Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
50. Fresh Mind


__ADS_3

Rasa galau di hati Evelyn kian lambat menurun drastis karena semangkok cuankie yang dia lahap saat ini tanpa memikirkan kesehatan yang dia derita selama ini.


Pikiran menjadi segar seperti tidak ada beban yang menghalangi kehidupan.


"Non, sambalnya jangan banyak-banyak kalau Tuan besar tahu dia akan marah besar kepada saya, non kan punya Asam lambung yang tinggi tidak baik mengkonsumsi makanan seperti itu" ucap Bi Asih


"Bi Asih tutup mata dan mulut saja. anggap saja saya tak pernah memakannya"ucap Evelyn


"Mana bisa begitu, Non. Ada-ada saja," ucap Bi Asih sambil menggelengkan kepalanya


"Mantap ini, Bi! aku jadi Fresh mind begini. Bibi mau cobain nggak?" tanya Evelyn


"Nggak akh, Non. Saya. nggak suka makanan pedes yang membuat sakit perut" ucap Bi Asih


"Mending sakit perut dari pada galau" ungkap Evelyn


"Non lagi galau karena apa?" tanya Bi Asih


"Ih, si bibi kepo banget jadi orang! sana bersih-bersih" titah Evelyn


"Maaf, Non. Saya pamit dulu" ucap Bi Asih


********


Setelah menghabiskan dua mangkok cuankie isi dua baso dengan tiga tahu keringnya dengan mengibas mulut yang penuh hawa pedas menyambar bibirnya, Evelyn pun beranjak dari tempat makan menuju dapur untuk mencari minuman dingin di dalam kulkas besar berdaun dua pintu itu.


Ketika meneguhkan air minum dingin yang terasa melegakan isi kerongkongannya, tiba-tiba saja Evelyn merasa perutnya sakit dan ingin meledak seketika karena kebanyakan menelan cabe merah yang di sajikan di atas mangkok cap ayam


"Damn! galau mereda sakit perut mulai datang" ucap Evelyn

__ADS_1


"Non, mau minum obat sakit magh?" tanya Bi Asih


"Boleh, Bi untuk antisipasi"ucap Evelyn


"Bibi ambilkan air hangat dan obat magh dulu" ucap Bi Asih


******


Tak lama kemudian, Bi Asih sudah membawakan sebutir obat dengan air hangat pada nampan menuju ruang makan untuk menyajikan kepada sang majikan


"Ini, Non obatnya" ucap Bi Asih


"Terima kasih, Bi" ucap Evelyn


"Sama-sama, Non" ucap Bi Asih


"Huh! males minum obat ini lagi, tapi pikiran aku jadi fresh setelah makan pedas ini" gerutu Evelyn


"Non, ada tamu datang" ucap Bi Asih


"Siapa, Bi? tanya Evelyn


"Non Renata" ucap Bi Asih


"Suruh tunggu di ruang tamu saja" ucap Evelyn


"Oke, siap Non" ucap Bi Asih


**********

__ADS_1


"Ngapain lu malam-malam datang ke sini" ketus Evelyn


"Gw ingin mengucapkan langsung permintaan maaf gw ke lu" ucap Renata


"Gw nggak bisa terima permintaan maaf dari lu sebelum lu membuat gw dan Aldi bisa berbaikan lagi" ucap Evelyn


"Sampai segitu ngebetnya, apa lu jatuh cinta sama Aldi?" tanya Renata


"Nggak usah di tanya lu bisa nilai sendiri" ucap Evelyn


"Tenang saja, perjanjian kita sudah gw batalkan karena gw juga sudah move on dari Aldi" ucap Renata


"Bagus deh, kita jadi nggak perlu saingan untuk masalah cinta" ungkap Evelyn


"Nah loh ternyata sudah mengakui juga" ledek Renata


"Iya-iya, bawel banget lu. Sana pulang gw mau tidur" ucap Evelyn


"Gw nginep sini ya?" tanya Renata


"Bebas, pilih ajah Ruan tamu yang suka. Asal jangan satu kamar dengan gw, gw mau tidur nyenyak! nggak di ganggu dengkuran lu yang berisik" ucap Evelyn


"Damn! dasar sahabat nyebelin" geram Renata


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2