
Keluarga bagiku adalah segalanya, Selain Aku sangat sayang pada Kakek Darma. Aku juga sangat mencintai Jonathan yang selalu menolak cintaku, namun itu tak membuat aku berkecil hati, Aku akan terus berjuang untuk meraih apa yang aku ingin perjuangkan.
Pagi ini Kakek Darma akan datang menjenguk papi yang terbaring lemah tak berdaya akibat Vertigo yang kambuh meresahkan jiwa. Aku menantikan kedatangan Kakek Darma dengan menyeruput teh herbal yang aku sering konsumsi agar tubuhku selalu ramping dan Jonathan akan terpanah padaku
"Agnes, Kamu jemput kakek di puncak ya?" tanya Rinto dengan terbaring lemah di atas kasur mewahnya
"Siap, Agnes berangka sekarang ya" ucap Agnes
Aku melangkahkan kaki menuju mobil berwarna kuning, tapi gerakan kaki aku terhenti karena jemari tangan keriput itu menggenggam erat tangan kanan'ku saat aku hendak membuka daun pintu mobil
"Kakek?!" kaget Agnes
"Surprise, Cucuku!" ucap Kakek Darma
"Kakek, kok nggak bilang kalau lebih awal. Aku kan mau jemput kakek" ucap Agnes sambil mencekal lengan sang Kakek
__ADS_1
Kakek Darma wataknya adalah selalu tidak mau merepotkan orang lain terlebih orang-orang yang di sayangi
"Di mana Papi'mu, Kakek bawa Sop iga kesukaannya" ucap Kakek Darma
"Papi ada di kamar, Kek. Kakek tidak perlu cemas. Papi hanya vertigo" ucap Agnes
"Kakek ke sini ingin bicara empat mata sama dia, Sekalian Kakek jenguk ajah"ucap Kakek Darma
"Oh, Kalau gitu Agnes antar Kakek ke kamar papi" ucap Agnes
"Wah, Asyik. Aku hangatkan dulu ya, kek" ucap Agnes
Aku pergi ke dapur di ruangan yang ada di samping kamar milk Papi. Aku segera menghangatkan semua makanan yang di beri oleh Kakek Darma. Kakek selalu memberi tanpa harus meminta terlebih dulu, Setelah selesai menghangatkan makanan yang Kakek bawa untuk Aku dan Papi. Aku pun keluar dari dapur dan melahap ketan bakar kesukaan'ku sejak kecil, Aku tak berani mengintip pembicaraan apa saja yang di lakukan oleh Kakek dengan Papi karena Papi akan merasa merah padam, Jika aku diam-diam menguping pembicaraan mereka. Aku pun hanya bisa menunggu sambil menikmati santapan yang aku suka
Akhirnya Aku melihat sorot mata kekecewaan yang besar saat kakek Darma keluar dari ambang pintu besar itu, Aku tak berani untuk bertanya banyak mengenai apa yang mereka bahas, Namun aku tahu Jika Kakek masih belum menerima kepergian mendiang mama begitu saja.
__ADS_1
Dua tahun lalu, Kakek menangis tersedu-sedu karena putri kandung semata wayangnya meninggal karena penyakit leukimia yang di derita, Lalu Kakek Darma sangat membenci Papi karena tidak bisa menjaga putri semata wayangnya dengan baik.
kala itu aku menguping pembicaraan mereka,Tapi tak seperti sekarang Aku tak berani untuk menguping pembicaraan mereka lagi.
Saat Aku sedang menonton drama Korea, Tiba-tiba saja Papi teriak dalam ruang kamar yang tak ada penyaring tembok.
"Ayah Darma?!" Kaget Rinto dengan mata membulat seolah tak percaya dengan apa yang di lihat!
Aku pun kaget dan segera untuk masuk ke dalam kamar papi untuk menanyakan apa yang terjadi pada Kakek Darma
kenyataan tak bisa Aku terima bahwa Kakek sudah meninggal padahal tadi pagi masih bisa aku tersenyum manis sembari mencekal lengannya dan pada petang hari saat Kakek hendak keluar dari pekarangan, Aku hendak mencegahnya karena aku ingin mengantarkan pulang, Namun tangan'ku di tepis, Kakek tak mau aku antar
bersambung.....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...