Pinangan Mu

Pinangan Mu
Episode 62 (Kepulangan Kasya)


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, hingga tidak terasa kasya akan segera pulang ke Indonesia.


"Mas, gimana kabar aini disana" tanya anya kepada faiz ditelfon, semenjak faiz menikah dengan aini dia memutuskan untuk mengikuti kemauan istrinya, terlebih aini adalah anak satu-satu jadi wajar saja jika dia masih tidak ingin berjauhan dengan orang tuanya


[Alhamdulillah Nya, tapi memang beberapa hari ini kurang sehat] jawab faiz


"Udah dibawak ke dokter mas" tanya Anya


[Insyaallah nanti agak siangan nya, oh ya kabarnya hari ini gus kasya akan pulang] tanya faiz kepada anya


"Iya mas, insyaallah nanti Dzuhur pesawatnya baru lending" kata anya


[Kalo gitu mas titip salam ke gus Kasya ya nya] kata faiz


"Iya mas, mas anya tutup dulu ya, kabari anya kalo ada apa-apa" tutup anya


Anya kini tinggal bersama yai Jazuli membantu abinya mengurus pondok untuk sementara waktu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sebelum berangkat menuju bandara, anya terlebih dulu mampir ke kedainya.


"Assalamu'alaikum" salam anya ketika masuk ke dalam kedai


"Wa'alaikumsalam" jawab Yulis


"Gimana lis, apa kedainya ramai" tanya anya

__ADS_1


"Ya, seperti biasa ramai sekali, nya jika kamu tidak keberatan apa aku boleh mengajak saudara ku bekerja disini, karena jika aku sendiri aku sedikit kuwalahan" kata yulis


"Ya Allah, maafkan aku lis, andai saja Khalif bisa ditinggal aku pasti akan membantu, sebetulnya aku tidak keberatan jika kamu akan mengajak saudara mu bekerja disini, apa dia mau lis" kata anya


"Insyaallah mau Nya,karena kebetulan dia juga cari pekerjaan sampingan" kata yulis


"Oh baiklah, lis aku tinggal dulu ya, aku mau jemput mas kasya ke bandara" kata anya berpamitan


"Ok hati-hati nya, mungkin saudaraku lusa sudah bekerja disini" kata yulis mengikuti anya keluar dari kedai


"Iya, kabari aku jika saudaramu sudah bekerja disini" kata anya yg sudah berada didalam mobil.


Disepanjang perjalanan anya tersenyum menatap ke arah Khalif, dia benar-benar tidak sabar bertemu dengan kasya.


sesampainya di bandara juanda


Tak lama akhirnya kasya keluar dari pintu kedatangan dan dia melihat anya yg tengah asik bercanda dan tertawa bersama khalif.


"Assalamu'alaikum sayang" salam kasya kepada anya


"Wa'alaikumsalam mas, Masyaallah" kata anya menatap wajah kasya yg semakin tampan


"Khalif anak abah udah besar sekarang" kasya pun menggendong khalif sambil mencium pipinya


Kasya dan anya pun segera menuju parkiran mobil, disana sudah ada dimas yg senantiasa menunggu.


"Mas kenapa beberapa minggu ini kamu gak pernah telfon aku" tanya anya ketika sudah berada didalam mobil

__ADS_1


"Maaf sayang, karena mas masih mengurus beberapa berkas dan laporan mas selama menjadi dosen disana" kata kasya, mata kasya tak lepas dari anak nya


"Mm" jawab anya yg sedikit cemburu karena kasya tidak memperdulikannya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Perjalanan yg lumayan jauh membuat kasya dan Khalif tertidur, dan sesampainya di rumah yai Jazuli, anya membangunkan suaminya.


"Mas kita udah sampai" kata anya sembari menggoyangkan badan kasya


"Eh aku tadi ketiduran ya sayang, maaf ya" kata kasya yg tidak sadar jika dirinya ketiduran selama diperjalanan


Mereka pun segera masuk dan menemui yai Jazuli.


"Assalamu'alaikum abi" salam kasya kepada yai Jazuli sambil mencium punggung tangannya


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah sampai dengan selamat nak, gimana kabarmu" tanya yai Jazuli


"Alhamdulillah sehat bi, faiz mana bi" tanya kasya


"Sudah 3 bulan lebih faiz berada di Pasuruan, dan kabarnya aini sedang tidak enak badan" kata yai Jazuli


"Mm, jadi selama ini abi sendiri mengurus pondok" tanya kasya


"Enggak nak, terkadang anya juga membantu abi, lagian juga ada pengurus" kata yai Jazuli


"Kamu istirahat dulu, pasti capek" kata yai Jazuli menyuruh kasya

__ADS_1


"Baik bi" jawab kasya dan berlalu pergi dari ruangan baca yai Jazuli


__ADS_2