Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 58 (Aini Hilang)


__ADS_3

Anya pun bergegas kembali ke vila, memastikan bahwa aini sudah kembali lebih dulu.


Sesampainya divila


"Assalamu'alaikum mas" salam anya ketika masuk kedalam vila, dilihatnya yai Jazuli sudah tiba dengan beberapa rekannya


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka serempak


"Anya ada apa" tanya faiz yg melihat wajah panik anya


"Apa aini sudah kembali mas" tanya anya


"Kamu bicara apa, kan tadi aini pergi bersamamu" kata faiz penasaran


"Mas aini hilang" kata anya, membuat semua orang yg berada di sana terkejut termasuk faiz


"Bagaimana bisa Nya" tanya faiz sambil menggoyang-goyangkan badan anya


"Tadi.." anya pun menceritakan kejadian sebelum hilangnya aini, setelah selesai bercerita, faiz pun berlari mengambil kunci mobilnya


"Biar aku mencarinya, aku akan menghubungi gus Kasya, kamu diamlah dirumah bersama abi, tunggu kabar dariku" kata faiz berlari keluar vila


Faiz pun segera menelfon kasya untuk meminta bantuannya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Disisi lain


Kasya tengah bersiap untuk menyusul ke malang, sedangkan hans sudah lebih dulu berangkat bersama anak buahnya.


"Hans, aini calonnya si faiz, dia hilang apa kemungkinan ini ulah si rara hans" kata kasya ditelfon


[Sepertinya begitu, tapi kamu tenang aja Sya, karena ada dua anak buahku yg udah ngikutin mereka sejak tadi] kata hans


"Alhamdulillah, syukurlah terimakasih aku sedang dalam perjalanan ke sana" kata kasya


[Baiklah hati-hati, akan aku kabari jika anak buahku sudah mengabari ku] kata hans, kasya pun segera menutup telfon dan fokus mengemudikan mobilnya.


Sudah hampir dua jam faiz memutari komplek vila yg cukup besar itu, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke vila.


Sesampainya divila


Sesampainya ternyata mobil kasya sudah terparkir didepan teras vila.


"Assalamu'alaikum" kata faiz dengan muka sedihnya


"Wa'alaikumsalam" jawab kasya yg tengah menggendong Khalif

__ADS_1


"Gimana Gus" tanya faiz yg langsung duduk di sofa


"Kamu makan dulu gih iz" kata kasya


"Gimana aku bisa makan gus, itu anak orang yg hilang" kata faiz frustasi


"Kamu tenang aja iz, gak bakal terjadi apa-apa sama calon istrimu, lagian anak buah temanku mengetahui kalo aini diculik, dan mereka sekarang tengah mengikuti mobil itu" kata kasya yg masih tenang


"Sungguh gus, kamu tidak sedang menghiburku, lalu dimana mereka membawa aini" kata faiz dengan begitu semangatnya


"Aku belum tau mereka bawa aini kemana, yg pasti mereka akan segera memberi kabar kepadaku" kata kasya


"Gak bakal aku biarin yg udah berani culik aini" kata faiz dengan mata merah marahnya


"Udah kamu mandi,shalat, terus makan, dari tadi abi mengkhawatirkan mu, dan segera temui abi di taman belakang bersama anya dan rekan-rekannya" kata kasya, faiz pun mengangguk dan segera kembali ke kamarnya.


Selesai mandi dan shalat, faiz melihat kasya tengah telfon dengan muka serius, sedangkan Khalif sudah tertidur pulas di keretanya.


"Iz, kamu mau ikut atau gimana" kata kasya sesudah menelfon


"Iya aku ikut, gimana apa keadaannya baik-baik saja" tanya faiz


"Dia baik-baik aja, kalo begitu kita pamit ke abi dan juga anya, agar mereka nanti tidak mencari kita" kata kasya, faiz pun berjalan mengikuti dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2