Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
12. Hinaan Dari Gadis Pujaan Hati


__ADS_3

Di perjalanan pulang menuju rumah sederhana'nya, Tanpa di sengaja mobil berwarna merah muda itu melintas berpapasan dengan motor usang yang di kendari oleh Aldi dalam cahaya merah tempat pemberhentian


"Hei, Pria perhitungan!" seru Evelyn membuka kaca mobilnya


"Mau bicara apa lu?" tanya Aldi


"hari gini masih pakai motor jadul" ledek Evelyn


Degh!


"Suka-suka gw memang apa urusannya dengan lu?" tanya Aldi


"Nggak sih, Hanya saja merusak pemandangan mata gw ajah" ucap Evelyn


"Kalau gitu nggak usah di lihat, Gw ini emang sampah" ucap Aldi


"Ngaku juga ya kalau lu itu memang sampah masyarakat yang harusnya nggak pernah gw lihat" ucap Evelyn menutup kaca mobilnya


Kembali hati Aldi tersakiti karena hinaan yang di lontarkan gadis yang diam-diam ia cintai malah menghina dirinya


"Gw memang nggak pantes punya pacar Kayak dia! gw harus tau diri dan hilangin perasan ini" gumam Aldi


***


Perkataan Aldi tak sama sekali di gubris oleh gadis remaja yang berparas cantik dengan lesung pipi menambah aura kecantikan yang ia miliki


"Tega banget lu, Anak orang lu jailin" ucap Renata

__ADS_1


"Abisnya merusak pemandangan gw ajah sih" ucap


"Jangan benci orang nanti lu cinta" ledek Renata


"CK! mana mungkin gw cinta sama pria perhitungan seperti dia! Ngaco ajah!" ucap Evelyn


"Memang kenapa dia kalau dia pria perhitungan? Dia juga nggak kalah tampan dari Jonathan" ucap Renata


"Gw curiga lu belain dia pasti karena lu naksir ya?" tanya Evelyn


"Iya, Gw naksir sama pria perhitungan itu. Dia ganteng" ucap Renata


"Ganteng ajah nggak cukup kalau tempo hari mobil gw nggak sengaja terkena genangan air sehingga dia kena ciprat, Dia malah minta ganti rugi" ucap Evelyn


"Kasian tau dia itu dari kalangan bawah" ucap Renata


"Akh, sudahlah nggak usah lu terlalu pikirin. Sekarang kita ketemu sama sepupu gw si Jonathan biar mood swing lu hilang" ucap Renata


"Oke, Bu negara. Meluncur kita" ucap Evelyn


*


*


*


Hidup tak pernah ada yang tahu kita berada di status yang mana, Tapi takdir bisa di ubah oleh kerja keras

__ADS_1


"Suatu hari nanti gw ingin menjadi orang yang di pandang sehingga nggak ada satu pun yang menghina gw" gumam Aldi


"Nak, kamu dapat motor tua ini dari mana?" tanya Hesti


"Dari bengkel Pak Rahmat" ucap Aldi


"Hah?! kamu dapat uang dari mana untuk membeli motor tersebut?" tanya Hesti


"Mama kan sudah tahu kalau aku menabung selama ini" ucap Aldi


"Mama tahu kamu menabung selama ini, tapi mana mungkin kamu bisa secapat ini mendapat motor" ucap Hesti


"Tabungan aku di gabung sama tabungan Alenka" ucap Aldi


"Hah?! memang cukup?!" tanya Hesti


"Tidak sih, tapi Pak Rahmat memberi aku waktu untuk mencicil sisanya" ucap Aldi


"Beruntung sekali kamu, Nak" ucap Hesti


"Aku memang anak yang selalu beruntung" ucap Aldi dengan senyum simpul


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, Semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2