Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
59. Pesan Teks


__ADS_3

Gerakan Aldi tak bisa lagi di sangkal oleh Alenka karena sang adik sudah tahu betul gerak-gerik yang mencurigakan termasuk menyeka air mata yang sengaja Aldi tutupi dengan memalingkan wajah serta sedikit tertunduk kepalanya agar sang adik tak melihat


"Tidak! Kakak tidak menangis" Sangkal Aldi dengan menyeka air mata


"untuk apa bohong ke adik sendiri! aku sudah lihat air mata yang Kakak sengaja tutupi tadi" ucap Alenka


"Sudahlah kakak mau tidur! ngapain sih kamu tengah malam begini datang ke kamar kakak" ucap Aldi


"Mau pinjem selimut lama kakak" ucap Alenka


"Memangnya selimut kamu kemana?" tanya Aldi


"Lagi di cuci dulu" ucap Alenka


"Oh, yasudah ambil sendiri saja di lemari kakak" ucap Aldi


"Oke, Kak. Terima kasih. Hmmm, kenapa kakak menangis?" ucap Alenka


"Kakak tidak menangis!" Kilah Aldi


"Sudah jangan bohong lagi! cepat katakan kenapa?! apa karena ada yang membuat Kakak sakit hati?" tanya Alenka


"Ya, Kakak melihat Evelyn dengan Jonathan sedang merangkul mesra" ucap Aldi


"Kakak cemburu?!" tanya Alenka


Dengan sengaja Alenka Diam-diam

__ADS_1


merekam seluruh pembicaraan mereka melalui ponsel pintar milik Alenka yang ia sembunyikan di belakang tangannya tanpa di ketahui oleh Aldi karena Alenka ingin Evelyn mengetahui isi hati yang sebenarnya bukan hanya dari bibir Alenka melainkan dari bibir Aldi


"Ya, Aku cemburu" ucap Aldi


"Kenapa?" tanya Alenka


"Karena Kakak dari awal bertemu dengan Evelyn sudah jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap Aldi


"Kalau begitu kenapa Kakak tidak menyatakan perasaan Kakak padanya?" tanya Alenka


"Karena Kakak minder dengan keadaan Kakak yang sering kali dia sebut dengan pria perhitungan" ucap Aldi


"Kalau begitu Kakak bisa berubah menjadi lebih baik" ucap Alenka


"Terlambat Evelyn sudah menjadi milik orang lain" ucap Aldi


"Sebelum jalur kuning melengkung tidak ada yang namanya terlambat" ucap Alenka


"Minta maaf dulu saja atas sikap kakak selama ini kepada Kak Evelyn" ucap Alenka


"Baiklah, Kakak akan mengirim dia pesan teks" ucap Aldi


^^^Pesan Teks^^^


^^^[Evelyn, Aku minta maaf atas semua sikap kasar aku ke kamu. Apa kita bisa bertemu untuk membicarakan ini]^^^


Getaran ponsel Evelyn menyala bertanda ada seseorang yang mengirimi dia sebuah pesan masuk

__ADS_1


"Hah?! ini Aldi ingin ketemu. Aku nggak salah baca kan," ucap Evelyn sambil menepuk-nepuk kedua pipinya seolah tak percaya bahwa Aldi mengirimi dia pesan teks dan ingin bertemu secara langsung, namun tiba-tiba saja ketika Evelyn hendak membalas isi pesan dari Aldi, ada panggilan masuk dari Alenka sehingga terpaksa Evelyn mengangkat panggilan tersebut tanpa membalas pesan.


Drrrrt.... Drrrrt....


"Kak Evelyn, ada berita baik" ucap Alenka


"Berita mengenai apa?" tanya Evelyn


"Kak Aldi cemburu" ungkap Alenka


"Hah?! pantesan dia tadi ajak aku ketemu" ucap Evelyn


"Terus kakak udah balas?" tanya Alenka


"Mau balas malah adiknya yang telepon" ungkap Evelyn


"Ha..ha..ha.. maaf kak," ucap Alenka sambil terkekeh


"Ia, aku maafkan karena kamu sudah berhasil untuk membuat aku dan Aldi bisa akur kembali" ucap Evelyn


"Terima kasih, Kak. cepat balas dan katakan kakak juga mau bertemu dengan dia" ucap Alenka


"Oke" ucap Evelyn


Tut


Bersambung..

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2