Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
27. Cobaan hidup Hesti


__ADS_3

Enam butir obat dalam sehari sudah menjadi candu bagi seorang wanita paruh baya dengan penyakit tumor kista yang di deritanya, Diam-diam dia selalu mengerang kesakitan di area sekitar perut hingga menjalar ke area pinggang yang semakin sakit


"Akh!! sakit" pekik hesti


"Ma, kamu kenapa?" tanya Baskoro


"Biasa mama lagi sakit perut, Pa" Kilah Hesti


"memang kamu lagi masa subur? bukannya kamu sudah berhenti datang bulan?" tanya Baskoro


"Sakit perut biasa" ucap Hesti


"Oh, syukurlah kalau kamu hanya sakit perut biasa, Aku tidak bisa membayangkan jika kamu sakit berat" ucap Baskoro


"Seandainya aku sakit berat. Apa kamu akan sedih?" tanya Hesti


"Tentu aku pasti akan sedih, apa lagi kalau kamu sakit parah" ucap Baskoro


Dalam benak wanita paruh baya, Ia ingin sekali memberitahukan mengenai penyakit ini pada suaminya, namun dia selalu memendamnya dan diam-diam pergi menemui dokter spesialis kandungan untuk menanyakan lagi kemungkinan terburuk jika dia operasi pengangkatan rahim


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Dok, saya hari ini mau konsultasi mengenai penyakit yang saya derita" ucap Hesti


"Bu Hesti kemana saja, kok baru sekarang mau cek up lagi" ucap dokter


"Anak saya mengalami kecelakaan jadi saya nggak sempat untuk cek up" ucap Hesti


"Oh, pantas saja. Sekarang bagaimana keadaan anak ibu?" tanya Dokter


"Anak saya sudah baik-baik saja, dia sudah bisa sekolah lagi" ucap Hesti


"Syukurlah kalau begitu. Saya senang mendengarnya" ucap Dokter


"Tidak, Bu hanya ini jalan satu-satunya tapi tidak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti kista itu bisa tumbuh lagi setelah di lakukan operasi tersebut" ucap Dokter


"Kenapa bisa begitu, Dok?" tanya Hesti


"Kista ovarium yang berada di rahim anda bisa di katakan cukup parah" ucap dokter


"Oh, Kalau begitu biaya untuk operasi tersebut berapa?" tanya Hesti


"Mengenai biaya kemungkinan sekitar 25 JT untuk kelas 3" ucap Dokter

__ADS_1


"Mahal sekali, Dok" ucap Hesti


"Iah, memang seharga segitu sudah terbilang sangat murah apalagi sekarang masa resesi. Semua serba mahal" ucap dokter


"Iah, Saya tahu semua serba mahal"ucap Hesti


"Nah ibu sudah tahu itu, Saya di sini juga bekerja jadi tidak bisa banyak membantu mengenai biaya admistrasi" ucap Dokter


"Iah, Dok. Saya bisa mengerti akan hal ini. Saya akan bicarakan permasalahan administrasi ini kepada anak saya dulu" ucap Hesti


"Semoga permasalahan mengenai biaya operasi bisa. cepat selesai karena ibu harus segera di operasi. Jangan di tunda-tunda lagi" ucap dokter


****


Bu Hesti mulai merasa risih akan perkataan sang Dokter yang sudah seperti dewa yang mengetahui kehidupan seseorang, dia tahu usianya sudah tidak akan lama lagi jadi untuk apa juga dia harus operasi dan hanya menambah beban untuk anak-anak dan suaminya


"Ini cobaan hidup yang sangat berat. Aku hanya bisa berserah kepada Tuhan. Semoga ada suatu keajaiban untuk aku bisa melihat Aldi menikah dulu" Gumam Hesti dalam lubuk hatinya dan bergegas menuju pintu usang itu.


Seorang ibu yang sangat ingin melihat putra semata wayang menikah adalah hal yang membahagiakan bagi dirinya, Apakah bisa wanita paruh baya itu menyaksikan sendiri anaknya menikah dengan gadis cantik impian yang selalu di ceritakan


Bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2