Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
14. Baroto Tidak Percaya


__ADS_3

Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat beharga yang harus orang lain jaga, begitu juga dalam hubungan keluarga harus saling percaya, Tapi Berbeda dengan Baroto ia adalah sosok tipe Ayah yang penuh dengan kecurigaan akan anak-anaknya


"Hmmm, Oke. Papa akan tanya langsung pada Pak Rahmat mengenai masalah motor ini" ucap Baroto


"Anak sendiri di curigai" timpal Hesti


"Bukan begitu, tapi papa ini tidak mudah untuk di bohongi" ucap Baroto


"Yasudah, Sana Pap cek sendiri saja" ucap Aldi yang mengerutkan keningnya


"Oke, Kamu bawa motor usang kamu itu" ucap Baroto


"Siap"ucap Aldi


****


Dua kuda besi itu melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah bengkel tua yang selalu menjual-belikan juga motor bekas dalam kondisi rusak maupun tidak ada surat lengkap.


Setibanya Anak dan Ayah itu datang kian kemari, Sang pemilik belum juga terlihat dari dasar permukaan sampai pada akhirnya terlihat juga batang hidung pemilik bengkel yaitu pria paruh baya yang terlihat usang sama dengan kuda besi yang di tunggangi oleh pria perhitungan


Bengkel Rahmat


"Sore, Pak Rahmat" sapa Baroto

__ADS_1


"Sore juga. Ada keperluan apa Bapak ke sini?" tanya Pak Rahmat


"Saya ingin menanyakan mengenai motor yang di gunakan oleh anak saya. Apa benar motor Honda Astra ini berasal dari bengkel ini?" tanya Baroto


"Benar, Pak. Kemarin anak ini membeli motor ini seharga satu juta selebihnya dia mencicil" ucap Pak Rahmat


"Oh, kalau boleh tahu sisanya masih berapa lagi?" tanya Baroto


"satu juga lagi saja, Pak. Saya nggak tega melihat anak ini berjalan kaki setiap hari ke sekolah" ucap Pak Rahmat


"Hah?! Jalan kaki?!" Kaget Baroto


"Bapak tidak tahu bahwa anak bapak selama ini menyisihkan uang jajan dna ongkos hanya untuk membeli motor?" tanya Pak Rahmat


"Saya nggak tahu bahwa anak saya berjalan kaki demi menghemat untuk membeli motor ini, Kalau begitu saya lunasi sekarang sisa pembayaran motor ini" ucap Baroto


****


"Pa, dapat dari mana uang satu juta itu?" tanya Aldi


"Papa dapat dari hasil jerih payah berjualan" ucap Baroto


"Jualan apa, Pa?" tanya Aldi

__ADS_1


"Jualan online lumpia yang mama kamu sering bikin" ucap Baroto


"lalu jika tadi papa bayar semua hasil dari berjualan, Besok tidak ada modal untuk membeli bahannya?" tanya Aldi


"Tenang saja, Papa masih ada tabungan. Memang kamus saja yang diam-diam punya tabungan" ledek Baroto


"Ih, Papa menyindir aku ajah!"ucap Aldi


"Ini kamu simpan lagi uang satu juta kamu" ucap Baroto


"Jangan, Pa. Aldi justru ingin mengembalikan uang satu juta ke papa" tolak Aldi


"Dulu kan papa yang pakai uang hasil motor kamu" ucap Baroto


"Iya, tapi kan dulu juga papa yang membelinya jadi sewajarnya saja papa menjualnya demi kebutuhan" ucap Aldi


"Sudahlah, Nak! Papa nggak mau banyak berdebat sama kamu. Sekarang simpan uang untuk keperluan kamu yang lain" ucap Baroto mengeluarkan dompet berwana hitam


"Makasih, Pa" ucap Aldi sambil menerima sepuluh uang lembar berwarna merah


"Aku harus mengembalikan setengah uang ini kepada Alenka karena ini hak dia juga" gumam Aldi dengan senyum tipisnya


bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...


...Terima Kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2