Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
17. Cinta segi empat


__ADS_3

Dalam cinta kita tidak bisa memilih siapa yang akan kita cintai dan di cintai, Itulah makna dari cinta. Kita tidak bisa memaksa kehendak cinta, tapi sebagian orang selalu memaksakan kehendak cinta harus menjadi miliknya bukan orang lain


Bergulirnya waktu, Seorang anak remaja bersikeras untuk memperkenalkan sahabatnya kepada Jonathan


"Kenalin ini sepupu gw, Jonathan kartadinata" Kilah Renata


"Jo" ucap Jo sambil memberikan tangan kanannya


"Aku Evelyn" ucap Evelyn menyodorkan tangannya juga


"Aku ke kamar duluan ya, Ada barang yang ketinggalan" kilah Renata dengan bergegas menuju ruang kamar


"Kamu murid baru?" tanya Jo


"Iah, Aku murid baru" ucap Evelyn


"Pindahan dari mana?" tanya Jo


"Pindahan dari Surabaya" ucap Evelyn


"Oh, kalau boleh tahu kenapa kamu pindah?" tanya Jo


"Bisnis Dady aku pusatnya di Jakarta lagi, Jadi kami juga pindah ke sini" ucap Evelyn


"Dady kamu bisnis apa?" tanya Jo


"Kurang tahu kalau itu, Aku sebagai anak hanya menurut saja kemana orang tua pergi" ucap Evelyn


"Anak yang baik dan cantik seperti kamu, Apa sudah punya kekasih?" tanya Jo

__ADS_1


"Belum, kalau kamu?" tanya Evelyn


"Aku juga belum, Kita senasib. Bagaimana kalau kita saling mengenal lebih jauh? tanya Jo dengan sopan


"Iya, Oke" ucap Evelyn


"Aku boleh minta nomer ponsel kamu?" tanya Jo


"Bukankah sudah ada di group sekolah" ucap Evelyn


"Oh, Iya. Aku lupa kalau kamu juga ada di group sekolah karena aku kadang malas ladenin fans aku yang selalu ngejar-ngejar" ucap Jo


"Banyak fans yang suka kenapa nggak di jadikan salah satunya pacar" ucap Evelyn


"Nggak akh, belum ada yang cocok saja" kilah Jo


"Kok nggak percaya?! Coba tanya saja si Renata" ucap Jo


"Sorry hanya becanda saja" ucap Evelyn


"Oke, Aku senang kalau itu hanya candaan kamu" ucap Jo


"Apa kamu suka berkuda?" tanya Evelyn


"Suka, Aku suka sekali dengan berkuda. Apa kamu mau mengajak aku berkuda sekitar sini?" tanya Jo


"Boleh, sudah lama juga aku nggak main ke pacuan kuda" ucap Evelyn


"Apa kamu mau berlomba dengan aku? Siapa yang menang harua menuruti semua keinginannya, Bagaimana?" tanya Jo

__ADS_1


"Setuju, Siapa takut" ucap Evelyn


*****


Mereka berdua pun bergegas di area pacuan kuda di sekitar bukit nan jauh dari hilir aliran sungai yang deras akan pancuran air


Dengan segala perlengkapan keamanan, Mereka sekarang telah menunggangi kuda warna putih di pilih oleh Evelyn, sedangkan kuda hitam di pilih oleh Jonathan


"Are you ready, Evelyn?" Question Jo


"Yes, I am ready" Said Evelyn


Kuda putih dan hitam keluar jalur pacuan entah kenapa kuda putih seperti hewan mabuk, Berkeliaran tidak kenal arah


"Kamu kenapa?" tanya Jonathan


"Kuda aku bermasalah, Dia tidak menuruti arah" ucap Evely


"Kamu tenang, Aku akan menjaga kamu dari belakang" ucap Jonathan


Dengan bola mata yang berkaca-kaca,.Evelyn berteriak ketakutan, dia meminta kepada Jonathan untuk menghentikan laju arah kuda putih yang sudah tidak bisa di kendalikan oleh kedua jemari lentiknya


"Jo, Tolong Aku! Hentikan laju kuda ini" teriak Evelyn


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa Like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...


...Terima Kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2