Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 33 (Badai 1)


__ADS_3

Akhirnya aku sampai dikedai, aku pun langsung menuju lantai atas, yulis dan aini pun mengikuti ku ke atas.


"Nya" panggil mereka, ya aku tengah berada didalam kamar


"Kamu gak papa kan Nya" tanya aini


"Ai aku minta tolong telfonkan mas faiz" kataku


"Baiklah" aini pun segera menelfon mas faiz


"Nya apa kandungan mu baik-baik saja" tanya yulis didepan pintu


"Ya, dia baik-baik saja" jawabku


"Bolehkah kami masuk" kata aini, aku pun membuka pintu kamar, dan betapa terkejutnya mereka melihat mataku sembab dan air mata yg masih mengalir.


Aku pun langsung memeluk mereka berdua, dan menangis sejadi-jadinya di pundak mereka.


"Ada apa nya, cerita ke kita" tanya yulis


"Aku.... Aku tadi gak sengaja ketemu sama mas kasya, dan kalian tau apa yg aku lihat, dia bersama wanita, dan sepertinya wanita itu tengah hamil" kataku


"Bukannya suamimu berada di Mesir nya, dan bukannya kamu bilang jika dia tidak bisa mengambil cuti bulan ini" kata aini, aku pun mengangguk

__ADS_1


"Tapi itu benar mas kasya, karena aku mengikutinya, lalu memanggilnya dan aku berbicara kepadanya saat ditempat parkiran" kataku yg masih menangis


"Padahal aku sudah menantikannya, dan ingin berbagi kabar gembira saat dia pulang nanti, kenapa mas kasya berbohong kepadaku ai, bukankah dia bilang tidak bisa pulang, lalu kenapa tadi dia berada di supermarket bersama dengan wanita, memang wanita itu sangat cantik dan memiliki badan yg lebih bagus dari pada aku" kataku


Tanpa ku sadari mas faiz ternyata sudah datang, dia mendengar apa yg aku bicarakan dengan aini dan yulis.


"Nya" panggil mas faiz, aku pun menoleh ke arahnya, sontak mas faiz langsung memelukku, aku pun menangis didadanya


"Mas apa salah anya, rasanya sakit sekali, rasanya sesak sekali dada ini mas" kataku kepada mas faiz


"Sabar nya, mas ada disini, mas akan selalu ada buat kamu, nya ingat kamu lagi hamil kasihan anakmu" kata mas faiz yg masih memelukku


"Mas aku ingin pulang ke rumah abi, aku pengen didekat abi" kataku, mas faiz pun mengangguk dan langsung menuntun ku turun ,berjalan menuju mobil.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Didalam mobil aku hanya diam, sesekali bayangan mas kasya dan wanita itu melintas, membuat hatiku semakin sakit.


Dirumah Abi


Sesampainya dihalam rumah, aku pun langsung turun dan berlari mencari abi.


"Nya jangan lari, ingat kamu lagi hamil" kata mas faiz berteriak mengingatkan ku, tapi aku tetap lari mencari abi

__ADS_1


Ternyata abi tengah duduk membaca salah satu kitab di ruang bacanya.


"Abi" panggilku dengan air mata yg terus mengalir


"Kenapa nak, kemarilah" kata abi, aku pun langsung duduk tersungkur dikaki abi, sambil menangis sejadi-jadinya


"Abi kenapa badai itu muncul disaat seperti ini" kataku, mas faiz pun datang


"Ada apa, apa yg terjadi iz" tanya abi kepada mas faiz, mas faiz pun duduk dan mulai menceritakan tentang apa yg terjadi saat ini


Setelah mas faiz selesai bercerita.


"Astaghfirullah, apa benar gus Kasya seperti itu nak, apa tidak sebaiknya kamu bicarakan masalah ini baik-baik dengannya" kata abi


"Anya gak bisa bi, anya belum siap ketemu mas kasya, beri anya waktu untuk sendiri" kataku kepada abi


"Ingat nak, didalam rahim mu ada anak kalian berdua, jangan sampai kalian berpisah jika masalah itu masih bisa diselesaikan secara baik-baik" kata abi, aku pun mengangguk


"Bi, bolehkah untuk sementara waktu anya disini" kataku, abi pun mengangguk


"Ini adalah rumahmu, kapanpun kamu mau pulang pintu ini akan terus terbuka untukmu nak, Kalo begitu kamu istirahat dulu kasihan cucu abi" kata abi sambil mengelus kepalaku.


Aku pun segera berjalan ke arah kamarku.

__ADS_1


__ADS_2