Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
49. Evelyn galau


__ADS_3

Gadis belia yang beranjak dewasa mudah terombang-ambing rasa suka kepada setiap pria yang memukau, kini semua tak seperti biasanya Evelyn merasa ada gejolak di dalam dadanya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Perasaan galau menerjang hebat di bagian isi otak besar serta hati kecilnya memberontak jika dia mulai menyukai si pria perhitungan yang selama ini dia selalu pungkiri untuk masuk dalam hatinya


"Damn! kenapa si pria perhitungan tak mau mendengarkan penjelasan dari aku"gumam Evelyn dalam hatinya


Sesaat Evelyn menggerutu terus menerus dalam hatinya yang kembang kempis di dera rasa kegelisahan akibat dirinya tidak bisa meyakinkan Aldi bahwa dirinya tidak ada hubungan apa pun dengan Jonathan selain hanya sebatas pertemanan saja


"Aku nggak boleh galau seperti ini terus, lebih baik aku sekarang aku hubungi dulu Aldi siapa tahu dengan mengirimkan dia pesan singkat hati dia terketuk untuk menerima penjelasan aku" gumam Evelyn kembali


^^^pesan teks^^^


^^^"Aldi, kamu sedang apa? jika kamu buka pesan singkat ini, tolong kamu balas ya. Aku tahu kamu lagi sedang marah sama aku, tapi kamu harus tahu aku dan Jonathan tidak ada hubungan apa-apa kami murni hanya berteman saja tidak lebih. Aku harap kamu nggak salah paham lagi"^^^


^^^Evelyn^^^


Resah dan gelisah sudah mengalir deras di setiap nadi napas yang kian lama berhembus tajam dalam dirinya seolah tidak ada lagi ruang untuk merasakan ketenangan akibat si pria perhitungan mengira yang bukan-bukan mengenai dirinya dan tidak mau lagi dekat dengannya


Ketika Evelyn mulai meraung-raung dalam sanubari yang meruntuhkan jiwa, tiba-tiba saja getaran ponsel berbunyi membisingkan sanubari


kring!!!


"Halo, Lyn! lu di mana?" tanya Renata


"mau apa lagi hubungi gw" ketus Evelyn

__ADS_1


"Jangan marah lagi, Lyn. gw minta maaf atas semua yang gw lakuin ke lu, tapi gw janji akan lakuin apa pun demi dapat maaf dari lu" lirih Renata


"Oke, kalau gitu lu harus yakini Aldi kalau gw dan Jonathan itu nggak ada hubungan apa pun selain pertemanan" ucap Evelyn


"Oh, jadi kalian sedang ribut?" tanya Renata


"Iah, dia salah paham melihat gw bersama Jonathan di lapangan tempo hari" ucap Evelyn


"Oke, gw akan bantu lu untuk meyakinkan Aldi, asalkan lu jangan marah lagi sama gw" ucap Renata


"Iya, lu buktiin dulu saja kalau lu bisa membuat gw dan Aldi baikan baru deh gw bisa maafin lu" ucap Evelyn


"Oke, siap bos" ucap Renata


*******


Panggilan itu terhenti ketika rintihan mulai mendera rasa yang ada di benak


"Duh, gw jadi pengen makan yang pedes supaya bisa mengurangi rasa kegalauan gw ini, tapi makan apa ya" runtuk Evelyn dalam ruangan bersuhu dingin


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Permisi Non, ini susu hangatnya" ucap Bi Asih


"Simpan di sana saja, bi" ucap Evelyn


"Baik, non. Saya permisi dulu" ucap Bi asih


"Tunggu, Bi!" pinta Evelyn


"Ada apa, Non?" tanya Bi Asih


"Tolong kamu belikan cuankie di depan isi baso dan tahu kering plus cuka dan sambal secara terpisah" pesan Evelyn


"Maaf, Non. Saya nggak bisa membelikannya karena Tuan besar sudah menitipkan pesan kepada saya agar non Evelyn tidak jajan sembarangan" ucap Bi Asih


"Dady kan sedang berada di luar negeri dalam beberapa hari, Bibi tidak akan di marahi" ucap Evelyn


"Tapi saya nggak berani menentang Tuan besar dengan pesanan Non Evelyn yang di tentang keras oleh beliau" ucap Bi Asih


"Kalau bibi tetap bersikukuh tidak mau membelikan keinginan aku. Aku sendiri yang akan tetap membelinya" geram Evelyn


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah memberikan dukungan, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2