Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
29. Tidak mau berbagi


__ADS_3

Pria perhitungan selalu membawa kotak bekal berisi makanan kecuali sewaktu-waktu ia ingin menyeruput segelas jus yang bisa mengurangi rasa dahaga dan juga rasa lelahnya


"Bagi dong, minuman jusnya" seru Doni


"Beli ajah, lu kan orang berada nggak kayak gw"ucap Aldi


"Males pesannya! lama! sini bagi yang lu ajah" ucap Doni merebut gelas yang berada di genggamannya


"Hmmmm, dasar orang kaya pemalas" cibir Aldi


"Biarlah yang penting gw kaya" celetuk Doni


"Kaya monyet" ucap Aldi


"Sembarangan lu ngatain gw monyet! Jelas-jelas gw kelinci yang lemah lembut dan baik hati seperti ini" puji Doni


"Nggak tau akh! gimana lu! gw lagi pusing sama masalah nyokap gw yang butuh biaya besar untuk operasinya" ucap Aldi


"Biar gw bantu cari solusi, mau nggak?" tanya Doni


"Solusi apa?" tanya Aldi


"Gimana kalau lu ikut gw bentuk group band dari pada penghasilan lu cuman jadi gojek online saja" ucap Doni


"Boleh, kita ngamen di mana?" tanya Aldi

__ADS_1


"Lawak lu! gw lagi serius! kita bentuk band! setau gw lu kan jago tuh ciptain lagu! biar gw aransemen ucap Doni


"Oke, setuju. Kalau gitu lu cari anggota lain yang mau bergabung dengan group band kita" ucap Aldi


Kesepakatan tercipta antara kedua belah pihak dengan berjabat tangan serta tatapan tajam tersirat makna yang menolehkan sebuah isyarat di dalam sorot mata penuh harapan


****


Dalam sekejap mata kuda besi milik Doni telah tiba di halaman belakang kediaman Aldi.


Kehadiran dua sekawan itu di sambut manis oleh mama Hesti. Dengan riang gembira Aldi tersenyum tipis karena di sambut oleh sang ibu yang telah berjuang untuk melahirkan


"Nak, kenapa baru pulang jam segini"ujar Hesti


"Lain Kali kamu harus laporan dulu sama mama tentang apa yang sedang akan kamu lakukan" ucap Hesti


"Ih, Mama aku ini sudah dewasa jangan perlakukan aku seperti anak kecil, apalagi sekarang mama berbicara di depan mata teman aku" ucap Aldi


"Mama tahu kamu sudah dewasa, namun bagi mama, Kamu tetap anak kecil yang harus mama jaga setiap saat" ucap Hesti


"Mama selalu berlebihan" ucap Aldi


"So sweet sekali mama kamu" timpal Doni


"Tante memang begini jadi kamu nggak usah merasa heran begitu" ucap Aldi

__ADS_1


"Ia, Tante aku tahu kok"ucap Doni


"Mau mampir dulu, Doni?" tanya Hesti


"Maaf, Tante aku duluan pulang saja" ucap Doni


"Makasih, Nak Doni sudah mampir" ucap Hesti


"Sama-sama, Tante. Saya permisi dulu"ucap Doni


"Ati-ati, Nak Doni" ucap Hesti


"Makasih, Tante" ucap Doni menyalakan kunci motor dengan cara memutar kunci ke kanan lalu mulai memegang stir dan rem untuk menyalakan mesin


Doni melambaikan tangan kanan sebelum Ia benar-benar hilang dalam pandangan mata anak dan ibu yang juga membalas lambaian tangan dengan senyum tipis


"Teman kamu baik sekali! mau mengantarkan kamu sampai rumah" ucap Hesti


"Ia, Hanya dia saja teman yang paling baik yang pernah aku punyai" ucap Aldi


bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian...

__ADS_1


__ADS_2