Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 32 (Periksa Kandungan)


__ADS_3

Tak terasa kandunganku sudah berjalan 12 minggu, perut yg dulunya rata kini mulai membuncit, hari ini aku tengah mengadakan janji dengan dokter Dea, karena hari ini jadwal kontrol kandungan.


"Han nanti setelah periksa kamu pulang dulu, karena nanti aku ingin mampir ke kedai sebentar" kataku kepada hani, ya hari ini aku kontrol ditemani hani


"Iya, nanti mbak anya naik apa" tanya hani


"Gampang nanti aku pakai ojek online aja" kataku, hani pun mengangguk.


Tiba saatnya giliranku untuk masuk.


"Assalamu'alaikum Dok" sapaku kepada dokter Dea


"Wa'alaikumsalam Ning, silahkan" kata dokter Dea, aku pun langsung berjalan menuju kasur


Tak lama dokter Dea menggerakkan alat berbentuk pensil diperutku.


"Lihat Ning, Bayinya sehat insyaallah bulan depan bisa dengar detak jantungnya" kata dokter dea


"Alhamdulillah, oh ya dok kapan kira-kira bisa tau jenis kelaminnya" tanyaku


"Mm, sebetulnya diusia 5 bulan sudah bisa tapi masih bisa berubah-ubah, jadi kalo mau yg pasti kita tunggu usia kandungan 7 bulan saja" kata dokter Dea, aku pun mengangguk, setelah dokter Dea selesai memeriksa ku, beliau memberiku secarik kertas vitamin yg harus aku tebus di apotik rumah sakit, aku pun segera pamit.

__ADS_1


"Mbak, hani pulang dulu ya sama pak mamang, mbak anya yakin gak bareng hani aja, biar pak mamang yg anter" kata hani


"Enggak, mbak gak papa, nanti kalo umik tanya bilang aja mbak mampir sebentar ke kedai" kataku, hani pun mengangguk lalu bergegas masuk ke dalam mobil.


Setelah obat aku tebus, aku pun memesan ojek online untuk mengantar ku ke kedai, tak lama mobil ojeknya datang, aku pun segera masuk dan duduk dikursi belakang.


"Pak sebelum ke alamat yg saya tuju, bisa gak kalo mampir ke supermarket dulu" kataku, ya karena ada beberapa barang yg habis dikedai jadi sekalian aku mau membelinya.


"Baik" kata driver ojeknya


Di Supermarket


Aku pun mengambil troli dan mulai mencari beberapa barang yg habis di kedai.


Hingga aku menemukannya, dia sedang bersama seorang wanita dengan rambut yg terurai sebahu, dress salem sepaha, dan perutnya yang buncit, dia laki-laki yg sangat mirip sekali dengan mas kasya, aku pun mencoba mendekat ke arahnya.


"Mas azka boleh aku mengambil ini" kata wanita itu


"Iya, jangan lama-lama aku akan menunggumu dimobil" kata laki-laki itu


'Azka, apa benar itu mas kasya, tapi siapa wanita itu, sepertinya aku belum pernah melihatnya, dan apakah wanita itu sedang hamil' batinku, karena perutnya juga buncit

__ADS_1


Aku pun segera berlari menuju kasir, saat selesai membayar, aku berjalan menuju parkiran mencari sosok yg sangat mirip dengan suamiku, aku menemukannya, sepertinya dia sedang menunggu wanita itu didepan mobil CRV hitam.


"Mas Kasya" panggilku, laki-laki itu langsung melihat ke arahku, seketika air mataku menetes, benar saja itu mas kasya suamiku


"Anya" jawabnya dengan wajah yg sedikit terkejut


"Kamu sedang apa disini, bukankah kamu bilang jika tidak bisa mengambil cuti bulan ini, bukankah kamu bilang jika kamu tidak bisa pulang, lalu kenapa kamu disini, dengan wanita itu" tunjukku ke arah supermarket, hatiku hancur seketika, air mataku terus mengalir melihatnya


"Nya aku bisa jelasin, jangan salah paham ya sayang, ini gak seperti yg kamu banyangkan" kata mas kasya sembari memegang tangan ku, aku pun menepis tangan mas kasya


"Kenapa mas bohong sama aku, kenapa saat aku memintamu pulang kamu tidak bisa, aku sudah lama menahan rindu bertemu denganmu, aku tak sabar memberitahu kabar bahagia, tapi apa kamu tengah asik dengan wanita lain, saat aku tersiksa karena berada jauh darimu" kataku, hatiku benar-benar sakit rasanya saat itu


"Sayang kita omongin ini dirumah buya nanti ya" kata mas kasya sembari memohon kepadaku


"...." aku pun hanya terdiam, tak lama


"Mas azka siapa dia" tanya wanita itu, ya dia tengah berdiri dibelakang ku dengan beberapa kantong belanja di tangannya


"Perkenalkan saya Anya, Saya pikir dia adalah suami saya tapi ternyata bukan, maaf salah orang permisi" kataku, aku pun langsung masuk ke dalam mobil, dan menyuruh driver untuk segera pergi dari supermarket itu


Mas Kasya terus memanggil namaku, tapi aku menyuruh drivernya untuk terus berjalan.

__ADS_1


'Teganya kamu mas, aku rela menunggu mu tapi apa yg aku dapatkan' kataku dalam hati, selama perjalanan menuju kedai aku hanya terdiam dan terus menangis dalam diam.


__ADS_2