
Baskoro pun menelepon satu persatu kerabat dekatnya untuk meminta bantuan dana operasi istrinya yang harus di lakukan pada hari ini, namun kerabat dekatnya pun tak ada yang bisa meminjamkan dana sebesar itu.
Akhirnya Baskoro pun pergi dari rumah sakit untuk meminta bantuan kepada salah satu kolega yang ia tahu bisa membantu meminjamkan uang kepadanya.
Kolega ini adalah rekan bisnis di pabrik ia bekerja, Baskoro cukup mengenalnya
"Pak, saya mohon pinjamkan saya uang untuk operasi istri saya hari ini. Sebagai gantinya saya akan membayar dua kali lipat dari harga yang saya akan pinjamkan" ucap Baskoro
"Tidak perlu di pikirkan! saya ini bukan renternir! hanya saja saya ingin putra kamu menikah dengan putri saya, Bagaimana?" tanya pria paruh baya itu
"Ta-tapi putra saya itu masih remaja, Pak!" ucap Baskoro
"Kalau kamu menentang keinginan saya, maka saya tidak bisa membantu kamu," ucap pria paruh baya itu dengan senyum smirk
"Jangan di batalkan bantuannya Pak" ucap Baskoro
__ADS_1
"Kalau begitu kita akan membuat surat perjanjian di atas materai terlebih dulu, jika kamu bersedia untuk menikahkan putra kamu dengan putri saya" ucap pria itu
"Ba-baiklah," ucap Baskoro sambil terbata-bata
Akhirnya perjanjian itu di buat dengan di tanda tangani di atas materai dan di saksikan langsung oleh pengacara.
Sesungguh Pria paruh baya itu sangat ingin sekali menimbang cucu di karenakan dia memiliki usia yang tidak akan lama lagi.
****
Baskoro pun mulai membayar biaya administrasi lalu operasi pun akan segera di lakukan, Tim medis pun bergegas ke ruang operasi dengan sigap mereka memakai baju, celana, topi yang serba hijau serta tak luput dari sarung tangan yang sudah siap dengan pisau bedah.
Sebuah takdir hidup berkata lain, apa yang di harapkan manusia belum tentu kehendak ilahi, demikian juga takdir Hesti yang harus pergi untuk selamanya dari sisi suami dan kedua anaknya.
Kematian adalah hal yang pasti semua akan alami, tak terkecuali wanita paruh baya ini tidak berhasil di tolong oleh seorang dokter bedah specialis kandungan akibat lambatnya pertolongan yang di berikan mengenai masalah finansial keuangan yang mereka sedang mereka alami
__ADS_1
niat hati Evelyn dan Agnes membantu untuk membiayai pengobatan serta Aldi dan Alenka yang rutin menghemat uang jajan dan ongkos terbuang sia-sia karena sebuah takdir yang tak bisa di cegah oleh umat manusia
Isak tangis pun mulai bergema di rumah sakit, begitu mengetahui bahwa istri nya meninggal dunia
"Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi takdir berkata lain Bu Hesti tidak bisa di selamatkan" ucap Dokter Farhan
"Nggak!! ini nggak mungkin!! mama pasti masih hidup kan, Dok!"ucap Aldi
"Maaf, pasien sudah di nyatakan meninggal dunia. Harap kalian sekeluarga bisa menerima dengan lapang dada, saya permisi" ungkap Dokter Farhan
Dengan tergesa-gesa mereka semua berlari kecil melihat tubuh wanita paruh baya itu terlentang dengan kain putih yang membungkus wajahnya
Perlahan kain itu di buka dengan tangan yang gemetar serta mata yang membulat, Aldi tak kuasa menahan air matanya untuk menangis di hadapan seorang ibu yang selama ini telah membesarkan dirinya
bersambung....
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...