Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 23 (Mas Kasya)


__ADS_3

Sudah jam 9 malam tapi mas kasya belum pulang, aku sedari tadi menunggu mas kasya diruang tengah bersama hani, tapi beberapa menit yg lalu hani pergi ke kamar karena sudah mengantuk, akhirnya aku sendiri sambil mengotak-atik ponselku, beberapa kali menghubungi no mas kasya tapi tidak ada jawaban.


2 Jam kemudian


Aku memutuskan untuk menunggu mas kasya di kamar, karena semua orang sudah tidur, tidak enak jika aku menunggu sendiri di ruang tengah, tapi ketika aku hendak menuju lantai atas, terdengar suara mesin mobil masuk ke halaman rumah buya, aku pun berlari menuju pintu depan, dan memang benar itu mas kasya.


"Kamu belum tidur sayang" kata mas kasya yg baru turun dari mobil


"Belum" kataku


"Kenapa, apa kamu sudah makan" tanya mas kasya, kami pun berjalan masuk


"Belum" jawabku lagi


"Kenapa" tanya mas kasya , sambil memegang pipiku


"Mas dari mana, sedari tadi aku menunggumu" kataku


"Hingga tidak makan, jika kamu sakit bagaimana Nya" kata mas kasya, aku dan mas kasya berjalan menuju meja makan,disana masih ada banyak makanan


"Mas dari mana" tanyaku saat mas kasya mengambil sepiring nasi

__ADS_1


"Tadi ada beberapa urusan penting" jawabnya


"Sampai mas tidak mengangkat telfonku" aku menunduk lesu, sedari tadi lelah menunggu hingga perutku terasa sakit


"Mas tidak tau kalo kamu menelfon ku, maafkan mas ya" mas kasya menunjukkan ponselnya, ternyata nada deringnya mode Silent, aku pun menghela nafas panjang


"Baiklah tidak apa-apa" kataku


"Ayo makan bersama, mas juga belum makan karena urusan tadi" ajak mas kasya, kami pun makan disatu piring yg sama.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Aku berjalan mengelilingi pondok putri, banyak santri yg tengah bersiap untuk masuk kelas Diniyyah.


"Assalamu'alaikum Ning" sapa salah satu santri putri yg biasa membantu emak didapur


"Wa'alaikumsalam iya mbak" jawabku, mbak itu langsung mencium punggung tangan ku


"Maaf ning,tadi umik mencari ning anya" katanya menyampaikan amanat dari umik


"Oh terimakasih kalo begitu" kataku segera berjalan menuju rumah.

__ADS_1


Diruang tengah sudah ada buya,mas kasya,hani dan umik, sepertinya mereka tengah menunggu ku.


"Assalamu'alaikum" salamku


"Wa'alaikumsalam, dari mana nduk" tanya umik


"Anya habis jalan-jalan ke taman mik" jawabku


"Ayo makan" ajak umik, segera kami pun menuju meja makan.


Selesai makan, aku membereskan meja makan dibantu dengan emak Asih.


"Anya" panggil Buya


"Iya buya" aku pun segera menaruh piring kotor di wastafel


"Kemari nduk" kata buya, aku pun segera duduk disamping mas kasya kembali


"Besok rencananya kasya mau balik ke mesir, kamu kan sudah tau jika kasya masih punya tanggung jawab disana, bagaimana apa kamu mau tinggal disini atau dirumah yai Jazuli" tanya buya, aku pun terkejut dengan perkataan buya, benar saja aku lupa jika suamiku seorang dosen di mesir, aku pun memandang lesu mas kasya, kulihat sepertinya dia enggan untuk berbicara langsung kepadaku, karena mungkin aku tidak akan mau ditinggal olehnya.


"Buya, apa boleh anya meminta waktu" kataku kepada buya, buya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2