Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
7. POV Evelyn Widatama


__ADS_3

Aku terlahir sebagai putri satu-satunya di keluarga Widatama Group. Putri dari Konglomerat yang memiliki aset kekayaan di mana-mana termasuk sekolah yang saat ini aku timba ilmu


Dady bernama Adrian Widatama sedangkan Momy bernama Nasya Widatama. Mereka adalah anggota keluargaku yang tersisa karena Nenek dan Kakek dari pihak keluarga Dady dan Momy sudah tidak ada


Kekayaan Dady melebihi ekspektasi Momy, Dady selalu merahasiakan hal itu kepada Momy karena Dady mau Momy dan aku Hidup sederhana meski bergelimang harta yang melimpah


Aku mengetahui rahasia besar ini ketika aku mendengarkan percakapan Dady melalui telepon seluler bersama rekan bisnisnya, Jika ia memiliki aset terbesar di Asia tenggara berjumlah puluhan milyar


Dady memproduksi migas (minyak dan gas) serta bangunan-bangunan tua seperti museum, mall dan beberapa apartermen adalah sebagai aset dari beberapa kekayaan Dady yang di sembunyikan


Satu bulan sekali, Aku dan Momy selalu berkunjung ke panti asuhan untuk membantu mereka yang sedang kesusahan dalam kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak, gas, terigu, gula, garam, susu, dan lain-lain


"Anak-anak kalian masih ingat sama Bu Nasya dan Evelyn" seru ibu panti


"Masih, Bu" teriak anak-anak

__ADS_1


"Pada hari ini Bu Nasya dan Evelyn akan membagikan lagi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder kalian. Apa kalian senang?" tanya Bu panti


"Senang, Bu" serentak anak-anak berbicara sambil memberikan tawa yang sumringah


"Evelyn, Tolong kamu bagikan kebutuhan sekunder ini kepada anak-anak di sebelah sana" ucap Nasya


"Oke, Momy sayang" ucap Evelyn


Aku dan Momy selalu bersikap ramah kepada semua anak-anak panti asuhan Kasih Bangsa meskipun Momy hanya donatur terbesar di sini, tapi Sesungguhnya Momy tidak tahu bahwa pemilik panti asuhan ini juga adalah milik Dady.


Aku selalu tersenyum simpul saat momy berbicara ingin memiliki sebuah panti asuhan tersendiri, karena aku nggak berani bilang apa pun mengenai aset kekayaan yang Dady miliki


Suatu hari ketika aku menyelinap masuk sebuah kamar rahasia di lorong bawah tanah. Aku menemukan sebuah pena usang dengan ukiran yang unik serta di dalamnya terdapat tulisan kecil berisi


To: Cucuku Evelyn

__ADS_1


Ini kepunyaan cucuku, Tolong jaga baik-baik pena ini, karena pena ini akan mengantarkan'Mu dalam dunia baru yang tidak akan pernah ada kata perpisahan.


From: Nenek Sari


Itu artinya pena ini di wariskan padaku. Awalnya aku ingin menggunakan benda tersebut, Maka dari itu aku membawanya ke sekolah untuk uji coba benda itu karena sempat saat aku di tes masuk sekolah ini aku mendapat nilai yang bagus mungkin itu hanya lambang dari sebuah keberuntungan


Hari itu aku pergi ke museum bersama dengan teman-teman baru'ku untuk sebuah penelitian. Aku menyesal sekali saat aku membawa pena berharga warisan nenek'ku yang harus hilang di museum itu.


Aku mencari-cari bersama sahabat baru'ku, Namun pena itu hilang si telan bumi. Aku kesal pada diriku sendiri karena tidak bisa menjaga warisan dari nenek'ku


bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2