
"Kalau begitu kakak nyatakan perasaan Kakak secepatnya karena menunda lebih buruk dari pada menyatakannya hari ini," ucap Alenka
"Oke, Kakak akan lakukan sesuai keinginan adik tercinta, tapi kamu bantu Kakak dulu untuk merencanakan tempat yang romantis," ucap Aldi
"Siap, Kak, pasti aku bantu sampai Kakak dan Kak Evelyn menjadi dua sejoli yang tidak terpisahkan oleh waktu," ucap Alenka
"Lebai kamu kumat, sana minum obat," ucap Aldi
"Sudah! jangan berantem di depan Papa seperti ini. Papa lagi pusing cari kerja sana-sini belum juga ada yang menerima,"lirih Baroto
"Sabar ya, Papa. Lenka yakin papa akan mendapatkan pekerjaan, meskipun agak lama waktunya," ucap Alenka dengan senyum tipisnya
*
*
*
Di sisi lain, Seorang pria paruh baya itu sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di sampingnya yang siap untuk di tandatangani.
Tok
Tok
Tok
"Permisi, Tuan besar," ucap Theo
"Ada apa?"tanya Wildan
__ADS_1
"Ada satu berkas lagi yang tertinggal, Tuan besar," ucap Theo
"Mana sini, biar saya sekalian tanda tangani," ucap Wildan
"Ini, Tuan besar," tunjuk Theo
"Oke, oh ya. Sekarang Kamu berikan pekerjaan untuk Baroto dengan posisi manager di sini, karena dia selama ini sudah membesarkan anak kandung saya dengan baik," ucap Wildan secara tiba-tiba
"Siap, Tuan besar," ucap Theo
********
Di sisi lain. di rumah sakit Evelyn dan murid lain sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing
"Evelyn, aku nebeng mobil kamu ya," ucap Renata
"Memangnya Jonathan nggak mau anterin lu?" tanya Evelyn
"Oh, yasudah bareng gw ajah. Kita makan dulu," ucap Evelyn
"Makan apa? kita kan baru keluar dari rumah sakit. Nggak boleh makan sembarangan
"Gw juga tahu nggak boleh makan sembarangan. Gimana kalau kita makan bubur ayam si Otong," ucap Evelyn
"Boleh deh, kalau bubur. Gw juga lapar," ucap Renata
"Iah, hayu. Nggak enak makan bubur di rumah sakit," timpal Evelyn
"Iya, gw juga selama di rumah sakit makan bubur ayam cuman dua sendok," ucap Renata dengan terkekeh
__ADS_1
*******
Dengan kecepatan sedang Evelyn membawa mobil dengan suasana hati yang tak karuan, sepanjang perjalanan ia terus memikirkan Aldi yang menghilang begitu saja
"Lyn, lu nggak cari tahu keberadaan Aldi di mana?" tanya Renata
"Nggak akh, mau ngapain ngurusin tunangan orang lain," ucap Evelyn
"Lu harus mau tahu dong, itu kan orang yang lu cintai," ucap Renata
"Males
Bubur Ayam Otong
"Mang, Bubur Ayam dua mangkok ya tanpa kacang," ujar Evelyn
"Gw jangan pakai bawang goreng ya," timpal Renata
"Kenapa lu nggak mau bawang goreng?" tanya Evelyn
"Nggak suka gw, kalau lu makan bawang goreng itu nanti lu akan bau badan/ketiak,"ungkap Renata
"What?! masa sih? gw baru tahu ada yang begitu," ucap Evelyn
"CK! masa nggak tahu yang soal beginian?"tanya Renata
"Nggak tuh, nggak penting kali yang penting menikmati hidup ajah masa makanan di larang-larang! apa yang lu suka makan aja selagi masih bisa hidup," ucap Evelyn
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...