Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 37 (Persiapan Lamaran)


__ADS_3

Hari ini anya tengah membatu faiz mencari bingkisan untuk acara Lamarannya besok.


"Nya lihat deh, mana yg bagus" tanya faiz sembari menunjukkan gamis syar'i ke anya


"Mm bagus semua" kata anya


"aiish, kamu ini kan aku suruh pilih salah satu nya" jawab faiz frustasi


"Hehehe, yg ini deh mas soalnya aini lebih suka model yg simpel" kata Anya


"Gitu donk, kan kamu lebih tau mana yg dia suka dan yg enggak" kata faiz sembari membawa gamisnya "Aku tunggu dikasir" kata faiz, anya pun mengangguk.


Anya pun berjalan ke arah perlengkapan bayi, ya tak terasa usia kandungannya kini sudah 7 bulan, dan sampai saat ini anya masih enggan untuk bertemu dengan suaminya.


"Wah bagusnya, Mm anak umma cewek apa cowok ya" sembari melihat baju bayi yg tersusun rapi


Saat anya tengah memegang salah satu baju bayi tiba-tiba.


"Ini punyaku" kata wanita itu sembari merebut baju itu yg tengah dipegang oleh anya, Anya pun menoleh


"Kamu" kata anya, wanita itu tak sendiri disampingnya ada sosok laki-laki ayah dari anak yg Anya kandung saat ini, anya pun segera pergi dari tempat itu tapi kasya menarik tangannya

__ADS_1


"Anya aku mohon dengarkan aku, aku mohon Nya, sudah 5 bulan kamu terus saja menghindar dariku" kata kasya memohon


"Mau ngomong apa lagi mas, tidak puaskah kamu telah menyakiti ku" kata anya dengan air mata yg sudah mengalir di pipinya


"Kumohon kali ini dengarkan aku" anya hanya terdiam, akhirnya faiz datang mecari anya


"Nya, kamu ngapain disini Gus" tanya faiz ke kasya


"Dia sedang mengantar wanita itu berbelanja keperluan bayi disini mas, aku sudah selesai ayo kita pulang" ajak anya sembari melangkah menjauh dari kasya


"Iz aku mohon, biarkan aku berbicara dengan anya untuk meluruskan kesalahpahaman ini" mohon kasya kepada faiz


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setibanya dirumah anya langsung masuk kedalam kamarnya, Yai Jazuli yg tengah duduk membaca kitab di ruang tengah pun terkejut dengan kedatangan anya dan faiz.


"Sudah selesai iz" tanya yai jazuli


"Sudah bi" jawab faiz


"Anya kenapa iz, biasanya dia akan menghampiri abi tapi tadi dia langsung berjalan ke arah kamarnya" tanya yai jazuli

__ADS_1


"Tadi anya tak sengaja bertemu dengan Gus Kasya bi, dia tengah mengantarkan wanita itu berbelanja keperluan bayi, dan Gus Kasya memohon kepada faiz agar mau membujuk anya" kata faiz, yai jazuli pun menaruh kitabnya dimeja


"Biar abi saja yg membujuk dan berbicara kepada anya iz" kata yai jazuli melangkah pergi ke arah kamar anya


Dikamar Anya


"Nduk" panggil yai jazuli yg sudah berada didalam kamar anya


"Iya bi" jawab anya yg tengah duduk termenung disofa dekat jendela


"Sampai kapan kamu akan menghukum hatimu itu" kata yai jazuli "abi tau memang kasya salah, sudah saatnya kamu harus menerima kenyataan dan mau mendengarkan alasan Kasya saat itu" kata yai jazuli lagi


"Tapi bi, disaat aku bertemu dengan mas kasya kenapa selalu ada wanita itu, dan anya yakin jika bayi yg tengah dikandung wanita itu adalah anak mas kasya" kata anya yg sudah menangis


"Abi tidak yakin jika itu adalah anak Kasya, kasya tidak seburuk itu nduk, mungkin ada alasan lain mengapa dia bersama wanita itu, abi mohon kepadamu agar mau mendengar penjelasan kasya, sampai kapan kamu akan mengartikan itu semua, dan ternyata pada akhirnya semua adalah kesalahan pahaman saja" kata yai jazuli yg sudah duduk disamping putrinya


"Bi..." yai jazuli pun mengusap ujung kepala Anya "Nduk apa kamu tidak kasihan kepada anakmu, selama ini dia tidak mengenal sosok ayah, apa kamu akan terus menjauhkan mereka bahkan saat anak ini lahir, abi tidak memaksamu tapi pertimbangkan kembali keputusan mu, apa kamu yakin bisa menjadi sosok ibu dan ayah untuk anakmu, dan apa kamu siap suatu saat nanti dia bertanya dimana ayahnya" kata yai jazuli, anya pun menangis dipelukan abinya


"Anya akan berbicara dengan mas kasya bi, anya ingin merawat anak ini bersama mas kasya bi, tapi saat anya melihat mas kasya, tiba-tiba anya teringat dengan wajah wanita itu, hati anya sakit bi" jawab anya sesenggukkan


"Dengarkan dulu penjelasannya, mungkin selama ini kamu salah mengartikan itu semua nduk, Besok adalah acara lamaran mas mu, abi sudah mengundang keluarga yai dhim untuk sama-sama berangkat ke Pasuruan" kata yai jazuli, anya pun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2