
Kondisi Aldi setelah pembedahan di kepala serta beberapa jahitan di kaki dan tangan'nya belum mengering. Pasien kembali mengerang kesakitan akibat tuduhan Agnes yang membuat pasien kini harus di beri injeksi dalam jarum suntik yang di gunakan oleh Dokter Farhan
"Dok, kondisi pasien kembali drop" ucap suster Nina
"Siapkan obat, Saya akan suntuk ke dalam cairan infusnya kepada pasien" ucap Dok. Farhan
"Baik, Dok" ucap suster Nina
Berbagai macam cara Dokter Farhan lakukan demi keselamatan pasien yang sedang mengalami trauma berat di bagian kepala
******
Setelah perawatan intensif yang di lakukan oleh para medis untuk pasien kecelakaan tersebut, kini luka pasien sudah mengering dan siap untuk beristirahat di rumah
"Mama senang kamu bisa kembali pulang" ucap Hesti
"Makasih ya, Mama sudah merawat aku selama aku berada dalam rumah sakit" ucap Aldi
"Sama-sama, Nak. Mama senang masih bisa melihat kamu kembali di kamar ini" ucap Hesti
*
*
*
Amanah yang di lontarkan oleh Kakek Darma hingga hari ini masih terngiang-ngiang dalam benak Pria perhitungan yang sedang duduk di kantin sekolah dengan menyeruput jus
__ADS_1
"Lu udah masuk ajah, Bro" seru Doni menepak bahu sebelah kanan lalu duduk di samping Aldi
"Iah, Gw bosen di rumah ajah" ucap Aldi
"Lu nggak jalan kaki lagi kan?" tanya Doni
"Gw di anter tadi pagi sama bokap" ucap Aldi
"Pulangnya bareng gw ajah" ucap Doni
"Nggak usah deh, kita kan beda arah" ucap Aldi
"Udah nggak usah di pikirin, Lu jangan serba semua mikirin orang lain! pikirin diri lu sendiri baru orang lain" ucap Doni
"Gw kan memang begini orangnya" ucap Aldi
"Gw usahakan berubah" ucap Aldi kembali menyeruput jus jeruk
"Jangan di usahakan ajah, tapi di lakukan" ucap Doni
"Iya" ucap Aldi
Seorang gadis diam-diam mengawasi, matanya berbinar-binar memperhatikan Aldi dari kejauhan
"Ngapain sih lu terus liatin si Aldi" ucap Evelyn
"Makin ganteng ia dia dari jauh" ucap Renata
__ADS_1
"Nggak akh, biasa ajah" ucap Evelyn
"Mata lu rusak! dia ganteng, tinggi, putih" ucap Renata
"Bagi lu dia ganteng, tapi menurut gw dia itu biasa ajah" ucap Evelyn penuh penekanan
"Kalau Jonathan gimana?" tanya Renata
"Nah itu baru ganteng! laki banget" ucap Evelyn
"Bukannya kata lu, dia ninggalin lu pas kecelakaan kemarin" ucap Renata
"Iah sih, tapi tetap dia yang paling ganteng di bandingkan sama pria perhitungan" ucap Evelyn
"Oh, ya. Gw mau tanya sesuatu. Apa lu yang biayain rumah sakit Aldi tempo hari?" tanya Renata
"Ia, gw yang biayain! gw ngerasa bersalah karena gw dia jadi seperti ini" ucap Evelyn
"Akh, kalah cepat dong gw! tadinya gw juga mau bayarin pengpbatan dia. Kalau gitu gw akan bantu pengobatan nyokapnya saja. Mudah-mudahan dia mau gw bantu" ucap Renata
"Pasti mau lah, kalau lu mau bantu! dia kan Pria perhitungan! pasti akan mau menerima yang gratisan" ucap Evelyn
"Dia nggak seperti yang lu pikirkan, dari dulu gw menawarkan diri untuk membantu membiayai semua operasi dan pengobatannya" ucap Renata
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...