Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
47. Perjodohan


__ADS_3

Sesuai kesepakatan kedua belah pihak antara Baroto dengan Rinto, akhirnya pada hari ini mereka sudah merencanakan akan memperkenalkan putra dan putri masing-masing


"Aldi, hari ini sekolah kamu libur kan?" tanya Baroto


"Memang kenapa, pah?" tanya Aldi


"Temenin papa untuk membeli kaca mata baru" ucap Baroto


"Kaca mata papa kenapa lagi?" tanya Aldi


"Rusak kaca mata minus papa akibat tidak sengaja kedudukan, jadi tolong temenin papa untuk memperbaikinya di tempat langganan papa" ucap Baroto


"Oke, Aku pasti akan menemani papa untuk pergi ke tempat langganan papa" ucap Aldi


...*******...


Di sebuah Mall yang menjulang tinggi dengan hiasan imlek menghias area depan, nampak dua orang insan sedang memasuki ambang pintu Mall Metro Indah


Dengan tergesa-gesa Baroto menarik lengan sang anak untuk berjalan lebih cepat dari pada biasanya


Awalnya Baroto tidak ingin berterus terang bahwa akan mengadakan pertemuan perjodohan ini sesuai rencana, namun melihat Aldi yang lambat berjalan dan juga mencurigainya terus menerus. Akhirnya Baroto menjelaskan kepada Aldi yang sebenarnya

__ADS_1


"Pah, kenapa terburu-buru sekali" ucap Aldi


"Kita terlambat" ucap Baroto


"Hah?! ini kan Mall bukan sekolah," bingung Aldi hanya tersenyum miring melihat aksi tari menarik lengan dengan sang Ayah


"Kamu lucu sekali, Nak! Papa tahu ini bukan sekolah, sebenarnya papa tadi berbohong kepada kamu" ucap Baroto


"Apa?! maksud papa dengan berbohong?" tanya Aldi


"Papa datang ke Mall ini tidak untuk memperbaiki kaca mata papa yang rusak melainkan ingin mempertemukan kamu dengan seorang gadis" ungkap Baroto


"Ma-maksdud Papa aku akan di jodohkan?" tanya Aldi


"Ini kan bukan zamn Siti Nurbaya, Pah" tolak Aldi


"Suka atau tidak kamu tetap akan menikah dengannya setelah usai sekolah" ucap Baroto


"Kenapa memaksa Aldi harus menikah dengan gadis yang akan di perkenalkan Papa?" tanya Aldi


"Karena kita harus membalas Budi orang yang sudah baik menolong kita di saat kita dalam keadaan susah" kilah Baroto

__ADS_1


"Maksud papa apa dengan membalas Budi?" tanya Aldi


"Kolega Papa yang bernama Rinto sudah membantu membiayai operasi mama kamu, jadi apa salah nya kita membalas budi dengan menjodohkan kamu dengan anaknya" ucap Baroto


"Katakan yang jujur, Pah! aku yakin papa berbohong! mana mungkin di dunia ini ada yang gratisan" ucap Aldi


"Baiklah, Papa akan jujur kepada kamu. Sebenarnya Papa sudah menandatangani surat perjanjian di atas materai untuk membiayai operasi mama kamu dengan syarat akan menjodohkan kamu dengan putri kandungnya" ucap Baroto


"Kenapa syaratnya aneh sekali?! apa Papa tidak mencurigainya?" tanya Aldi


"Aneh bagaimana maksud kamu?" tanya Baroto


"Harusnya isi dalam perjanjian itu adalah mengenai bayaran uang dua kali lipat atau tiga kali lipat, tapi ini malah perjodohan?! bukankah ini terasa janggal?" tanya Aldi


"Sudahlah, Nak! kamu jangan berpikir buruk bisa saja kan, dia memiliki alasan tersendiri" ucap Baroto


memang benar kecurigaan Aldi, Rinto memang memiliki tujuan selain kepetingan pribadinya memiliki cucu dari keturunan ningrat, dia sendiri pun ingin menyelamatkan perusahaan yang sedang terlilit hutang dan terancam bangkrut


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2