Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 24 (Perpisahan 1)


__ADS_3

Selesai makan tadi, aku langsung masuk kedalam kamar, mas kasya tengah berada diruang baca milik buya,aku merebahkan tubuhku di atas kasur.


Kleck (Suara pintu terbuka)


"Sayang" sapa mas kasya


"Hm" jawabku yg tengah menatap ponselku


"Kamu sedang apa" tanya mas kasya yg menaruh laptopnya di meja dekat kaca


"Tidak sedang apa-apa" jawabku


"Apa kamu marah kepadaku" tanya mas kasya yg sudah berada di sampingku


"Tidak"


"Apa kamu akan terus membelakangi ku sayang" tanya mas kasya, aku pun membalikkan badanku menghadap mas kasya


"Kenapa mas kasya tidak berbicara kepada ku disaat setelah akad nikah" kataku murung


"Mas ingin berbicara kepadamu, tapi mas takut kamu akan bersedih dihari bahagia kita" kata mas kasya, aku pun menangis didadanya, mas kasya mencoba menenangkan ku dengan membelai rambut ku


"Apa anya tidak bisa ikut mas kasya ke mesir" kataku sambil sesenggukan

__ADS_1


"Inginnya seperti itu, tapi buya dan abi melarang mas untuk membawa mu kesana" jawabnya


"Apa mas akan lama disana" tanyaku


"Tidak tau, tapi jika ada cuti atau libur mas akan pulang" kata mas kasya, tanggisku semakin menjadi, sungguh tidak ada kepastian berapa lama aku harus menunggu suamiku pulang


"Apa anya bisa menunggu mas kasya yg tidak tau kepastiannya kapan akan menemui anya kembali" kataku "Bagaimana anya bisa hidup terpisah dengan mu mas, kalo seperti ini seharusnya tidak perlu menikah, menikah jika mas kasya sudah tidak lagi tugas disana" kataku egois, memang saat itu aku tidak bisa berpikir jernih, bagaimana bisa belum 1 bulan menikah aku akan ditinggal ke mesir, dan tidak tau kapan akan kembali.


"Sayang, mas sangat ingin dekat dengan mu, tapi mas juga memiliki tanggung jawab lain disana yg harus segera mas selesaikan" jawab mas kasya disaat tanggisku sudah mereda


"Tapi kita belum 1 bulan menikah, dan harus ditinggalkan mas kasya" kataku


"Mas janji akan terus menghubungi mu sayang, jika sudah berada disana" kata mas kasya, aku pun terdiam.


"Sayang" panggil mas kasya


"Iya" jawabku yg tak lagi menangis


"Mas janji tidak akan lama disana, tugas mas tinggal 1 thn lagi, tapi jika mas bisa menyelesaikannya lebih cepat maka tidak sampai 1 thn mas di Mesir" kata mas kasya


"Baiklah, Anya ikhlas" jawabku


"Sayang besok mas akan pergi, apa kamu tidak keberatan jika mas meminta hak mas sebelum mas pergi" kata mas kasya sedikit berbisik ditelingaku, aku terdiam cukup lama, lalu aku mengangguk setuju.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah shalat subuh, aku membantu mas kasya menyiapkan beberapa tugas dan membereskan koper miliknya, karena nanti siang adalah jadwal keberangkatan mas kasya ke mesir.


"Mas apa nanti anya boleh main ke rumah Aini" kataku berpamitan kepadanya


"Boleh ,jika Mas faiz bersamamu" kata mas kasya, aku pun tersenyum gembira.


Sekarang sudah jam 7 pagi, aku, mas kasya,umik,buya dan hani pergi ke Surabaya untuk mengantarkan mas kasya ke Bandara Juanda Surabaya, karena jam keberangkatan mas kasya nanti jam 9 siang.


Sesampainya di Bandara Juanda


Mobil pun berhenti tepat di pintu keberangkatan, pak Mamang menurunkan koper milik mas kasya, umik dan buya berjalan lebih dulu, disusul aku,mas kasya dan hani.


didepan pintu, hatiku mulai sedih, sesaat ingin sekali terus berada didekatnya.


"Mik, buya kasya pamit, doakan kasya biar tugas disana cepat selesai dan bisa fokus kerja disini, kasya juga titip anya ya" kata mas kasya sambil memeluk buya dan umik


"Han mas berangkat, titip mbak anya jangan sampek dia stress atau bosan terlalu lama di rumah" kata mas kasya kepada hani


"Sayang, mas berangkat jangan banyak pikiran, kalo udah bosen dirumah ajak hani jalan-jalan, kalo gak gitu telfon mas faiz ya, jangan telat makan, jaga kesehatan selama aku disana" kata mas kasya kepadaku, sontak aku pun menangis, mas kasya memelukku erat, dan tak berapa lama mas kasya melepaskan pelukannya karena harus segera boarding pass.


Aku pun hanya bisa melihat kepergiannya, dan menahan sakit dihatiku untuk beberapa bulan ke depan, hingga beberapa tahun ke depan.

__ADS_1


Tak lama mas faiz datang untuk menjemput ku, aku segera berpamitan kepada buya dan umik, karena untuk 1 minggu ke depan aku berada di rumah abi.


__ADS_2