
Tiga orang preman mendadak masuk kedalam sebuah kantor yang terletak di pertengahan kota besar, dengan derap langkah kaki yang cepat mereka memasuki ruangan CEO sekaligus pemilik perusahaan
Setelah ketiga preman itu masuk, Seorang pria paruh baya dengan raut muka penuh kemarahan menghampiri Rinto dengan duduk santai
"Pak Rinto, sudah tiga bulan anda menunggak biaya cicilan hutang yang anda lakukan untuk menambah investasi perusahaan" ucap
"Proyek saya sedang terkena defisit, pak. Tolong beri keringanan menambah waktu untuk menyelesaikan proyek saya" pinta Rinto
"Baiklah, Pak saya akan berikan waktu satu bulan lagi, namun jika Bapak Rinto Sanjaya tidak bisa melunasi hutang. Saya akan menyita seluruh aset anda" ucap
"Baik, Pak. Terima kasih" ucap Rinto
*
*
*
Tak lama kemudian adik perempuan yang ternyata bukan saudara kandung itu sedang menunggu kakaknya keluar dari pagar sekolah, Alenka diam-diam menguping pembicaraan antara Evelyn dengan Aldi.
"Sudah lama nunggu, dek?" tanya Aldi
"Lumayan lama menonton kakak dengan pacar Kakak yang sedang debat di sana" ucap Alenka
"Eh, bocah kecil tidak boleh menonton drama di siang bolong seperti ini" ucap Aldi
"Mau gimana lagi Alenka kan tidak sengaja menonton adegan drama Roman Picisan" ledek Alenka
"Sengaja atau tidak sengaja seharusnya kamu tidak usaha menonton dan menguping pembicaraan Kakak" ucap Aldi
"Iya-iya, maaf! lagian kakak kenapa sih cemburu begitu?" tanya Alenka
"Wajar saja Jonathan itu tampan dan kaya sedangkan kakak hanya Upik abu" ucap Aldi
"Jangan merendah diri, kak. mungkin hari ini kita sedang berada di bawah tapi suatu hari karena kerja keras kita, mungkin saja kita akan sukses dengan kemampuan kita bukan karena kaya Karen hasil dari orang tua" ucap Alenka
__ADS_1
"Kamu benar, cara pikir kamu sudah dewasa. kakak bangga sekali punya kamu" ucap Aldi
Perjalanan panjang pun di tempuh, dengan langit biru yang membentang di atas, angin sepoi-sepoi yang mengikuti derap kuda besi usang itu.
"Kak Aldi" ucap Alenka
"Apa?" tanya Aldi
"Hari ini kita mampir ke supermarket ya untuk membeli bahan makanan" ucap Alenka
"Oke, siap! Tuan putri Alenka" ucap Aldi
"Ih, apa an si kakak! sebut aku tuan putri segala" ucap Alenka
"Kamu memang tuan putri dan aku kakak dari tuan putri" ucap Aldi dengan terkekeh
"CK! lebai banget! sudah hayu cepat!" ucap Alenka
Sejak kematian Hesti, segala keperluan memasak, mencuci, dan membersihkan rumah menjadi tanggung jawab Alenka dan Aldi
"Sejak resesi, semua harga pokok meningkat drastis. Aku harus mencari pekerjaan tambahan lain, dek" ucap Aldi
"Biar Alenka juga bantu kakak untuk bekerja ya" ucap Alenka
"Kamu kan harus fokus untuk belajar dan membantu pekerjaan dapur di rumah" ucap Aldi
"Justru itu kak, Aku akan usaha online saja untuk membantu keuangan keluarga kita" ucap Alenka
"Usaha online apa yang kamu maksud?" tanya Aldi
"Catering, kak" ucap Alenka
Aldi pun membulatkan mata, dia menata tajam ke arah Alenka dan menentang keras keinginan hatinya untuk membuka catering
"Lebih baik kamu fokus saja belajar, biar Kakak saja yang mencari uang" ucap Aldi
__ADS_1
"Kakak kan tahu papa sudah di PHk, hanya ini usaha satu-satunya jalan keluar atas masalah keuangan keluarga kita" ucap Alenka
Dengan menghela nafas panjang, akhirnya Aldi terpaksa menyetujui keinginan Alenka untuk membuka usaha catering
"Yasudah, tapi kamu kasih tahu papa dulu mengenai ini semua" ucap Aldi
"Siap, Kakak Alenka yang gateng dan bau asem" ledek Alenka
"Kok bau asem?" tanya Aldi
"Kakak memang bau asem! jarang mandi" ucap Alenka
"Aku mandi sekali kok! untuk hemat sabun" ucap Aldi
"Dasar pria perhitungan" ledek Alenka
"Kamu selalu sama saja dengan teman-teman kakak yang selalu mencibir dengan sebutan itu
"Kakak memang pantas di cibir sebagai Pria perhitungan! masa sabun yang harganya murah saja di permasalahkan! itu mah memang kakaknya ajah yang pelit" ucap Alenka
"Aku nggak pelit, tapi hemat" ucap Aldi
"Pelit ya pelit! bukan hemat!"cibir Alenka
"Kakak tinggalin ya kamu di supermarket ini" ancam Aldi
"Jangan kak! aku nggak ada ongkos untuk pulang ke rumah" ucap Alenka
"Makanya jadi bocah jangan banyak mencibir kakaknya" ucap Aldi
"Iya-iya, Maaf!" ucap Alenka
bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...