Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
74. Menutupi Status Palsu


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Semua murid-murid mulai masuk ke dalam bus pariwisata, mereka semua membawa ransel besar berisi pakaian dan makanan yang mereka sudah siapkan dari rumah masing-masing


Ketika di dalam bus pariwisata, Agnes mulai menghampiri Aldi untuk memberitahukan sesuatu yang penting, meski banyak mata yang memandang ke arah mereka


Agnes tetap melanjutkan langkah kakinya ke arah bangku tempat di mana Aldi berpijak untuk duduk di ujung dekat dengan gorden yang lekat dengan pemandangan alam yang sangat di sukai Aldi.


Sejauh ini tidak ada yang curiga bahwa Aldi dan Agnes sudah bertunangan secara tertutup karena hanya beberapa kerabat baik dari pihak keluarga saja yang mereka undang


"Ingat ya! status kita hanya palsu, jadi cincin itu kamu harus sembunyikan, jangan sampai teman-teman pada curiga mengenai status kita" Bisik Agnes


"Iya-iya, Aku ngerti. Kamu nggak usah khawatir mengenai status palsu kita karena aku juga malu sudah tunangan di umur muda seperti ini" ucap Aldi


*****


"Kak Aldi" panggil Alenka


"Ada apa?" tanya Aldi


"Kak Aldi, boleh Alenka bertanya sesuatu mengenai acara pertunangan Kak Aldi dan Kak Agnes?"tanya Alenka

__ADS_1


"Boleh, Apa sih yang nggak buat adik Kakak yang manja ini" ucap Aldi


"Kenapa Kak Aldi tidak mengundang teman-teman sekolah ke acara pertunangan Kak Aldi dan Kak Agnes?!" tanya Alenka


"Agnes tidak mau semua anak sekolah tahu bahwa kita sudah bertunangan" ucap Aldi


Deg!


Percakapan dua insan itu tak sengaja di dengar oleh Evelyn, ketika Evelyn ingin menghampiri Alenka yang berada jauh darinya


"Ternyata Aldi dan Agnes sudah tunangan?! kenapa Alenka tidak memberitahukan'ku"gumam Evelyn


Evelyn tak bergeming, matanya sudah mulai mengeluarkan butiran rintihan air mata pecah menahan rasa sesak dalam dadanya yang tak bisa ia sembunyikan lagi bahwa Ia sangat cemburu dan merasakan kehilangan


"Lanjutin ajah bicaranya. Aku hanya mau duduk di sebelah sana" tunjuk Evelyn


"Aku tahu tadi Kak Evelyn dengar pembicaraan aku dengan Kak Aldi" ucap Alenka


"Lantas kalau Aku dengar memang kenapa?!" ketus Evelyn


"Kenapa Kak Evelyn jadi ketus seperti ini, Lenka hanya bertanya saja kepada Kak Evelyn, kalau memang mendengar ini semua pasti Kak Evelyn sangat terluka,"ucap Alenka sambil duduk di sebelah bangkunya

__ADS_1


"Maaf, Aku nggak peduli lagi Aldi mau menikah sekali pun" ucap Evelyn


"Jangan pernah bohongin perasaan, Kak Evelyn" ucap Alenka


"Percuma punya perasaan kalau hanya untuk di sia-siakan" ucap Evelyn


"Kak Aldi juga terpaksa melakukan pertunangan ini hanya karena amanah rasa bersalahnya pada Kakek Darma" ucap Alenka


"Iya, Aku tahu,"ucap Evelyn dengan nada datar


"Kak Evelyn harus kuat, jika Kak Aldi tidak bisa secara langsung mengutarakan perasaanya kepada Kak Evelyn, seharusnya Kakak yang maju dahulu" ucap Alenka


"Maju tak gentar gimana maksud kamu memangnya lagi perang dunia?" tanya Evelyn


"Apa salahnya jika wanita dulu yang menyatakan perasaanya dari pada di sembunyikan terus-menerus, bukankah memendam perasaan itu akan lebih menyakitkan di bandingkan harus mengungkapan perasaan kepada orang yang kita sayangi?" tanya Alenka


"Hmmmmmm, Aku takut ide kamu yang satu ini juga akan membuat aku terluka karena akan ada penolakan dari Aldi" ucap Evelyn


"Lebih baik di tolak dari pada memendam perasaan seorang diri. Aku pamit ke bus sebelah" ucap Alenka sambil melambaikan tangannya


Bersambung ...

__ADS_1


...Jangan lupa ya untuk memberikan dukungan kalian berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2