Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 54 (Kepolisian)


__ADS_3

Setelah Anya sadar, kasya harus pergi ke kantor polisi atas tuntutannya kepada rara.


"Sayang aku tinggal sebentar ya" pamit kasya kepada anya


"Iya mas, aku tidak apa-apa lagian disini juga ada mas faiz" kata anya, kasya pun segera pergi.


Sesampainya kasya di kantor polisi


"Bagaimana hans" tanya kasya


"Dia sedang diwawancarai oleh petugas polisi sya" kata hans


"Hmb" jawab kasya sambil mengangguk


"Bagaimana kondisi istri dan anakmu sya" tanya hans


"Alhamdulillah mereka baik-baik saja, anya juga baru sadar" kata kasya, hans pun menguap karena semalaman dia tidak tidur


"Pulanglah hans, maaf sudah merepotkan mu dan terimakasih" kata kasya sambil menepuk pundak hans


"Baiklah, jika butuh sesuatu kabari aku" kata hans, dia pun berlalu pergi meninggalkan kantor polisi untuk kembali ke rumahnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah anya sudah diperbolehkan pulang, faiz segera mengajaknya pulang ,karena kasya masih sibuk berada dikantor polisi.

__ADS_1


"Mas, abi tidak taukan" tanya anya khawatir


"Tidak, yai dhim juga tidak tau, bilang saja jika kamu tidak enak badan" kata faiz sambil menyetir, Anya pun diam sambil memangku anaknya


Sesampainya dirumah yai Jazuli


"Assalamu'alaikum abi" salam anya sambil mencium punggung tangan yai jazuli


"Apa kamu baik-baik saja nduk, sedari tadi malam abi memikirkan mu terus" kata yai jazuli, bagaimana tidak insting seorang ayah kepada anak, sama kuatnya seperti insting seorang ibu kepada anaknya


"Maafkan anya abi, memang tadi malam anya kurang enak badan, khalif juga jadi anya gak sempet buat telfon abi" kata anya beralasan


"Faiz juga subuh-subuh sudah menghilang"Kata yai jazuli


"Faiz tadi disuruh gus kasya nyusul anya bi, karena gus kasya masih sibuk" jawab faiz


Anya pun bergegas masuk ke kamarnya, karena ingin segera menidurkan khalif dan juga ingin membersihkan diri.


Dikantor polisi


"Azka lepaskan aku" teriak rara yg masih didalam ruang wawancara


"Bagaimana pak" tanya kasya kepada pengacara juga pak polisi


"Sepertinya dia mengalami gangguan jiwa gus" kata pengacara kasya

__ADS_1


"Iya gus, karena sedari tadi dia hanya tertawa, dan sesekali menangis memanggil anaknya" kata kepala polisi


"Lalu bagaimana kelanjutannya pak" tanya kasya


"Begini tuntutan dan kasus ini terap berjalan, kami akan mengabari anda untuk jawaban dari pengadilan" kata pengacara kasya


"Baiklah aku serahkan semua pada kalian, jika bisa sebelum aku terbang ke mesir kasus ini sudah selesai" kata kasya " kalau begitu aku pamit, terimakasih pak anton dan pak kepala sudah membantu ku" kata kasya berpamitan


Mereka pun berjabat tangan, sedangkan rara harus mendekam dirumah sakit jiwa sampai pengadilan memutuskan.


Kasya pun bergegas pulang menuju rumah yai jazuli, karena tadi faiz sudah mengabari bahwa mereka pulang ke rumah yai jazuli.


Sebelumnya kasya mampir ke rumah hans, memastikan kondisi sahabatnya baik-baik saja.


"Gimana kondisi mu hans" tanya kasya


"Kepalaku sedikit pusing,mungkin karena semalaman aku tidak istirahat" kata hans


"Aku tadi mampir ke kedai istriku dan membawakan mu coklat hangat juga cake, makanlah jika nanti kamu lapar" kata kasya


"Terimakasih, bagaimana kasus rara"tanya hans


"Sementara waktu dia berada di RS jiwa, sampai pengadilan memutuskannya" kata kasya


"Lalu apakah kamu jadi kembali ke mesir, setelah kejadian seperti ini terjadi" tanya hans

__ADS_1


"Tentu aku akan kembali, hans aku masih membutuhkan mu untuk menjaga istri dan anakku selama aku tidak ada, aku tidak ingin hal semacam ini terulang kembali" kata kasya, hans pun mengangguk


"Kalau begitu aku pamit, beristirahatlah" kasya pun segera pergi dari rumah hans, dan menuju ke tujuan utamanya.


__ADS_2