Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 7 (Pulang)


__ADS_3

Akhirnya kamipun memutuskan untuk makan disalah satu restoran sebelum jam keberangkatan.


"Kamu mau makan apa" tawar prof azka kepadaku


"Terserah prof azka saja" jawabku, diapun hanya tersenyum dan kembali fokus ke menu pesanan


"Mari cari tempat duduk" ajaknya, aku pun berjalan beriringan dengannya, semua mata yg berada di restoran itu memandang kami, membuat ku malu aku pun menundukkan kepalaku, dan ya aku menabrak prof azka untuk kesekian kalinya dengan kejadian yg sama, karena banyak mata yg memandang


"Apa kamu tidak apa-apa, duduklah" kata prof azka sembari membenarkan kursi ku


"Terimakasih prof, maaf jika aku sering menabrak mu"jawabku sembari tetap menunduk


"Kenapa kamu memanggil ku prof, padahal aku tidak pernah mengajarmu, dan kenapa disaat aku bersamamu kamu selalu menundukkan wajahmu, apa aku terlalu seram atau terlalu jelek untuk dilihat" tanyanya panjang lebar kepadaku, aku pun mengangkat wajahku menghadapnya


"Karena semua teman-teman ku memanggil mu prof, aku selalu menunduk karena aku tidak ingin ada rasa kepadamu seperti teman-teman ku, karena rasa sayang dan cintaku hanya untuk suamiku kelak, dan prof aku tidak nyaman jika semua mata memandang ku disaat bersamamu" aku pun menjawab semua pertanyaannya


"Masyaallah, sungguh kamu wanita yg Sholehah, aku begitu takjub dengan jawabanmu, aku minta cukup kamu yg memanggil ku mas, bukan karena apa-apa karena aku dan faiz sudah seperti keluarga" katanya, aku pun melihat ke arahnya dengan senyum yg manis dibibirnya membuat mukaku bersemu merah, tak lama akhirnya makanan kami datang, aku dan mas azka pun fokus kepada makanan kami.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Selesai makan kami pun langsung menuju gate keberangkatan karena sebentar lagi akan masuk kedalam pesawat.


Akhirnya kami pun masuk kedalam pesawat, aku tengah mencari tempat dudukku di ruang bisnis, dan mas azka memanggil ku.


"Anya kemari" aku pun berjalan kearahnya


"Iya" jawabku


"Mas azka duduk dimana" tanyaku, dia hanya tersenyum dan tiba-tiba duduk tepat di sampingku


Perjalanan mesir Indonesia memang sangat lama, memakan waktu kurang lebih 9-11 jam an.


Diatas pesawat mas azka sering kali melihat ke layar ponselnya, dan sedangkan diriku disibukkan menatap laptop, mengerjakan tugas kuliah.


Aku pun teringat belum memberi kabar kepada aini atas kepulanganku, akhirnya aku berpikir jika nanti pesawat sudah landing aku akan menghubunginya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga" aku pun turun dari pesawat dengan mas azka, kami pun berjalan ke tempat pengambilan bagasi.


selesai mengambil koper aku segera mengaktifkan no ponsel Indonesia ku guna menghubungi mas faiz, tapi sepertinya aku kalah cepat dengan mas azka, ya karena dia sekarang tengah menelfon mas faiz.


"Ayo kita cari makan, kata faiz mungkin 15 menit lagi supir akan datang" aku pun mengangguk dan berjalan mencari makan, ya pesawat yg kami tumpangi tadi turun di Bandara Juanda Surabaya, dari Surabaya ke Jombang memakan waktu 2 jaman, tapi sekarang sudah ada tol jadi akan lebih cepat sampainya.


Sesudah makan datanglah seorang pria dia dimas supir abi yg sering antar jemput beliau.


"Assalamu'alaikum Ning" salamnya kepadaku


"Wa'alaikumsalam" dimas pun dengan sigap membawakan koper milikku, aku pun berjalan mengikuti dimas, dan ketika hendak menyeberang aku lupa jika tadi aku bersama mas azka aku pun membalikkan badanku dan ku lihat mas azka tengah tersenyum kepadaku, aku pun kembali ke arahnya


"Maafkan Anya karena meninggalkan mas azka, apa mas azka sudah ada yg jemput" tanya ku


"Tidak apa-apa, Mobilku sudah ada disini, jika sudah sampai rumah sakit tolong kabari aku dan titip salamku kepada faiz dan juga yai Jazuli" kata mas azka, aku pun mengangguk dan berjalan meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2