Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
77. Menemukan Bus Pariwisata


__ADS_3

Theo serta anak buah yang banyak menyebar di daerah hilangnya bus tersebut, mereka membagi team untuk mudah menemukan keberadaan bus tersebut


"Lapor, Bas. Saya baru saja melihat bus pariwisata tersebut terjungkir di jurang sebelah sana" tunjuk anak buah


"Baiklah, Sekarang kita ke sana! dan satu lagi kalian selamatkan Tuan muda Junior terlebih dulu, Paham?!" tanya Theo


"Paham, Bos" ucap sang anak buah


*****


Dalam bus tersebut, Sang supir sudah tidak bernyawa lagi sedangkan guru dan murid-murid banyak yang berguguran terluka parah akibat kejadian malapetaka yang menimpa kedua bus tersebut


"Itu, Tuan muda Junior di sebelah sana. Kalian angkat dan pindahkan ke villa milik Tuan besar" ucap Theo


"Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit?" tanya Dimas salah satu anak buah


"Ikuti saja perintah saya tanpa banyak bertanya karena ini perintah Tuan besar" ucap Theo


"Baik, Bos" ucap Dimas


"Satu lagi kamu hubungi ambulance karena di sini banyak korban jiwa yang segera butuh pertolongan" ucap Theo


"Siap, Bos" ucap Dimas

__ADS_1


*****


Flashback on


Wildan sudah mengambil langkah perhitungan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi, Like father like son istilah jaman sekarang juga di alami Wildan.


Wildan begitu sigap menghadapi masalah yang terjadi kepada putra semata wayangnya, Ia langsung menghubungi dokter keluarga untuk menyusul ke Bogor


"Dokter Timoty, tolong periksa anak saya di Bogor" ucap Wildan


"Kebetulan sekali, Saya juga sedang berada di kota Bogor untuk merawat pasien lama saya" ucap Dr. Timoty


"Baguslah, Sekarang saya kirim lokasi Villa yang di tempati anak saya berada" ucap Wildan


"Baiklah, Tuan besar Wildan. Saya ke sana sekarang" ucap Dr. Timoty


*


*


*


*

__ADS_1


Semua teman-teman Aldi di bawa ke rumah sakit, sedangkan Aldi sendiri di bawa oleh para pengawal Wildan ke suatu villa di Bogor yang tidak ada siapa pun yang mengetahui


Perlengkapan medis di villa tersebut cukup memadai layaknya kamar di rumah sakit pada umumnya, namun ini berbeda, Dokter dan suster berara 24 jam di kamar pasien untuk memantau keadaan pasien yang belum sadarkan diri


Tak lama kemudian, Wildan tiba di villa dengan raut wajah yang muram melihat anak kandungnya terlentang lemah tak berdaya dengan selang infus di tangan.


"Bagaimana keadaan putra saya?" tanya Wildan


"Keadaan putra Tuan besar masih dalam penanganan, namun saya pastikan putra anda tidak apa-apa hanya luka-luka bagian luar saja" ucap Dokter Timoty


"Apa perlu putra saya melakukan CT-Scan untuk mengecek bagian dalamnya?


"Saya rasa tidak perlu, Tuan besar karena pasien hanya terluka bagian luar saja, tapi jika anda memaksa Tuan besar bisa memindahkan pasien ke rumah sakit besar untuk melakukan CT-Scan" ucap Dr. Timoty


"Baiklah, tidak perlu. Saya akan menunggu sampai putra saya sadar" ucap Wildan


"Baiklah kalau begitu, Tuan besar harus lebih bersabar" ucap Dr. Timoty


Harusnya hari ini rencana pesta kejutan itu di selenggarakan, namun kenyatannya rencana selalu bisa berubah karena sebuah takdir hidup karena apa yang di rencanakan oleh manusia sering kali gagal.


******


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2