Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
36. Rumah kosong


__ADS_3

Setibanya di rumah, Aldi dan Alenka merasa heran karena pintu depan rumah mereka terbuka begitu saja, dan prasangka pun mulai mereka curahkan lewat pertanyaan yang di ajukan sang adik


"Kak?!" kaget Alenka


"Kenapa?" tanya Aldi


"I-itu lihat pintu rumah terbuka" ucap Alenka


"Mama pasti lupa menutup pintunya, kenapa kamu cemas begitu?" tanya Aldi


"Apa ada maling masuk ya, Kak? karena mama itu nggak mungkin lupa menutup pintu" ucap Alenka


"Semuanya bisa saja kan! kamu harus berpikir positif" ucap Aldi


"Yasudah, hayu ke dalam" ucap Alenka


Derap langkah kaki mereka mengandung banyak pertanyaan kenapa rumahnya seakan mencengkam


"Kak, sepertinya rumah ini kosong! kemana papa dan mama?" tanya Alenka


"Kalau rumah ini kosong kenapa pintu depan terbuka?" tanya Aldi


"Apa mungkin rumah kita ini kemalingan?"tanya Alenka


"Mungkin saja! untuk memasukan ada maling atau tidak kita lebih baik memeriksa kamar satu per satu" ucap Aldi


"Oke" ucap Alenka

__ADS_1


Dengan langkah berani beserta alat-alat dapur seperti panci, alat penggorangan lainnya di genggaman tangan, mereka ambil dari dapur


mengendap-endap adalah cara terbaik agar mereka bisa memukul para penjahat yang masuk ke dalam rumah


"Kak, coba di pikir ulang lagi. Apa mungkin ada maling di rumah kita yang bisa di katakan rumah yang tak layak untuk di huni" ucap Alenka


"Kemungkinan bisa saja terjadi karena maling itu tidak mengenal rumah besar atau rumah kecil seperti ini. mereka lebih mementingkan peluang yang terjadi ketika pintu rumah terbuka dan orang dalam rumah ini kosong tak berpenghuni" ucap Aldi


"Ih, sudahlah kita berpencar saja" ucap Alenka


"Kamu berani, dek?" tanya Aldi


"Iah!" ucap Alenka


Mereka mecari penjahat itu dari ruang tamu, kamar mandi, dan kamar tidur mereka masing-masing, namun kenyataanya memang tidak ada siapa-siapa. Rumah kosong itu menjadi saksi bisu kekhawatiran mereka tidak cukup membuktikan bahwa ada maling yang masuk dalam rumah mereka.


"Coba kamu cek ada barang-barang yang hilang atau tidak! siapa tahu saja maling itu sudah pergi sebelum kita datang" ucap Aldi


"Oh, ya. Kakak benar! aku akan cek ke kamar aku dulu" ucap Alenka


Tak lama kemudian, ponsel milik Aldi berdering


Drrr....drrrr


"Halo"ucap Aldi


"Sekarang kamu dan alenka segera ke rumah sakit Bhayangkara" ucap Baskoro

__ADS_1


"Siapa yang sakit, Papa?" tanya Aldi


"bukan papa! melainkan mama kamu" ucap Baskoro


"Oke, sekarang aku dan Alenka akan segera ke sana! papa tunggu kami" ucap Aldi


"Tolong cepat ya, Nak" ucap Baskoro


Tut..


"Siapa, Kak?!" tanya Alenka


"Ma-mama, ada di rumah sakit. Kita ke sana sekarang" ucap Aldi


"Mama sakit apa kak? apa karena ini dari sejak sekolah perasaan aku nggak enak" ucap Alenka


"Mungkin ini yang di namakan ikatan batin antara ibu dan anak" ucap Aldi


******


Seorang gadis remaja nan cantik berpakaian mini dress sedang termenung di balkon sebuah mansion mewah, Gadis belia ini memikirkan pria yang kini diam-diam mulai mengisi hatinya karena sebuah lirikan lagu beberapa waktu lalu mampu merobohkan dinding hatinya


"Lirikan lagu saat di cafe itu membuat aku terpesona, tetapi aku sudah berjanji pada Renata untuk tidak jatuh cinta padanya!! kenapa aku menjilat lidah aku sendiri!" gumam Evelyn


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2