Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
25. Agnes mulai menyelidiki


__ADS_3

Santoso Hospital


"Kita masuk saja dulu untuk mengetahui kebenaran omongan lu ini" ucap Agnes


"Oke, Gw ini kan sepupu lu! harusnya lu percaya setiap sudut omongan dari bibir gw ini adalah suatu kebenaran" ucap Aldi


"Kita buktikan saja kebenarannya dari sumbernya langsung di sini" ucap Agnes


Perang dingin antara saudara pun, kini telah berlalu. Sekarang mereka mulai masuk ke ruangan yang tidak di jaga oleh pihak keluarga karena kesibukan masing-masing


Tok


Tok


Tok


"Aldi" seru Doni


"Kok lu ke sini?" tanya Aldi


"Jenguk lu sama Agnes" ucap Doni


"Agnes Sanjaya?!" tanya Aldi


"Kok lu apal nama sepupu gw ini, kalian kan belum pernah sedekat itu apa lagi gw tahu lu mana mungkin tahu nama belakang Agnes" ucap Doni

__ADS_1


"Gw bertemu dengan Kakek Darma Sanjaya, beliau mengatakan bahwa saya harus menjaga cucunya yang bernama Agnes Sanjaya" ucap Aldi


"lu bertemu di alam mimpi?" tanya Doni


"Sepertinya begitu" ucap Aldi


"Kenapa Kakek Darma menitipkan aku kepada pembunuhnya" tuduh Agnes


"Aku bukan pembunuh!" ucap Aldi


"Kamu jangan asal mengarang cerita seperti itu!" ucap Agnes


"Aku nggak ngarang cerita, Aku memang bertemu langsung dengan Kakek Darma yang berambut panjang dengan menggunakan kemeja dan celana serba putih" ucap Aldi


"Kenapa Kakek Darma menitipkan gw pada pembunuh seperti lu!" uap Agnes


"Jangan asal tuduh, Aku bukan pembunuh! Itu murni sebuah kecelakaan" ucap Aldi


"Nggak! gw nggak terima ini sebuah kecelakaan! lu adalah dalang dari semua ini! kalau Kakek tidak memakai jasa lu. Ini semua tidak akan pernah terjadi" ucap Agnes


"Oke, lu boleh marah sama gw tapi sesuai amanah dari Kakek Darma. Gw akan jagain lu" ucap Aldi


"Nggak perlu di jaga! gw udah besar dan nggak perlu di jagain sama pembunuh kayak lu" ucap Agnes


Dengan menghela napas panjang, Aldi bergeming melihat sorot mata Agnes yang memancarkan rasa kehilangan akan Kakek tercintanya

__ADS_1


Rupanya Aldi sedikit menahan rasa sakit akibat terlalu banyak berdebat, napas Aldi mulai naik turun tak karuan lalu kembali menutup kelopak matanya


"Al-Aldi, Bangun! lu sih malah berdebat sama orang yang lagi sakit harusnya lu menahan emosi lu di sini" Seru Doni


"Kenapa jadi gw yang di salahkan, gw sih bodoh amat! mau dia mati juga!" ucap Agnes


"Tega lu! dia itu sahabat gw" ucap Doni


"Bagi lu dia itu sahabat, tapi bagi gw dia tetap dalang yang menyebabkan kematian Kakek Darma" ucap Agnes


"Lu kebanyakan debat sama dia! sebelum lu tanya siapa yang menunggangi kuda putih liar itu" ucap Doni


"Tanpa mendengar dia mengatakannya, Gw sendirilah yang akan menyelidiki kasus ini! karena gw sama sekali tidak percaya semua omongannya hanyalah bualan belaka" ucap Agnes


"Jangan asal nuduh! lebih baik kamu selidiki saja sana soal Evelyn" ucap Doni


"Oke" ucap Agnes sambil melangkahkan kakinya pergi


Doni pun menekan tombol mode bahaya di sebelah tempat berbaring untuk pasien yang tidak sadarkan diri kembali karena rasa lelahnya bertengkar


bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2