Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 40 (Kecelakaan 1)


__ADS_3

Setelah faiz membangunkan yai jazuli dan langsung menelfon keluarga yai Dhim.


"Nya kamu dirumah aja ya" kata faiz yg hendak pergi ke rumah sakit bersama yai Jazuli


"Gak mas, anya mau ikut" kata anya dengan air mata yg tiada henti


"Biarkan dia ikut iz, dia yg lebih berhak" kata yai Jazuli, akhirnya mereka segera berangkat ke rumah sakit.


Sesampainya disana faiz tengah mengurus administrasi, yai Jazuli dan anya langsung menuju ke ruang UGD.


"Dok bagaimana menantu saya" tanya yai jazuli ke salah satu dokter yg menangani kasya


"Pendarahan di kepalanya sangat parah, untuk saat ini kami tengah menghubungi PMI karena golongan darahnya langka yai, dan untuk keluarga perempuan apa sudah datang" kata dokter tersebut, anya sedikit terkejut karena setahunya kasya berangkat sendiri


"Perempuan siapa dok, saya istrinya" tanya Anya penasaran


"Perempuan itu tengah hamil 9 bulan Ning, dan bayinya tidak bisa diselamatkan karena benturan yg teramat kuat" kata dokter, anya pun pingsan saat dokter menjelaskan kondisi perempuan itu, untungnya ada faiz dia langsung sigap menopang tubuh adiknya, para suster pun langsung membawa anya ke UGD karena pendarahan yg dia alami


Tak selang berapa lama keluarga yai dhim datang disusul keluarga perempuan itu.


"Bagaimana keadaan kasya dik" tanya yai dhim

__ADS_1


"Dokter sudah membawanya ke ruang operasi mas,karena pendarahan di kepalanya" kata yai dhim, nyai ulfa pun lemas hani yg berada disampingnya langsung menuntun nyai ulfa untuk duduk


"Umik duduk, do'a kan mas kasya sehat selamat" kata hani menguatkan ibunya


"Lalu apa anya tau dik" tanya yai dhim, seketika raut muka yai jazuli berubah sendu


"Dia tau, dan sekarang anya berada di ruang operasi karena pendarahan, dokter memutuskan untuk mengeluarkan bayinya sekarang, agar ibu dan bayinya selamat" kata yai Jazuli, terlihat disisi kelopak matanya ada sedikit air mata


"Kita doakan untuk kasya dan anya semoga Allah memberikan kesehatan dan keselamatan bagi mereka" kata yai dhim berusaha tegar


"Maaf yai dan gus, bagaimana kondisi anak saya" tanya seorang laki-laki paruh baya


"Saya tidak tau pasti, tapi kata dokter cucu bapak tidak bisa diselamatkan karena benturan yg sangat keras" jawab faiz, laki-laki paruh baya itu segera berjalan pergi mencari dokter untuk menanyakan kondisi anaknya disusul para kerabatnya.


Mereka tengah menunggu didepan pintu ruang operasi, sudah 1 jam lebih akhirnya pintu operasi terbuka.


"Bagaimana operasi anak saya dan menantu saya dok" tanya yai dhim yg sedari tadi tidak duduk karena cemas


"Alhamdulillah operasi menantu anda berjalan dengan lancar, selamat cucu anda laki-laki yai, dan untuk anak anda kami belum tau, kita tunggu 1 jam lagi, insyaallah operasi sudah selesai" kata dokter itu, tak lama setelah dokter keluar anya dan banyinya juga keluar, yai dhim pun mengendong bayi laki-laki mungil untuk mengadzani, setelah itu langsung ditaruhnya kembali ke dalam inkubator


Terlihat anya masih tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius, faiz, nyai ulfa, dan hani tengah duduk menemani anya dikamarnya.

__ADS_1


"Mas" panggil anya baru bangun dari tidurnya


"Iya, kamu jangan banyak gerak dulu Nya, kamu kan habis operasi" kata faiz, anya pun menangis


"Mas kasya gimana mas" tanya anya cemas


"Kamu jangan mikirin gus Kasya dulu, tubuhmu masih lemas, dokter tengah melakukan yg terbaik untuk gus kasya" kata faiz menenangkan anya


"Nduk, maaf kan kasya, maaf jika umik tidak bisa mendidik kasya" kata nyai ulfa sembari menangis melihat anya, anya pun mengangguk


"Mbak anaknya ganteng banget, tapi dia gak bisa dibawah kemari, karena tidak bisa lepas dari alat-alat medis" kata hani sambil memegang tangan anya, ya saat itu anya tengah mengandung 7 bulan artinya anaknya terlahir prematur, dan karena BB yg kurang dia harus tetap berada di inkubator serta beberapa selang untuk mendeteksi jantung dan alat bantu nafas


"Apa kamu punya fotonya han" tanya anya, hani pun mengangguk sembari menunjuk bayi laki-laki mungil yg tengah tertidur didalam boks bayi, anya pun menangis karena tidak tega melihat anaknya dikerumuni banyak selang dan alat medis.


Disisi lain


Akhirnya operasi kasya sudah selesai, kasya pun langsung dipindahkan ke ruang VVIP dengan jam kunjung yg dibatasi.


"Bagaimana dok" tanya yai Jazuli


"Alhamdulillah semua berkat do'a dan perlindungan Allah kepada gus kasya, tapi untuk saat ini masih tidak bisa menjenguknya, karena butuh waktu istirahat, insyaallah besok sudah bisa di jenguk dan untuk kapan sadarnya kami tidak tau, karena itu kembali lagi kepada pasien kapan ingin sadar" kata dokter menjelaskan

__ADS_1


"Baiklah terimakasih dok" kata yai dhim, yai Jazuli dan yai dhim hanya bisa melihat kasya dari luar jendela saja, akhirnya mereka memutuskan untuk melihat kondisi anya di ruangannya.


__ADS_2