Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 20 (Kewajiban Istri)


__ADS_3

Muhammad Azka Kasyafani Part


Setelah selesai mandi aku pun tak melihat anya istri ku dikamar, akhirnya aku rebahkan tubuhku diatas kasur.


'mungkin anya sedang mengambil sesuatu' batinku


Tak lama akhirnya dia datang sambil membawa nampan yg diatasnya ada sepiring nasi plus lauk, dan teh hangat.


"Kamu dari mana saja sayang" kataku bertanya kepada Anya


"Maafkan anya mas, tadi anya ke dapur dan berbincang sebentar dengan aini, Mm ini anya bawakan makanan dan teh hangat" jawabnya ditaruhnya nampan itu dimeja samping sofa


"Kamu mandi dulu, setelahnya kita shalat isya' dan makan bersama" kataku, anya pun mengangguk lalu berjalan masuk ke kamar mandi.


Flashback off


Setelah berbicara kepada mas faiz, aku pun kembali kedalam kamar, kulihat mas kasya yg tengah menatap ponselnya sambil berbaring diatas kasur.


"Kamu dari mana sayang" tanya mas kasya, aku merasa malu karena panggilannya kepadaku, aku menjawab semua pertanyaan mas kasya, dan akhirnya dia menyuruhnya untuk segera mandi.


Selesai mandi aku lupa jika belum pergi ke kamar aini, untuk menyampaikan keputusan mas faiz.


"Mas jika mas lelah tidurlah, aku izin ke kamar tamu sebentar" kataku


"Tidak,aku akan menunggumu" kata mas kasya, sebelum aku keluar mas kasya menarik tanganku "Jangan lama-lama" bisiknya ditelinga ku, seketika muka ku memerah tomat dan rasanya buluku berdiri semua


"Baik" jawabku

__ADS_1


Aku pun berjalan ke kamar tamu, kulihat aini yg tengah berberes pakaiannya.


"Ai" kataku


"Ya, bagaimana apa mas faiz bisa" katanya


"Mas faiz bisa, tapi tidakkah kamu menunggu besok pagi saja, kamu belum istirahat" kataku membujuknya agar istirahat terlebih dulu


"Tidak usah Nya, aku ingin segera bertemu dengan bunda dan abah Nya" katanya, aku pun mengangguk


"Apa kamu sudah selesai berkemas, kalau sudah mas faiz dan Nafa sepupuku sudah menunggu mu di depan" kataku


"Aku sudah selesai, maaf sudah merepotkan mu, dan menganggu malam pertamamu" sontak mukaku memerah malu


'Apa mas kasya memintaku segera kembali karena itu' aku pun mengingat saat mas kasya berbisik ditelingaku tadi


"Tidak, kamu kan sahabat ku, kalo begitu kamu hati-hati, kabari aku jika sudah sampai di Pasuruan, salam kepada keluarga mu" kataku


Dikamar


"Mas" panggilanku 'Sepertinya mas kasya sudah tidur' batinku, aku pun mematikan lampu dan segera merebahkan tubuhku disamping mas kasya.


Aku tidur sambil membelakangi mas kasya, tiba-tiba saat mataku akan terpejam, tangan mas kasya memelukku dari belakang.


"Kamu belum tidur mas" kataku


"Belum, aku tidak bisa tidur, apa kamu tidak pernah melepas jilbabmu saat tidur" tanya mas kasya

__ADS_1


"Tidak, biasanya aku lepas" jawabku


"Kenapa tidak kamu lepas saja" kata mas kasya


"Itu... mas" kataku melemah


"Apa kamu masih malu kepadaku sayang" katanya, rasanya pipiku sudah memerah karena perlakuan mas kasya kepadaku


"Mungkin, anya belum terbiasa" jawabku malu


"Kamu harus terbiasa bukankah aku suamimu, dari ujung kepala sampai ujung kaki semua halal dan boleh aku lihat, karena kamu adalah milikku" kata mas kasya, aku semakin malu, ditariknya kerudungku oleh mas kasya, seketika terlihat rambut lurus sepunggung milikku yg tergerai


"Sayang bisakah kamu menghadap ku, tidak enak jika kamu membelakangi ku seperti itu" aku pun segera menghadap ke arah mas kasya, wajahku dan wajah mas kasya hanya berjarak beberapa senti saja, sungguh saat itu aku sangat malu, ditambah lagi ini pertama kalinya aku begitu dekat dengan laki-laki, dan dia adalah suamiku


"Mas, Anya malu" kataku yg bersembunyi dibalik dada bidang mas kasya


"Untuk apa kamu malu sayang" sambil membelai rambut ku


"Mas" panggil ku, yg masih setia bersembunyi dibalik dada bidang mas kasya


"Ya" jawabnya


"Apa mas tidak lelah, ini sudah sangat malam, biasanya aku sudah tidur dijam seperti ini" kataku


"Tidurlah" kata mas kasya


"Tapi bagaimana anya bisa tidur jika jantung anya berdetak kencang" kataku, mas kasya mengangkat wajahku menghadapnya, dikecupnya bibirku sekilas dan

__ADS_1


"Anya sayang bolehkah mas meminta hak dan kewajiban mas malam ini" aku pun tak ingin menolak, tapi aku juga tidak bisa menjawabnya karena malu, maka ku anggukkan kepala ku sebagai tanda jawaban.


Akhirnya malam itu kami melakukan sunnah sebagai pasangan suami istri.


__ADS_2