Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
76. Pesta kejutan yang tertunda


__ADS_3

Sejak berita breaking news yang tanpa sengaja di tonton oleh Wildan melalui layar besar dalam ruang kerjanya bahwa bus pariwisata itu di nyatakan menghilang, kepanikan mulai bergejolak dalam hati Wildan, Ia tak habis pikir dengan dirinya sendiri. Kenapa harus mengalami masalah kecelakaan ini lagi


"Baru saja aku bertemu dengan anak kandungku, tapi kenapa takdir selalu mempermainkan perasan ini" ucap Wildan


"Sabar, Tuan besar. Saya akan mencari Tuan muda junior sampai ketemu" ucap Theo


Flashback on


Angin itu makin lama makin menghimpit dan menghantam bus yang terhenti, meski jaraknya jauh namun tetap saja angin ****** beliung itu menerkam dua bus pariwisata dengan membuat penumpang merasa getar-getir


"Bu, angin di luar sana ternyata masuk ke dalam celah-celah udara ini" ucap salah satu murid


"Nggak mungkin, Ibu sudah pastikan kita menjauh dari angin ****** beliung itu" ucap Bu guru


"Argh!!!" teriak para murid


"Tenang anak-anak, lebih baik sekarang kita berdoa bersama agar kita di lindungi dari musibah ini. Doa di mulai menurut kepercayaan masing-masing" ucap Bu guru


Mereka pun semua berdoa dalam hati masing-masing, walaupun terpancar dari raut muka mereka bahwa ada kepanikan yang tidak busa di ungkapkan oleh kata-kata


"Ya Tuhan selamatkan kami semua dari malapetaka ini, Aku belum mengungkapkan perasaan ini pada Evelyn dan aku juga nggak mau mati muda. Aku juga ingin gumam Aldi dalam hatinya

__ADS_1


Pria perhitungan ini di saat genting pun, Ia malah memikirkan masa depan yang belum ia dapatkan bersama pujaan hati yang selalu ia harapkan kelak akan menjadi pendamping hidupnya, namun pikiran itu di tepis ketika ia melihat ibu jari tangan kiri melingkar sebuah cincin


"Akh, Aku lupa mencopot cincin ini," ucap Aldi sambil tidak sadar di sebelahnya ada teman duduk


"Cincin apa yang lu lupa copot?" tanya Doni


"Eh, ada lu di sini" ucap Aldi


"lu pikir gw hantu, Apa?!" geram Doni


"Maaf, Gw lupa kalau ada teman seperti lu" ucap Aldi


"Becanda gw" ucap Aldi


"Gw mengerti lu becanda kok," ucap Doni sambil terkekeh


"Di saat seperti ini lu malah cengengesan. Apa lu nggak takut mati?" tanya Doni


"Hidup dan mati sudah ada yang ngatur, jadi untuk apa gw takut yang ada lu kali yang takut, ngaku ajah" Cecar Doni


"Iya-iya, lu benar! gw takut mati sebelum gw menyatakan perasaan gw ke Evelyn" ucap Aldi

__ADS_1


"Sekarang ajah, gimana?" tanya Doni


"Lu gila! ini kita sedang di Landa musibah malah lu nyuruh gw untuk nembak Evelyn" ucap Aldi


"Dari pada nanti lu menyesal seumur hidup karena nggak bisa menyatakan perasaan lu itu" ledek Doni


"Akh, Gw malu dan gengsi! lu nggak lihat di sana banyak guru dan teman-teman lain" ucap Aldi


"Lebih baik malu sekarang dari pada lu menyesal" ucap Doni


"Bodo amat" ucap Aldi


"CK! keras kepala, Gw kasih saran yang baik malah begitu responnya, lu memang susah di kasih tahu yang benar" ucap


Flashback off


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2