
Subuh tadi aku mendapat telfon dari aini bahwasanya dia akan pulang ke Indonesia karena ingin datang ke pernikahan ku, dan karena besok adalah hari pernikahan ku, aku dilarang keluar meski hanya di teras rumah saja, aku pun meminta tolong kepada mas faiz agar menjemput aini di bandara.
Setibanya mereka dirumah aku begitu bahagia dan sangat merindukan aini teman sekaligus sahabat terbaik di mesir.
"Ai, Ya ampun aku kangen banget sama kamu" kataku disaat pertama kali bertemu aini
"Sama Nya aku juga, aku penasaran sekali dengan wajah calon suami mu Nya" kata aini
"Mmm.. aku juga" kataku murung
"Maksudmu?, kamu belum tau wajah calon suamimu Nya" kata aini kaget
"Ya, karena aku sudah serahkan semua kepada abi" jawabku sambil berjalan menuju kasur
"Terus kamu tau kan dia pemuda yg bagaimana" kata aini penasaran
"Tau tapi hanya sekilas saja, kata abi dia tampan,pintar dan seorang hafidz, dan kamu tau Ai dia juga bertugas di Mesir"kataku
__ADS_1
"Benarkah, Wah sepertinya dia memang pemuda yg tampan dan alim deh Nya" kata aini sembari berhayal
"Kamu mandi terus istirahat gih, kan kamu baru aja sampai, ini juga udah agak malam" kataku kepada aini, Ya pasalnya pesawat yg dia tumpanginya mendarat sore tadi, dan perjalanan dari Jombang ke Surabaya cukup lama, jadi mas faiz dan aini baru sampai rumah setelah shalat Maghrib.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Aku pun turun kebawah untuk mengambil makanan, tapi mas faiz mencegah ku.
"Nya, Mm.. mas mau tanya" kata mas faiz
"Ya, tanya aja mas" kataku sembari mengambil nasi
"Dia asli orang Pasuruan" jawabku
"Dia udah punya calon gak Nya, umur dia berapa" tanya mas faiz, aku pun langsung memicingkan mataku
"Mas suka ya sama aini, dia cantik loh mas kalo gak pakai cadar, tapi anya gak tau seluk-beluk keluarganya, yg anya tau dia gadis cantik,ceria, dan imut sih" kataku, aku pun melihat mata mas faiz yg sepertinya kagum kepada aini
__ADS_1
"Terus nanti dia pulangnya siapa yg jemput, apa mas faiz yg anter dia pulang ke Pasuruan, sekalian perkenalan sama keluarganya"kata mas faiz
"Kalo itu anya gak tau mas, coba nanti aku tanya ke aini" aku pun meninggalkan mas faiz yg masih duduk dimeja makan.
Aku pun kembali kedalam kamar, kulihat aini yg masih belum tidur tengah memandang ponselnya.
"Kamu lihat apa ai" tanyaku
"Tidak, Eh Nya kamu tau gak dimana rumah prof azka" tanya Aini kepadaku
"Tidak, emangnya kenapa ai" tanyaku kembali
"Sudah hampir 2 bulan ini prof azka mengambil cuti" kata aini, aku pun segera duduk disampingnya
"Ya, aku tau karena beberapa kali aku tak sengaja bertemu dengannya saat keluar dengan mas faiz" kataku, aini pun langsung melihat ke arahku
"Dan kamu tau Nya, kata kabar yg aku dengar dari temen-temen, beliau akan menikah" jawab aini, aku pun terkejut mendengarnya, mataku membulat sempurna
__ADS_1
'Benarkah itu, tapi kenapa mas azka tidak pernah bercerita kalau akan menikah, bukankah kita juga sering tidak sengaja bertemu' tanyaku dalam hati
"Aku benar-benar patah hati tau gak Nya, kalo beliau memang benar akan menikah" kata aini, aku pun masih terdiam tak berkata.