
Tanpa ia sadari bulir air matanya jatuh ke lantai, dengan tawa getirnya Aldi menepuk dada sebelah kanannya karena merasakan sesak dalam dadanya
"Kenapa harus sesakit ini mendengar lontaran itu dari gadis yang aku cintai dari pandangan pertama. Aku menyukai keelokan paras rupawan, kemasaman dalam raut wajahnya saat aku pertama kali berjumpa tak sengaja dengannya membuat jantung ini ketar-ketir dalam ruang hati, bahwa aku jatuh cintai padanya pandangan pertama, tapi aku harus bisa move on! mungkin lebih baik aku menerima perjodohan itu" gumam Aldi sambil memukul-mukul kasar area dada yang begitu sesat mendengar lontaran yang di berikan oleh Evelyn
Dengan rasa pedih di hati Aldi, Ia pun mengusap kasar mukanya lalu menelepon Ayah angkatnya
π±Kring!
π"Papa" seru Aldi
π"Ada apa, nak?" tanya Baskoro
π"Aldi bersedia di jodohkan dengan Agnes" ungkap Aldi
π"Bagus! ini kabar yang sangat baik. Bagaimana kalau kita adakan pertunangan kamu ini saat kamu berulang tahun?" tanya Baskoro
π"Bebas, Papa atur saja" ucap Aldi
π"Makasih yah kamu sudah setuju dengan perjodohan ini" ucap Baskoro
π"Iah, Pah. lagian Aldi juga punya amanah kepada Kakek Darma untuk menjaga Agnes" ucap Aldi
π"Nah kalau begitu kamu harus menjalani amanah itu" ucap Baskoro
π"Iya, Papa. Aldi akan menjalani amanah ini" ucap Aldi
Tut
*
__ADS_1
*
*
Baskoro pun mulai mengusap kembali layar ponsel pipih itu dengan mengetik tombol nama yang ingin ia panggil untuk memberi kabar baik ini
Drrrt... drrrrt
"Ada kabar baik yang ingin saya sampaikan" ucap Baskoro
"Kabar baik apa?" tanya Rinto
"Anak saya Aldi sudah setuju untuk kita jodohkan" ucap Baskoro
"Bagus! kalau begitu saya akan siapkan pesta pertunangannya" ucap Rinto
"Bagaimana kalau satu bulan lagi saat Aldi berulang tahun juga?" tanya Baskoro
"Baiklah, Saya setuju," ucap Baskoro dengan mengelus dadanya mendengar lontaran yang di ucapkan begitu menyayat hati
Tut
*****
Ada tujuan besar di balik perjodohan yang di lakukan Rinto, itu bukan hanya untuk kepentingan putrinya saja melainkan kepentingan perusahaan yang sedang di ambang kehancuran
"Tinggal selangkah lagi perusahaan saya akan tertolong oleh anak itu," gumam Rinto dengan tersenyum tipis
Lamunan itu buyar akibat hentakan bahu di pundak bagian belakang Rinto, hingga terbelalak
__ADS_1
"Papi siapa yang telepon?" tanya Agnes
"Eh, kamu ngagetin Papi saja! ini Ayahnya Aldi memberitahukan kabar bahagia" ucap Rinto
"Kabar bahagia apa?" tanya Agnes
"Aldi sudah bersedia untuk bertunangan dulu dengan kamu" ucap Rinto
"Apa?!" kaget Agnes
"Kamu tidak perlu kaget seperti itu dong, Papi yakin dari dulu pun Aldi memang menyukai kamu, kamu itu anak papi yang cantik" ucap Rinto
"Iya, tapi Aku dan Aldi tidak memiliki perasaan cinta" ucap Agnes
"Cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kalian kan bisa belajar saling mencintai satu sama lain! lagi pula Aldi itu tampan, suaranya pun merdu" ucap Rinto
"Papi tahu dari mana kalau Aldi itu punya Band?" tanya Agnes
"Pernah liat Aldi tampil di cafe mutiara beberapa waktu lalu ucap Rinto
"Oooh, pantesan papi tahu, Kenapa nggak ajak Agnes?" tanya Agnes
"Agnes kan sibuk ngerjain tugas, Papi ke sana ada meeting bukan buat main" ucap Rinto
"Oh ya, lupa" ucap Agnes
"Papi yakin seiring berjalan waktu kamu dan Aldi akan jatuh cinta" ucap Rinto
Bersambung ..
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...