Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
11. Motor bekas Aldi


__ADS_3

Ada sebuah bengkel tua yang serba guna dengan jual-beli motor bekas, Pemilik bengkel tua itu sama dengan pria paruh baya itu sama-sama usang dan tua


Aldi pun berangkat dengan berjalan kaki dari rumah menuju sebuah tempat berjual beli motor bekas beserta bengkel tua dekat dari dekat rumah


Bengkel Rahmat


"Pak, saya mau beli motor bekas Honda yang jadul saja, Apa masih ada yang tersisa di sini?" tanya Aldi


"Ada nak, Kebetulan ada. Ini hanya tersisa satu Honda Astra jadul sih. Apa remaja seperti kamu tidak malu untuk memakai motor tua seperti ini?" tanya Pak Rahmat


"Nggak apa-apa, Pak dari pada saya berjalan kaki dari sekolah menuju rumah" ucap Aldi


"Wah, kasian banget kamu, Nak! nanti kamu bisa sakit kalau terus menerus berjalan kaki" ucap Pak Rahmat


"Iah, Maka dari itu saya ingin membeli motor tua ini saja. Apa surat-suratnya lengkap pak?" tanya Aldi


"Hanya BPKB saja, nak. Saya kasih harga pas dua juta saja motor bekas ini. Bagaimana?" tanya pak Rahmat


"nggak bisa kurang lagi, Pak?" tanya Aldi


"Begini saja, Adek bisa cicil jika tidak mampu membayar. Saya merasa kasian pada kamu meski kita baru saling mengenal" ucap pak Rahmat


"Saya ada uangnya hanya satu juta, Pak" ucap Aldi


"hmmm, yasudah tidak apa-apa satu juta dulu ke Bapak. Nanti sisanya kamu bisa cicil" ucap Pak Rahmat

__ADS_1


"Wah, beneran. Pak?" tanya Aldi


"Ya, asal kamu bayar dan satu lagi berikan saya fotocopy KTP kamu sebagai jaminan kamu tidak akan kabur" ucap Pak Rahmat


"Bapak tenang saja, Rumah saya tidak jauh dari sini" ucap Aldi


"Coba mana saya lihat KTP kamu saya foto saja deh biar nggak ribet" ucap Pak Rahmat


"Ini, Pak" ucap Aldi memberikan KTP asli


"Wah, Benar rumah ini dekat sekali dari bengkel saya" ucap Pak Rahmat


"Saya ini bukan pembohong, Jadi Bapak bisa percaya saya. Pokoknya hasil Ojek saya nanti sebagian akan saya cicil untuk motor ini" ucap Aldi


"Baiklah, kamu bisa pakai motor ini dan ini kunci motornya"ucap Pak Rahmat memberikan kunci motor



"Bensin motor Honda Astra ini sangat irit" ucap Pak Rahmat


"Iah, Pak saya tahu makanya saya ingin motor Honda" ucap Aldi


"Saya kasih harga murah karena saya kasian sama kamu. Apa orang tua kamu masih ada, Nak?"tanya pak Rahmat


"Ada, Pak, tapi orang tua saya juga sedang mengalami kesusahan ekonomi" ucap Aldi

__ADS_1


"Kamu berapa bersaudara?" tanya pak Rahmat


"Saya dua bersaudara, Pak" ucap Aldi


"Oh, Beda berapa tahun dengan jarak kamu saat ini?" tanya pak Rahmat


"Hanya selisih jarak dua tahun saja, Pak" ucap pak Rahmat


"Waduh, berat ya jika hanya selisih jarak dua tahun dari kamu" ucap Aldi


"Adik saya berprestasi di sekolahnya dulu, Namun karena ada peristiwa dia di keluarkan dari sekolah lamanya, Pak" ucap Aldi


"Oh, Saya turut prihatin yah atas apa yang menimpa adik kamu" ucap pak Rahmat


"Makasih, Pak" ucap Aldi


"Lalu sekarang adik kamu masuk sekolah mana?" tanya Pak Rahmat


"Dia satu sekolah dengan saya, tapi karena saya sering mengajaknya untuk berhemat uang ongkos dengan cara berjalan kaki, dia sekarang sakit" ucap Aldi


"Yasudah, ini kamu pakai sebaik mungkin, dan semoga mendapat rezeki yang melimpah" ucap pak Rahmat


"Terima kasih banyak, Pak" ucap Aldi yang mencoba menyela motor tua'nya dan bergegas kembali pulang untuk menunjukan motornya pada adiknya


bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2