Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
63. Agnes menyetujui perjodohan


__ADS_3

"Papi" panggil Agnes


"Ada apa kamu sampai ke kantor papi" ucap Rinto


"Aku setuju dengan usul yang pinta untuk aku" ucap Agnes


"Usul yang mana?


"Usul untuk menjodohkan aku dengan Aldi"ucap Agnes


"Kok kamu tiba-tiba setuju?" tanya Rinto


"Karena Kakek Darma sudah datang menjelaskan kepada aku bahwa Aldi yang menolongnya dan Kakek sendiri yang memberi amanah untuk aku di jaga sama Aldi"ucap Agnes


"Nah kan Papi sudah yakin juga kalau Kakek kamu itu setuju dengan perjodohan ini" ucap Rinto


"Aku melakukan ini semua untuk Kakek Darma bukan untuk Papi"ucap Agnes


"Iya-iya, Papi selalu nomer dua di hati kamu"ucap Rinto


"Nggak begitu!" ucap Agnes


"Yasudah sekarang akan Papi beritahu kabar baik ini kepada Pak Baroto" ucap Rinto


"Halo, Pak Baroto" ucap Rinto

__ADS_1


"Iya,.ada apa?" tanya Baroto


"Putri saya sudah setuju untuk melakukan pertunangan" ucap Rinto


"Jadi pertunangan itu kapan di adakan?" tanya Baroto


"lusa kita akan mengadakan pesta untuk mereka, Saya sendiri yang akan menyiapkan" ucap Rinto


"Apa tidak sebaiknya satu Minggu lagi karena saya harus membujuk Aldi" ucap Baroto


"Tidak bisa! saya mau lusa!" ucap Rinto


********


Setelah usai panggung pun yang di tunggu Aldi tak pernah datang batang hidungnya, Aldi merasa sangat kecewa kepada Evelyn dia berhenti menunggu dan pulang


"Mau pulang" ucap Aldi


"Sekarang kamu harus tinggal bersama Papi" pinta Wildan


"Tidak bisa, aku masih perlu waktu untuk menerima semua kenyataan ini" ucap Aldi


"Baiklah, Papi akan menunggu kamu kembali" ucap Wildan


"Saya permisi dulu" pamit Aldi

__ADS_1


Aldi masih tidak percaya bahwa dirinya adalah anak kandung dari keluarga Kartadinata, namun sebaliknya Wildan melihat kepergian anaknya dengan rasa kecewa yang mendalam karena tidak berhasil membawa anak yang terbilang untuk pulang ke mansion


Kepergian seorang anak bagi Ayahnya sangat menyayat hati


selalu ada ruang hampa di hati sang Ayah ketika kehilangan dua orang dalam hidupnya pergi seketika


"Aku akan meluluh lantahkan hati anak kandungku yang selama ini aku cari. Aku akan membuat dia nyaman dengan segala kemewahan yang akan aku tawarkan padanya" gumam Wildan dalam hatinya


📱Drrrrtttt ...drrrrtttt


📞"Theo, pesankan segera mobil sport keluaran terbaru untuk anak saya Junior" ucap Wildan


📞"Baik, Tuan besar" ucap Theo


"Kamu harus cari tahu warna kesukaan Junior, apa dia masih menyukai warna merah atau tidak karena setahu saya sejak kecil dia sangat menyukai sekali warna merah" ucap Wildan


"Baik, Tuan besar. Saya akan mencari tahu warna kesukaan dari Tuan muda Junior," ucap Theo dengan nada lembut


Tut (nada dering ponsel di tutup)


Sesungguhnya Theo juga merasa linglung harus mencari tahu warna kesukaan Tuan muda yang selama ini hilang belasan tahun lalu. Theo terus saja menggelengkan kepalanya dengan mengerutkan keningnya


"Aku harus mencari tahu tentang Tuan muda Junior dari siapa ya! Apa aku cari tahu melalui Tuan muda Jonathan yang setahu saya mereka satu sekolah" gumam Theo yang sedang bingung untuk mencari warna kesukaan Junior


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan Lupa untuk memberikan dukungan berupa Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2