Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
18. Kecelakaan


__ADS_3

Kuda putih yang nampak di awal begitu tenang, Sekarang kuda putih itu menjadi sangat liar dan tak bisa di kendalikan lagi


"Kamu tenang dulu, kalau kamu semakin panik begini, Maka kuda yang kamu tumpangi juga akan merasa semakin liar" ucap Jonathan


"Baiklah, Aku coba tenang tapi ini semakin dekat dengan jalan raya" ucap Evelyn


"Kamu tenang saja, Aku akan berusaha cari bantuan dulu"ucap Jonathan meninggalkan Evelyn untuk mencari bantuan


"Hei, Jangan tinggalin aku" seru Evelyn


Tiba-tiba saja terjadilah tragedi naas di antara kuda putih dengan kuda besi usang yang di kendari oleh Pria Perhitungan itu harus berbenturan sehingga penumpang itu terpental jauh berserta Aldi, Tak hanya itu saja Evelyn pun terpental bersama kuda putih


Brugh!!!


******


Flashback on


"Nak, Tolong antar kakek ke arah puncak ya" pinta seorang kakek tua

__ADS_1


"Tapi ini sudah petang, Kek. Memang rumah kakek di sana?" tanya Aldi


"Iya, Nak. Kakek mohon antar kakek sampai rumah Kakek tidak punya tempat untuk menetap selain di sana"pinta kakek dengan wajah yang memelas


"Baiklah, Kek. Aldi akan membantu. Kakek bisa naik motor aku" ucap Aldi


"Makasih, Nak!" ucap sang Kakek


Dengan perlahan kuda besi usang itu melaju dengan kecepatan sedang karena Aldi tahu bahwa angin kencang tidak baik untuk kesehatan paru-paru sang Kakek, Selain memikirkan penumpang Aldi selalu bersikap ramah dan lemah lembut terhadap semua penumpang


Dalam perjalanan yang selalu di tempuh Aldi berserta penumpangnya, Aldi selalu ingin tahu kehidupan penumpang karena rasa simpati yang tinggi membuatnya selalu ingin bertanya terlebih dahulu dari pada sang penumpang


"Kakek sedang berkunjung ke rumah anak kakek" ucap Kakek


"Kenapa anak kakek tidak mengantar Kakek ke sini?" tanya Aldi dengan pandangan lurus ke depan memegang gagang kuda besi yang ia kendarai


"Anak kakek sedang sakit, Nak" ucap Kakek


"Sakit apa sampai tidak bisa mengantar Kakek?" tanya Aldi

__ADS_1


"Sakit vertigo, Nak"ucap kakek


"Oh, Pantas saja tidak bisa antar. Kakek pegangan ya! Aku nggak mau Kakek jatuh" ucap Aldi


"Iya, Nak" ucap Kakek


Flashback off


******


Niat hati ingin berlibur, Namun ternyata berdampak lain. Kecelakaan itu membuat sang Kakek meninggal dunia di tempat, Sedangkan Aldi tidak sadarkan diri karena luka parah akibat benturan keras yang di alami membuat kepala Aldi harus mengeluarkan begitu banyak bercak darah yang mengalir di sepanjang jalan setapak, Beruntungnya Aldi masih bernafas berkat pena yang dia selalu bawa dalam tas ransel


Di sisi lain, Evelyn mengerang kesakitan di bagian tangan dan kaki, tapi nasibnya selalu di kelilingi oleh keberuntungan, Ia terpental di rumput hijau sehingga luka yang di alaminya tak begitu parah, meski pena keberuntungannya hilang namun nasib baik selalu mengiringinya


Kejadian naas yang menimpa mereka bertiga di dekat hilir sungai itu, Banyak warga desa yang berkerumun menyaksikan kejadian yang menimpa mereka bertiga. Tiga korban tersebut di larikan ke puskesmas terdekat dan berita mengenai kecelakaan yang menimpa mereka semua pun di ketahui oleh Jonathan karena desas desus yang di lakukan para warga menggemparkan lingkungan sekitar saat Jonathan meminta bantuan para warga untuk menyelamatkan Evelyn dalam kungkungan kuda putih yang liar


bersambung...


...Jangan lupa untuk selalu mendukung di setiap episode, vote, sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, Semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2