Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
21. Aldi Bertemu Kakek Darma


__ADS_3

Lewat suatu ruang yang kelam dan dalam alam yang berbeda, Seorang Pria remaja berkemeja putih sedang berjalan di lorong pintu yang gelap, Tiba-tiba saja cahaya lampu terang menyilaukan pandangan matanya, Pria Perhitungan pun bertemu dengan Kakek tua yang membantu mengantarkan kepulangannya tempo hari.


Pandangan mata mereka pun saling bertemu satu sama lain, lalu Sang Kakek memegang pundak tangan dan memanggil tanpa mengetahui nama pemuda tersebut.


"Nak, Kakek mau titip cucu kesayangan Kakek kepada kamu! Tolong jaga dia dengan baik" ucap Kakek Darma


Sejenak Aldi tak bergeming dengan apa yang di utarakan Kakek tersebut. Bagaimana mungkin seorang penumpang menitipkan cucu kandung'nya yang sama sekali dia tak kenal


"Kakek ini penumpang yang aku bantu saat kakek belum menemukan ojek online yang kakek cari kan?" tanya Aldi


"Benar, Nak. Kakek berterima kasih atas kebaikan hati kamu. Kakek bisa berada di sini" ucap Kakek Darma


"Sama-sama, Kek" ucap Aldi


"Kakek Mohon jaga Cucu Kakek" ucap Kakek Darma dengan menepuk bahu sebelah kanan


"Kek, Aku nggak tahu siapa kakek dan juga cucu Kakek" ucap Aldi

__ADS_1


"Kakek lupa belum memberitahu nama Kakek adalah Darma Sanjaya, dan cucu Kakek bernama Agnes Sanjaya. kamu harus menjaga dia dengan cara menikahlah dengan dia. Ini amanah Kakek" ucap Darma


"Kenapa Kakek sampai membuat amanah?! bukankah kita masih hidup?" tanya Aldi


Kakek itu tersenyum tipis dengan pakaian berwarna putih, Ia pun menghilang dalam pandangan mata Aldi, Sejenak tertegun dengan mulut termangu seolah tak percaya apa yang ia saksikan.


"Kemana Kakek itu, kok bisa menghilang, Apa dia pesulap?" ucap Aldi sambil berdecak kesal


Aldi tidak sadar bahwa dirinya berada dalam alam mimpi yang berbeda dengan dunia nyata, Dalam kondisi koma Aldi selalu menyebut Kakek Darma yang sudah tidak ada dalam dunia nyata


"Sus, Pasien terus memanggil nama Kakek Darma, Beri dia suntikan penenang" ucap dokter Farhan


Suntikan penenang pun di berikan kepada pasien agar kembali tenang dan tak meringis menahan sakit, Ruangan tersebut di lengkapi dengan kapasitas peralatan medis yang cukup besar, bahkan lebih besar dari ruangan rumah sederhana yang di tinggali oleh Aldi.


Sudah dua hari Aldi tidak sadarkan diri akibat benturan keras, Aldi harus merasakan meja jahit dengan selang infus saat melakukan operasi dua hari yang lalu hingga kini di bagian kepala atasnya tercetak sejarah baru sebanyak tujuh jahitan, Bahkan orang tua Aldi selalu menunggu Aldi cepat membuka kedua bola mata yang hingga hari ini masih menutup.


Tanpa bergeming kedua orang tua selalu menutup mulut melihat putra satu-satunya di kelurga Wiranto harus terbaring lemah tak berdaya

__ADS_1


"Lihatlah, Ma. Aldi sama sekali tidak bergerak seperti patung" ucap Baroto


"Mama juga tak percaya anak kita bisa terbaring lemah seperti ini" ucap Hesti


"Kamu sudah beritahu Alenka mengenai hal ini?" tanya Baroto


"Sudah, Nanti Alenka akan ke sini setelah pulang sekolah"ucap Hesti


"Untung saja ada Evelyn yang membantu biaya rumah sakit ini, Jika tidak bagaimana Aldi bisa sembuh"


"Wajar saja, Dia yang membiayai! karena dia anak kita jadi seperti ini! " ucap Hesti


Dua hari yang lalu orang tua Aldi sudah mengetahui kronologis kejadian yang menimpa Aldi, Bahwa kuda putih yang di tumpangi oleh Evelyn tidak bisa di kendalikan hingga sampai ke jalan raya dan menabrak motor Aldi hingga terpental.


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2