Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 65 (Hans & Yulis 1)


__ADS_3

"Nah itu kamar mandinya" tunjuk yulis ke arah kamar mandi


"Terimakasih" kata hans, yulis pun mengangguk


'Dia bisa bilang terimakasih juga ternyata' batin yulis


Yulis pun menuju kamar, dilihatnya wajah aini yg semakin memucat, dan khalif yg masih tidur dengan lelap, yulis pun bergegas turun untuk memberitahukan kondisi aini kepada Anya.


"Nya, eh tuh si aini kenapa makin pucat ya wajahnya" kata Yulis


"Bener, jangan bercanda deh lis" kata anya memastikan


"Beneran nya, sumpah demi tuhan" kata Yulis sambil mengangkat dua jari nya


"Kamu aduk ini dulu ya mah, aku mau ke mas faiz dulu" kata anya memberikan sepatula kepada rahma


Diruang Vip kasya dan faiz tengah bercanda gurau, faiz lupa dengan kondisi istrinya, dia malah asik mengobrol.


"Mas lebih baik kamu bawak aini ke rumah sakit sekarang deh" kata anya yg baru saja tiba


"Lah emang aininya kenapa sayang" tanya kasya


"Kata Yulis dia makin pucat, aku takut ada apa-apa mas" kata anya khawatir


"Terus aini ada dimana sekarang nya" tanya faiz


"Ada dikamar atas mas, dia tidur sama khalif" jawab anya, faiz pun segera berdiri dan meninggalkan kasya juga anya

__ADS_1


"Hans mana ya sayang" tanya kasya yg baru sadar ketidak adaan hans


"Kak hans lagi ke kamar mandi" jawab anya, anya pun bergegas menyusul faiz ke atas.


Hans pun sudah selesai dengan rutinitasnya dikamar mandi, ketika hendak turun dia melihat faiz yg tengah membutuhkan bantuan.


"Kamu kenapa iz" tanya hans


"Eh untung kamu disini, tolong donk" kata faiz, ketika faiz menuju ke atas dan ingin membangunkan aini, tapi sepertinya istrinya itu pingsan karena sejak dari tadi tidak bergerak sama sekali


"Oke-oke" kata hans, hans pun membantu faiz mengangkat tubuh aini dan berjalan menuruni tangga


"Lah lah, itu kenapa si aininya" tanya yulis yg mau naik ke atas bersama anya


"Kayaknya dia pingsan deh" jawab hans


"Yang benar kalo ngomong" kata Yulis yg masih berdiri didepan tangga


"Aku bukakan pintu mobil ya mas" kata anya segera berlari menuju parkiran mobil faiz


"Gus" panggil faiz dengan berteriak


"Apa iz" jawab kasya yg baru keluar dari ruangan vip


"Eh bisa anterin ke rumah sakit gak" tanya faiz sambil terus berjalan menggendong tubuh aini


"Ok" kata kasya berjalan santai dibelakang faiz dan hans.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Akhirnya anya dan kasya mengantarkan aini ke rumah sakit bersama faiz, sedangkan khalif mereka titipkan dulu ke yulis dan hans.


Sesampainya dirumah sakit.


"Keluarga Nyonya aini" panggil suster


"Iya sus" jawab faiz


"Mari pak ikut saya menemui dokter" kata suster, faiz pun mengangguk sambil berjalan dibelakang suster


"Selamat siang gus" sapa dokter dea kepada faiz


"Siang dok, bagaimana kondisi istri saya" tanya faiz


"Silahkan duduk dulu gus" kata dokter dea, faiz pun segera duduk


"Jadi begini gus, kondisi fisik mbak aini perlu diperhatikan, karena sekarang beliau tengah mengandung tepatnya sudah jalan 2 bln" kata dokter dea menjelaskan


"Jadi istri saya hamil dok" tanya faiz yg masih tidak percaya


"Betul gus, selamat ya gus" kata dokter dea sembari menjabat tangan faiz


"Lalu bagaimana dengan kondisi janinnya dok, karena beberapa bulan ini aini susah sekali makan dan sering pusing sekaligus muntah" tanya faiz


"Itu hal normal yg dirasakan ibu hamil gus, terlebih trimester pertama, untuk kondisi janinnya sejauh ini sehat" kata dokter dea

__ADS_1


"Alhamdulillah, terimakasih ya dok" kata faiz, hatinya begitu berbunga-bunga mendengar kabar bahagia ini


"Oh iya gus, ini resep vitamin dan obat, untuk pereda pusing dan mual, vitaminnya ini juga harus diminum rutin, agar perkembangan bayinya bagus" kata dokter dea memberikan secarik kertas resep kepada faiz, faiz pun mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan dokter dea dengan senyum yg tidak luntur dari bibirnya.


__ADS_2