Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 60 (Vila)


__ADS_3

Diperjalanan menuju vila, kasya dan faiz masih penasaran dengan apa yg terjadi diantara simba dan hans.


sesampainya di vila, anya yg tengah setia menunggu sambil duduk diteras vila, sedangkan yai Jazuli berada didalam dengan khalif, anya pun tersenyum ketika faiz turun sembari membopong tubuh aini.


"Kamu bawa aini kekamar mas" kata anya, faiz pun mengangguk dan berjalan masuk


"Kenapa kamu menunggu kami diluar sayang, ini sudah malam dan anginnya juga dingin sekali" kata kasya kepada anya


"Aku khawatir kepada aini mas, dan juga kepadamu" kata anya memeluk erat tubuh suaminya, tanpa anya ketahui hans tengah berdiri dibelakang kasya dengan muka merah karena melihat adegan romantis didepannya


"Haish, tidak bisakah kalian berpelukannya nanti saja saat dikamar" kata hans berjalan cepat masuk kedalam vila, kasya hanya tersenyum dengan tingkah sahabatnya itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Dimeja makan


Anya tengah menyiapkan makan malam dimeja, sedangkan yg lain berada di depan tv.


"Mari makan" ajak anya selesai menata makanan


"Kalian makanlah, abi mau pergi dengan teman-teman abi" kata yai Jazuli

__ADS_1


"Ini udah malam loh bi" kata faiz sembari melihat ke jam tangannya


"Masi sore iz, masih jam 9" kata hans


"Kalian jadi pulang kapan" tanya yai Jazuli ketika hendak melangkah pergi


"Sepertinya lusa kita baru pulang bi" kata faiz


"Baiklah, abi gak bisa meninggalkan pondok lama-lama" kata yai jazuli, akhirnya yai Jazuli serta rekan-rekannya pun berpamit pergi.


"Sayang kamu panggil aini gih, ajak dia makan bersama" kata kasya, yg sedang memangku khalif


"Baik mas" kata anya, anya pun segera berjalan ke arah kamar aini.


"Ai" sapa anya


"Iya Nya" jawab aini yg tengah melipat mukenahnya


"Baru selesai shalat ya, kebetulan aku tadi masak jadi ayo kita makan bersama" Ajak anya


"Sebentar lagi aku menyusul, kalian duluan saja" jawab aini, anya pun segera kembali ke meja makan.

__ADS_1


Dimeja makan sudah ada hans,kasya, dan juga faiz, mereka tengah asik mengobrol sembari menunggu aini dan anya.


"Eh hans, emang jurus apa yg kamu kasih ke om simba" tanya faiz penasaran


"Gak pakai jurus apa-apa, kalo udah ngeluarin jurusku otomatis dia udah babak belur lah iz" kata hans santai


"Terus kamu apain, kenapa dia bisa bersimpuh dikaki mu hans" tanya kasya


"Haha, sejak awal aku seperti pernah bertemu dengannya, dan disaat aku mau tanda tangan, tiba-tiba aku ingat dimana aku pernah bertemu dengannya" kata hans sambil tertawa keras


"Emangnya dimana" tanya faiz


"Kalian kenal papa ku kan, dia anak buah papa ku, jadi aku menakutinya dengan hanya menyebut nama papaku saja" kata hans menyombongkan diri


Siapa yg tidak mengenal papa nya hans,tapi meski begitu beliau adalah orang yg ramah, meski jarang sekali tersenyum.


hans, kasya dan faiz dulunya adalah teman diwaktu smp, lalu mereka terpisah karena kasya harus menimbah ilmu di pondok, sama halnya dengan faiz, sedangkan hans dia bukanlah muslim, tapi meski terpisah hingga sekarang mereka masih menjalin hubungan yg baik, malah semakin baik.


"Maaf menunggu lama" kata anya yg baru saja datang


"Loh aini mana Nya" tanya faiz

__ADS_1


"Masih dikamar sebentar lagi kesini" kata anya yg duduk disamping kasya


"Baiklah, kita makan sekarang sembari menunggu aini" kata faiz, akhirnya mereka makan, dan tak lama aini pun datang.


__ADS_2