Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 45 (Bertemu)


__ADS_3

Hari ini anya tengah bersiap menuju rumah sakit untuk menjenguk suaminya kasya.


"Dim mobilnya sudah siap" tanya anya kepada dimas


"Sudah Ning, biar dimas yg masukkan ke dalam mobil" kata dimas sembari memasukkan beberapa tas ke dalam mobil


Akhirnya mereka berangkat ke rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit


"Assalamu'alaikum mas" salam anya kepada kasya dan juga faiz


"Wa'alaikumsalam" jawabnya serempak


"Kamu sama dimas Nya" tanya faiz


"Iya, kebetulan nanti habis dari sini anya mau ke mall untuk membeli beberapa perlengkapan anak anya mas" kata anya kepada faiz


"Sayang, aku kangen banget sama anak kita" kata kasya


"Apa mas semalam tidurnya nyenyak" tanya anya kepada kasya

__ADS_1


"Ya Alhamdulillah, Nya aku ingin pergi ke ruangan Rara, untuk meminta maaf" kata kasya, anya pun mengangguk setuju


Setelah kasya sarapan pagi dari rumah sakit, akhirnya faiz dan juga anya mengantarkan kasya ke ruangan rara.


Didepan ruangan rara


"Assalamu'alaikum paman" kata kasya kepada ayah rara


"Wa'alaikumsalam Gus" jawabnya sembari memeluk kasya yg tengah duduk diatas kursi roda


"Bagaimana kondisi rara paman" tanya kasya yg masih berada diluar ruangan


"Boleh kami bertemu dengannya" tanya anya, ayah rara pun mengangguk, akhirnya rara mendorong kursi roda kasya masuk kedalam ruangan rara


Terlihat wajah sedih rara yg tengah berbaring diatas tempat tidur, dengan kaki terikat.


"Ra" sapa kasya, rara pun langsung melihat ke arah kasya


"Ka, anak aku" kata rara diiringi dengan air mata yang jatuh dipipinya


"Maafin aku, maaf aku g bisa ngejaga kamu dan anak kamu" kata kasya

__ADS_1


"Ini semua gara-gara dia" kata rara sembari menunjuk ke arah anya "Kalo saat itu kita gak bertengkar, mungkin anak aku masih hidup" kata rara lagi


"Enggak ra,ini semua salahku, gak seharusnya aku nikah secara diam-diam sama kamu, dan untuk kematian anakmu juga salahku, ra anya sudah menderita disaat aku menodai cinta kita, ditambah dia harus berjuang sendiri karena aku tidak berada disampingnya" kata kasya


"Jika malam itu kamu milih untuk menceraikan dia dan hidup sama aku mungkin ini semua gak bakal terjadi kan ka" kata rara dengan suara yg sedikit meninggi


"Sejak awal aku menikahimu bukan karena cinta atau apapun ra, aku hanya kasihan dengan dirimu dan anakmu tak lebih, ra aku sudah bahagia sebelumnya, tapi karena kesalahanku kebahagiaan itu hampir sirna" kata kasya


"Lalu bagaimana dengan diriku azka, sedari dulu aku mencintaimu, tapi di matamu aku tak lebih dari seorang teman dan sahabat saja, aku mohon jangan tinggalkan aku jangan ceraikan aku ka" kata rara memohon


"Maafkan aku, tapi aku sudah berjanji dengan anya, dan kita juga sudah berjanji saat anak itu lahir maka kita akan berpisah" kata kasya sambil memegang tangan anya


"Tapi anak aku mati ka, gak seharusnya kamu ninggalin aku dalam kondisi yg seperti ini, aku gak mau cerai kamu harus kasih aku anak kamu ka" kata rara


"Kamu gila ra, gak mungkin aku kasih anak aku ke kamu dan gak mungkin juga anya bakal setuju untuk memberikan anaknya ke kamu" kata kasya yg sudah marah


"Kalo begitu kamu harus membuat ku hamil, aku tidak akan mau cerai sampai aku hamil kembali dan sampai anak itu lahir ke dunia" kata rara, anya pun terkejut dengan keinginan rara yg bodoh itu


"Aku tidak perlu meminta persetujuan mu untuk cerai, karena kita sudah tanda tangan diatas materai saat itu, jadi cukup dengan surat itu aku bisa mengurus surat perceraian kita" kata kasya tegas "Ayo Nya, kasihan faiz dan juga anak kita" kata kasya kepada anya, anya pun mengangguk dan mendorong kursi roda kasya keluar dari ruangan rara


"Aku gak bakal bikin hidupmu tenang dasar perempuan ja***g, lihat aja azka aku gak bakal terima, bagaimana pun caranya aku akan membuatmu bertekuk lutut dan kembali kepadaku" teriak rara didalam ruangan, kasya pun menggenggam tangan anya yg sedikit gemetar karena ucapan rara tadi.

__ADS_1


__ADS_2