faiz mengantarkan aku ke kedai, ya dengan maksud yg terselubung, karena ingin melihat aini.


"Assalamu'alaikum Ai,Lis" salamku kepada aini dan Yulis


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka serempak


"Mas mau duduk apa langsung pulang" tanyaku kepada mas faiz


"Biar aku aja Nya, kamu duduk dulu kan kamu lagi hamil" kata aini, aku pun tersenyum dan duduk sebentar


"Eh nya, kamu udah telfon Gus Kasya" tanya mas faiz


"Belum, anya gak pernah telfon mas kasya mas, karena takut pas beliau lagi sibuk"kataku


"Mmm" tak lama aini datang dengan membawa segelas milkshake cappucino bubble, berjalan menghampiri mas faiz


"Masyaallah bener-bener bidadari surga" kata mas faiz pelan tapi masih terdengar olehku dan aini, sontak pipi aini pun memerah

__ADS_1


"Kamu kenapa ai, kok pipinya merah sih" kataku menggoda aini, dia pun menunduk malu


Ya meski aini memakai cadar tapi rona merah di pipinya masih terlihat, karena jika aini bersemu merah pasti bawah matanya juga akan merah


"Mas pulang dulu ya nya, nanti telfon mas kalo kamu mau pulang" kata mas faiz sembari meninggalkan kedai.


Setelah mas faiz pergi, aku pun segera masuk ke dapur untuk membuat beberapa kue dan cake dibantu dengan aini, Yulis selalu standby didepan kasir.


Disela-sela aku membuat cake, aku dan aini berbincang.


"Ai, menurut mu mas faiz itu orangnya gimana" tanyaku


"Mm, baik, sholeh, ganteng" jawab aini


"Ai misalnya mas faiz suka sama kamu gimana" tanyaku, sontak aini pun menoleh ke arahku


"Itu gak mungkin Nya, kita berbeda" kata aini sembari menunduk


"Beda apanya, kita sama-sama makan nasi kan, kita sama-sama diciptakan dari tanah" kataku


"Bukan begitu nya, kamu sama mas faiz kan anak kyai, sedangkan aku hanya orang bisa manalah mungkin bisa bersanding dengan mas mu" kata aini panjang lebar


"Tapi jika mas faiz meminangmu apa kamu akan menerimanya" tanyaku


"Entah, jika memang itu terjadi aku akan memikirkannya, sudahlah jangan bahas itu, aku jadi gak enak" kata aini

__ADS_1


"Baiklah, tapi aku sangat berharap mas faiz menikah denganmu, dan aku berharap kamu juga memiliki perasaan yg sama dengannya" kataku


"Aamiin" jawab aini, kami pun melanjutkan membuat cake dan kue.


__ADS_2