
Kepanikan mulai menerkam hati pria paruh baya tersebut, dia kaget dengan kondisi istrinya yang tiba-tiba saja pingsan, padahal tadi pagi dia melukiskan senyum termanis saat hendak menyajikan sarapan untuknya
"Ya ampun, taksi online lama sekali" gerutu Baskoro
Kesabaran itu memudar menjadi rasa
panik kembali setelah taksi itu datang, kesadaran Hesti tidak kunjung datang
"Ku mohon Tuhan, jangan ambil dia," seru Baroto saat dalam perjalanan menuju rumah sakit
******
CAKRAWAlA BANGSA SCHOOL
Seorang anak memiliki kemampuan untuk merasakan akan ada sesuatu hal besar terjadi pada orang terdekatnya atau bisa di katakan dengan Firasat
Firasat itu tiba-tiba mengalir di hati dan pikiran seorang anak laki-laki yang dekat kepada Ibu yang selama ini di anggapnya sebagai ibu kandung
Kantin sekolah
Prank!
Gelas yang hendak di bawa Aldi tiba-tiba saja pecah seketika saat dia sekali menghilangkan rasa dahaganya
"kenapa perasan gw jadi nggak enak gini?! sebenarnya apa yang terjadi"ucap Aldi
"lu kenapa?" tanya Doni
"Nggak tahu nih, perasan gw nggak enak seperti sesuatu yang buruk akan terjadi" ucap Aldi
"Kalau gitu lu harus siapkan mental yang kuat, jika memang akan terjadi hal yang buruk kedepannya" ucap Doni
__ADS_1
"Iah, thank you" ucap Aldi
*****
Di sisi lain hal yang serupa terjadi di kelas Alenka, dia merasa Ling Lung akan sesuatu hal yang akan terjadi. Tanpa sengaja dirinya bersenggolan kepada teman yang hendak sepintas ingin lewat, namun langkahnya terhenti ketika keseimbangan itu tidak terjaga dengan baik hingga bertebaran buku-buku milik teman sekelasnya
"Hati-hati dong kalau jalan! pakai mata bukan dengkul!" gerutu Viola
"Sorry, gw nggak sengaja nyenggol lu" ucap Alenka
"Kata maaf lu nggak akan mengubah buku-buku gw jadi berantakan kayak gini," ucap Viola sambil membersihkan buku yang berserakan
"Sini, gw bantu beresin," ucap Alenka membantu mengambil buku yang berserakan
"Ini kan memang tanggung jawab lu untuk beresin buku ini," ucap Viola yang menyenggol secara sengaja siku kaki Alenka hingga merintih kesakitan
"Akh! sakit tau!" seru Alenka
Alenka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya serta menghela napas yang panjang agar kekesalan dalam ubun-ubun kepalanya tidak terucapkan dengan cercaan kasar yang akan ia lontarkan
"Firasat apa ini?! kenapa gw merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi" gumam Alenka dalam hatinya
"Lu yang bersihin ajah, cepetan!" ucap Vio
"Iya-iya, sabar!" ucap Alenka
*
*
*
__ADS_1
Sementara itu Baskoro sudah tiba di Bhayangkara Hospital
"Brankar, bawa kemari" seru Baskoro
"Baik, tunggu sebentar"ucap petugas itu berlari kilat untuk membawa brankar
"Terima kasih,"ucap Baskoro sambil membaringkan istrinya ke brankar lalu mendorong brankar itu beserta petugas
********
Seusai sekolah Aldi dan Alenka pulang ke rumah dengan mengendarai kuda besi dengan kecepatan sedang karena Aldi trauma dengan peristiwa lampau yang menyebabkan Kakek Darma harus meninggal di tempat kejadian.
Dalam perjalanan yang di tempuh, Alenka menatap jalanan yang kosong
dengan menghela napas berkali-kali seolah-olah akan ada hal buruk yang terjadi.
"Kak, hari ini nggak usah kerja gojek dulu" ucap Alenka
"Kenapa kakak tidak boleh kerja, Dek?" tanya Aldi
"Perasaan aku dari tadi di sekolah tidak enak" ucap Alenka
"Kok bisa sehati sih kita? perasaan kakak juga nggak enak" ucap Aldi
"Lebih baik kita cepet pulang, Kak" ucap Alenka
bersambung..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1