Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
39. Lomba bulu tangkis


__ADS_3

Masih di dalam mobil berwarna merah muda, kedua insan sedang berbincang-bincang dengan alunan lagu yang menghias perjalanan mereka.


"Mobil kamu keren, Lyn" ucap Aldi


"Ini pemberian Dady aku" ucap Evelyn


"Pasti Dady kamu sayang banget ya sama kamu sampai di beliin mobil semewah ini"? tanya Aldi


"Iah, ini hadiah waktu aku ulang tahun ajah" ucap Evelyn


"Ulang tahun kamu tanggal berapa?" tanya Aldi


"Hari kasih sayang seluruh dunia" ucap Evelyn


"Maksud kamu tanggal 14 februari?" tanya Aldi


"Iah" ucap Evelyn


"Tanggal yang cocok untuk kamu" ucap Aldi


"Cocok gimana?" tanya Evelyn


"Ya, cocok ajah sama kamu yang harus di sayangin sama seluruh dunia"gombal Aldi


"CK! nggak nyangka kamu bisa gombal segitunya" ucap Evelyn


"kenapa ya aku jadi terpukau dekat sama pria perhitungan kayak gini gw ngerasa nyaman" gumam Evelyn


*******


Hari ini adalah hari pekan olahraga yang di nanti oleh anak-anak, pertandingan bulu tangkis akan di ikuti oleh Group pertama pria yang terdiri dari lima anggota

__ADS_1


Murid-murid berbaris dengan tertib untuk mendapat nomer peserta yang mengikuti, salah satunya adalah group Aldi yang beranggota lima orang yaitu ada Doni, Ricky, Erick, dan Alan


"Go... Jo.. Go.. Jo," seru para gadis yang menyukai


"Jo, kamu pasti bisa menang dari si pria perhitungan!" teriak Agnes


Pertandingan pun berlangsung sengit, penonton semakin tegang dengan aksi keduanya yang tak mau mengalah


"Aldi, Semangat ya!" seru Renata


Aldi pun melirik ke arah suara teriakan itu, namun dia memutar bola matanya dengan perasaan malas sedangkan dia melirik ke arah sebaliknya yaitu Evelyn yang sedang menatapnya juga, lalu dia tersenyum dengan mata yang berbinar-binar menambah semangat baru untuk Aldi


"Aldi makin ganteng ajah dengan membalas senyuman aku" gumam Evelyn dalam hatinya


"Evelyn, aku jadi makin semangat liat kamu memberi senyuman manis itu" gumam Aldi dalam hatinya


Pertandingan pun berakhir dengan kedudukan seimbang, tidak ada yang menang atau pun kalah.


******


Dua insang saling jatuh cinta itu sudah sangat biasa dan lumrah, namun apa jadinya jika mereka tahu kalau cinta itu banyak sekali rintangan yang menanti mereka


Drrrrr... drrrrrr


"Aldi, kamu dan Alenka segera pulang ya. Papa ingin membicarakan hal yang penting" ucap Baroto


"Iah, kami akan segera pulang seusai sekolah selesai" ucap Aldi


"Oke, bagus kalau mengerti" ucap Baskoro.


******

__ADS_1


Dengan kecepatan sedang, kuda besi yang di bawa oleh Aldi kini telah sampai di gerbang pintu halaman rumah yang sederhana


"Papa, kami sudah pulang" ucap Alenka


"Sini, masuklah" ucap Baskoro


"Ada hal penting apa sampai papa menyuruh aku langsung pulang ke rumah?" tanya Aldi


"Kalian duduk dulu" titah Baskoro


"Iya, oke" ucap serentak Aldi dan Alenka


"Papa sudah lama menyimpan rahasia besar ini bersama mama kalian, tapi sekarang papa sudah tidak bisa menyembunyikan rahasia besar ini" ucap Baskoro


"Rahasia besar apa??" tanya Aldi


"Sebenarnya di antara kalian berdua, ada satu anak yang bukan anak kandung papa dan mama kalian" ucap Baskoro


"Siapa yang papa maksud dengan salah satu di antara kira?" tanya Aldi


"Siapa lagi kalau bukan kamu!" tunjuk Baskoro


"Kak Al-aldi?!" ucap Alenka


"Maafkan papa menyembunyikan ini semua dari kalian hingga mama kalian pun tidak bisa membuka rahasia ini" ucap Baskoro


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2