
Tak terasa sudah 5 bulan aku berada dimesir untuk menimba ilmu, hari ini aku tengah berjalan menuju asrama tanpa aini, ya karena aini tengah ada kelas tambahan, jadi ku putuskan untuk pulang lebih dulu tanpa menunggunya, dalam perjalanan hatiku merasa tidak nyaman, entah kenapa tapi pikiranku selalu tertuju kepada abi yg tengah jauh dariku di Indonesia.
Asrama Putri
Sesampainya di kamar, aku langsung membersihkan badan dan membaringkan tubuhku diatas kasur, hingga tak terasa mataku terlelap mungkin karena hari ini terlalu banyak aktifitas yg menguras tenaga.
Aku terbangun karena mendengar dering ponsel ku, dan ku lihat ternyata sudah 8 panggilan tak terjawab dari mas faiz dan ada 2 panggilan dari no yg tidak dikenal, aku pun langsung menelfon balik ke no mas faiz.
"Assalamu'alaikum mas, ada apa" tanyaku langsung kepada mas faiz, karena jarang sekali mas faiz menelfon ku berkali-kali
[Wa'alaikumsalam Nya, kamu dari mana aja kok telfon mas gak diangkat] jawab mas faiz dengan nada cemasnya
"Maaf mas, tadi Anya kecapekan jadi ketiduran, ada perlu apa mas faiz telfon Anya" tanyaku
[Nya kamu siap-siap aja, nanti azka bakal jemput kamu, mas minta hari ini kamu pulang] kata mas faiz, aku masih bingung kenapa tiba-tiba mas faiz meminta ku pulang
__ADS_1
"Emang ada apa mas kok Anya disuruh pulang"tanyaku penasaran
[Abi Nya, Abi sakit dan sekarang berada di ICU] Sontak membuat badanku melemas, 'bagaimana bisa baru beberapa minggu lalu aku menelfon abi dan beliau baik-baik saja' pikirku
[Nya kamu siap-siap ya, soal izin azka yg ngurusin mungkin 15 menit lagi dia udah sampai di asramamu] kata mas faiz, akhirnya telfon pun terputus, aku yg masih tidak percaya dan masih diam membisu di kasurku, tiba-tiba ponselku berdering kembali, kulihat itu no yg tidak dikenal aku pun memberanikan diri mengangkatnya.
[Assalamu'alaikum, apa kamu sudah siap, saya sudah berada di bawah] suara itu adalah suara prof azka, ya yg tengah menelfon ku adalah prof azka
"Wa'alaikumsalam salam, maaf Anya minta waktu 10 menit untuk berkemas prof" jawabku, aku pun mematikan telfon dan segera berkemas, disela-sela berkemas aku mencoba menelfon aini tapi tidak ada jawaban, apa mungkin dia masih ada kelas.
aku pun berjalan mendekat ke arah pria itu ya dia prof azka.
"Maaf sudah menunggu lama" kataku sembari menundukkan pandanganku kepadanya
"Tidak apa-apa, mari berangkat karena satu jam lagi jadwal keberangkatan" jawabnya
__ADS_1
Aku pun langsung duduk dikursi belakang sembari membawa koper milikku.
'Ya Allah bagaimana bisa aku menghilangkan rasa ini jika dia selalu membuatku semakin mencintainya, Ya Allah hamba telah meminta untuk menghapus rasa ini tapi mengapa rasanya semakin menjadi' kataku dalam hati sembari melihat ke luar jendela.
Bandara
Sesampainya di bandara prof azka lebih dulu menurunkan ku dan beliau memarkirkan mobilnya, aku pun berjalan menuju pintu keberangkatan, tanpa kusadari prof azka sudah berdiri dibelakang ku dengan membawa koper miliknya
'Bukankah hanya aku saja yg akan pulang, tapi mengapa prof azka juga membawa kopernya' pikirku
"Mari Anya" kata prof azka yg sudah berada didepanku, aku pun mengangguk berjalan mengikutinya dari belakang.
Aku tengah duduk menunggu prof azka yg mengantri untuk boarding pass, tak lama beliau berjalan ke arahku sembari memberikan kartu boarding pass nya.
"Apa kamu lapar" tanyanya kepadaku, aku pun hanya diam memandanginya yg tengah berdiri tepat didepanku
__ADS_1
"Mari kita makan, apa aini tau jika kamu akan pulang" tanya prof azka kembali, disaat kami tengah berjalan ke salah satu restoran.