Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
84. Baroto mendapat pekerjaan


__ADS_3

Mereka berdua pun menikmati santapan bubur dengan lahap, setelah sekian lama tidak menghirup udara segar


"Akhirnya, Gw merasakan makanan ini lagi," ucap Renata sambil melahap bubur secara perlahan-lahan.


"Makan sambil bicara itu nggak baik nanti lu tersedak," ucap Evelyn sambil melirik dengan tatapan tajam.


"Ish, bawel kayak orang tua ajah lu."Ucap Renata.


"Gw bukan orang tua, tapi gw ini wanita yang sudah tahap dewasa."Ucap Evelyn


"Dewasa apanya kalau menyatakan perasaan duluan kepada pria yang kita cintai, lu nggak nyali," ledek Renata dengan terkekeh.


"Terus ajah ledekin. gw, Gw bukan nggak ada nyali, tapi Aldi sekarang lagi menghilang. Gw sulit sekali cari tahu dia di mana. Ucap Evelyn.


"Ke rumah dia lah kalau mau cari."Ucap Renata.


"Gw nggak tahu alamat rumah dia," ucap Evelyn dengan cemberut.


"Cari tahu lewat tata usaha sekolah, pasti ada alamat Aldi di sana." Ucap Renata.


"Malas, Gw mau fokus ajah ke bubur ini dulu ajah," ucap Evelyn dengan terkekeh


Dengan riang gembira mereka berdua menyantap bubur yang lezat dengan menambahkan sambal yang banyak

__ADS_1


"Mantap ini sambalnya!" Evelyn


"Gila lu, baru keluar dari rumah sakit udah makan sambal ajah." Ucap Renata


"Menikmati Hidup ini namanya." Ucap Evelyn


"Huh! terserah deh! dasar anak keras kepala susah di kasih tahu yang benar." Ucap Renata.


*


*


*


"Lenka, kamu sudah dapat ide untuk Kakak bisa menyatakan perasaan kepada Evelyn?" tanya Aldi


"Hmmmm, gimana kalau Kakak ciptain lagu baru buat menyatakan perasaan Kakak itu melalui lagu yang Kakak nyanyikan." Ucap Alenka


"Boleh, makasih idenya," Ucap Aldi


"Kakak juga wajib untuk membuat suasana romantis di cafe dengan memberi makan malam serta bunga, gimana ide aku bagus kan?" tanya Alenka


"Boleh juga, tapi kamu bantu Kakak dekorasi di cafe mutiara milik Daddy ya." Ucap Aldi

__ADS_1


"Siap, Kak Aldi. Aku pasti bantu Kak Aldi sampai Jadian sama Kak Evelyn."Ucap Alenka


"Makasih, adik cantik Kakak."Ucap Aldi


...******...


Sekian lama Baroto berusaha untuk mendapatkan pekerjaan baru, namun semua perusahaan menolak karena usia Baroto yang senja membuat pemilik perusahaan selalu tidak menerima dirinya, meski pengalaman Baroto tak bisa di remehkan.


Meski semua perusahaan menolak, Baroto tidak menyerah begitu saja. Ia selalu mengirimkan lamaran pekerjaannya via email, sehingga suatu ketika salah satu perusahaan besar berminat untuk interview yaitu perusahaan Kartadinata Group yang Baroto sendiri tidak mengetahui bahwa itu milik Ayah kandung Aldi


Baroto mendapatkan pesan baru dari salah satu perusahaan, dia begitu sumringah melihat kotak masuk yang menyatakan bahwa dirinya di terima di sebuah perusahaan ternama yaitu Kartadinata dengan posisi sebagai manager


Ting!


Bunyi kotak pesan masuk dari seseorang berbunyi. Baroto bergegas mengambil ponsel pintar miliknya dan segera membuka kotak masuk itu.


"Aku nggak salah baca pesan kan, akhirnya aku bisa dapat pekerjaan juga." Ucap Baroto


Bersambung ...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2