Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
61. Memandang dari kejauhan


__ADS_3

Kehadiran sosok tak terduga datang menghimpit beberapa pengunjung cafe, dengan berpakaian kasual di sambut ramah oleh manager serta pelayan cafe


"Selamat datang, Tuan besar Wildan" ucap Hengki


Dengan anggukan saja, tanpa banyak bicara Tuan Wildan hanya tersenyum tipis


"Sihlahkan Tuan besar mencicipi hidangan khusus yang di sajikan di cafe ini hanya untuk, Tuan besar" ucap Hengki


"Terima kasih banyak kamu sudah mau repot untuk menyajikan hidangan ini untuk menyambut kedatangan saya" ucap Wildan


"Nggak masalah, Tuan besar ini sudah menjadi tugas saya"ucap Hengki


"Hmm, Sekarang kamu tunjukan mana anak yang memakai gelang inisial J ukiran K" ucap Wildan


"Penyanyi cafe yang anda saat ini dengarkan itu adalah anak yang saya ceritakan tempo hari" ucap Hengki


Lirikan tajam mengarahkan bola matanya menuju sang penyanyi cafe yang Hengki utarakan dengan memandang dari kejauhan, seorang Ayah merasa sangat bangga akan anaknya yang memiliki bakat untuk menyanyi sebagus itu


"Saya bangga mempunyai anak berbakat seperti kamu! kamu ini persis seperti mama kamu yang juga seorang penyanyi di masa lalunya" gumam Wildan


"Tuan besar, ada yang mau di pesan lagi?" tanya sang pelayan

__ADS_1


"Cukup ini saja"ucap Wildan


"Baik, Tuan besar. Saya permisi dulu" ucap sang pelayan


*********


Setelah memandang dari kejauhan, Wildan pun beranjak dari bangku penonton menuju ruang khusus para personil band One Star


"Halo, Anak muda. Perkenalkan saya Wildan pemilik cafe mutiara ini" ucap Wildan menyodorkan tangan kanannya


"Oh, Salam kenal Pak Wildan. Saya Geraldi di panggil Aldi saja," ucap Aldi sambil membalas berjabat tangan dengan sang pemilik cafe dengan senyuman tipis


"Tadi saya melihat band kamu tampil, Saya rasa orang tua kamu pasti bangga melihat anak berbakat seperti kamu. Apa kedua orang tua kamu tidak hadir?" tanya Wildan


"Kenapa?" tanya Wildan


"Saya belum sempat memberitahu saja" ucap Aldi


"Kenapa ibu kamu tidak menonton kamu manggung?" tanya Wildan


"Ibu saya sudah meninggal dunia akibat sakit" ucap Aldi

__ADS_1


"Kasian sekali kamu di tinggal pergi ibu kamu" ucap Wildan


"Sebenarnya orang tua yang saya tahu adalah orang tua kandung saya ternyata mereka hanyalah orang tua yang mengangkat saya sebagai anaknya dan saya baru tahu belakang ini dari papa saya" ucap Aldi


"kamu harus sabar ya, mungkin saja selama ini orang tua kandungmu juga sedang mencari-cari keberadaan kamu" ucap Wildan


"Nggak mungkin orang tua kandung saya mencari saya, ini sudah 18 tahun, tapi mereka tidak menemukan saya juga itu hal yang aneh. kemungkinan mereka memang membuang saya karena mungkin saja saya ini anak haram" lirih Aldi


"Kamu jangan berpikir negatif, Nak! karena saya yakin sekali orang tua kandung kamu sangat ingin bertemu langsung dan memeluk kamu saat ini" ucap Wildan sambil memeluk langsung sang Anak


"Kenapa Bapak memeluk saya?" tanya Aldi


"Karena yang memeluk kamu saat ini adalah orang tua kandung kamu" ucap Wildan


"Apa?!" kaget Wildan


"Saya sudah tes DNA kalau kamu adalah anak saya" ucap Wildan


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2